4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

4 Keresahan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang tukang parkir

4 Keresahan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang (Unsplash.com)

Sejak saya kecil hingga sekarang, masalah-masalah di Kelurahan Silaberanti Palembang seolah nggak ada habisnya. Kelurahan yang terletak di Kecamatan Jakabaring ini selalu bikin resah. Terutama buat saya yang sudah lama tinggal di Kelurahan Silaberanti.

Kalau ngomongin soal lokasi, kelurahan ini sebenarnya berada di wilayah strategis. Di sekeliling kelurahan berdiri kampus-kampus swasta ternama. Di kelurahan ini juga ada Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang sibuk setiap hari. Belum lagi sekolah-sekolah yang jumlah siswanya ribuan.

Akan tetapi terlepas dari lokasi strategis Kelurahan Silaberanti Palembang, tetap saja ada masalah yang tak kunjung beres setiap tahunnya. Mulai dari masalah macet di jalan utama sampai rusaknya jalan-jalan membuat kelurahan ini semakin bikin resah.

Kelurahan Silaberanti Palembang paling sering banjir

Sampai tulisan ini saya buat, rumah saya masih terendam banjir setinggi lutut. Tapi, saya masih beruntung karena bisa pindah ke lantai dua rumah. Masalahnya, gimana nasib tetangga-tetangga saya yang rumahnya hanya satu lantai? Jelas rumah mereka tenggelam oleh banjir.

Fyi, Kelurahan Silaberanti dikenal sebagai kelurahan rawan banjir di Palembang. Kalau sedang musim hujan seperti sekarang ini, tiap lorong di kelurahan ini pasti nggak luput dari serangan banjir. Airnya kadang tinggi sekali sampai menyentuh paha orang dewasa.

Sebenarnya di sini banyak selokan yang harusnya menyalurkan air ke satu tempat biar nggak banjir. Masalahnya, selokan-selokan air itu kurang berfungsi karena ditutupi sampah rumahan. Jadi, ketika ada kiriman banjir atau tumpahan air hujan, airnya nggak keluar dari area ini lewat selokan, melainkan mengendap dan luber ke jalan-jalan di Kelurahan Silaberanti.

Jadi, begitulah kisah tempat tinggal saya. Banjir dan Silaberanti nggak akan berpisah sampai kapan pun. Banjir akan selalu abadi di kelurahan ini.

Baca halaman selanjutnya: Jalan utamanya makin sempit…

Jalan utamanya makin sempit

Jalan utama Kelurahan Silaberanti Palembang bernama Jalan Silaberanti. Jalanan ini menghubungkan seluruh jalan kecil yang ada di kelurahan. Pokoknya kalau kalian masuk ke sini, rasanya bisa tembus ke mana saja walau jalannya sudah berada di kecamatan lain.

Dulu, Jalan Silaberanti amat lengang untuk dilewati. Namun, makin ke sini beberapa titik di jalan ini makin sempit. Penyebabnya adalah bangunan-bangunan yang dibuat sangat mepet ke sisi jalan. Yang paling rawan macet adalah Lorong Banten 2 di samping SMPN 35 Palembang sampai Gang Satria 1. Di sini sering terjadi kemacetan, utamanya saat jam pergi kantor, pulang sekolah, pulang kerja, dan malam minggu.

Nah, seharusnya yang seperti ini disadari orang-orang yang tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang. Kalau bagun rumah atau ruko, tolong jangan mepet ke sisi jalan. Sudah pengendara sini suka parkir sembarangan, ditambah jalan yang sempit pula, makin komplet deh penderitaan warga di sini.

Hati-hati kalau berada di Kelurahan Silaberanti Palembang, rawan kemalingan!

Jangan sekali-kali memarkirkan motor sembarangan di Kelurahan Silaberanti Palembang. Sudah banyak kejadian motor mahasiswa atau pendatang di kelurahan ini lenyap dalam sekali kedipan mata. Pokoknya jangan kepedean walau motor kalian sudah dikunci dengan 10 gembok sekalipun. Pokoknya jangan lengah sedetik pun di sini, deh.

Selain motor, barang-barang berharga semacam ayam peliharaan, bebek peliharaan, pagar besi halaman depan rumah, handphone dalam kosan, dan sebagainya juga rawan kemalingan di Kelurahan Silaberanti. Pelakunya biasanya orang dari luar kelurahan, tapi nggak menutup kemungkinan pelakunya ya warga kelurahan sendiri.

Padahal di depan Jalan Silaberanti ada asrama polisi, lho. Setidaknya ada tiga lorong yang isinya perumahan polisi. Tapi, kok para maling itu nggak ada takutnya dengan para polisi yang tinggal di Aspol Silaberanti Palembang?

Premanisme

Jika Palembang dipenuhi preman-preman besar, Kelurahan Silaberanti ditinggali preman-preman kecil yang jagoan di lorong. Masalahnya yang bikin resah, para preman ini suka minta uang keamanan seenak jidat walau kenyataannya mereka jarang berjaga di sepanjang kelurahan.

Masalah lainnya, para preman kecil ini juga mengambil jatah parkir sembarangan. Salah satu area yang sering mereka duduki adalah Jalan Banten. Ada banyak tempat di kelurahan ini yang seharusnya nggak ada parkiran, tiba-tiba ada jatah parkir.

Sebenarnya aduan masyarakat terkait preman-preman ini sudah banyak. Tapi, berharap pada pihak berwajib seperti berharap banjir di Kelurahan Silaberanti cepat hilang, yang artinya belum akan terwujud sampai 50 tahun ke depan.

Itulah keresahan saya selama tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang. Semoga keresahan-keresahan ini segera hilang dengan kehadiran para caleg baru yang berjanji memperbaiki kelurahan ini. Semoga.

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version