Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kejatuhan Akreditasi Adalah “Vonis Mati” bagi Alumni, di Mana Tanggung Jawab Prodi?

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
27 Juli 2023
A A
Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Percuma IPK tinggi kalo akreditasi nggak ikut tinggi

Gara-gara hal ini, seolah-olah kuliah empat semester mereka sia-sia begitu saja. Meskipun mereka para alumni ada yang IPK-nya tuinggi (pake) banget plus prestasinya banyak, percuma. Mereka dipastikan gugur sebelum berperang.

Di titik inilah tanggung jawab dari prodi harus dipertanyakan. Tugas sebuah perguruan tinggi itu nggak hanya mendidik dan mencari cuan, tapi juga bertanggung jawab atas kesejahteraan alumninya ke depan. Jangan menguras duitnya doang, tapi juga perhatiin tuh alumninya jadi apa. Kesuksesan alumni kan jadi salah satu penilaian akreditasi juga.

ADVERTISEMENT

Akreditasi buruk bikin alumni nggak bisa mengejar karier yang bagus. Tapi, penilaian akreditasi salah satunya dari kesuksesan alumni. Lha, kalau udah gini, gimana?

Ranjau birokrasi

Kita tidak dapat memungkiri bahwa kita terjerat dalam ranjau birokrasi, apa pun itu yang hendak kita lakukan. Nikah, mengendarai motor, mau buka usaha, ngelamar kerja, bahkan mau beli pupuk padi pun harus ruwet dengan birokrasi. Semuanya ruwet dengan lembaran kertas birokrasi.

Sebagai alumni yang mau ngelamar kerja saja yang dinilai bukan skill atau kualitas nyata secara empiris dari seseorang, melainkan lembaran-lembaran sertifikat. Mulai dari sertifikat ijazah, sertifikat TOEFL, sertifikat akreditasi dan lain sebagainya. Inilah yang kemudian disebut oleh mbahnya sosiolog yakni Max Weber sebagai iron cage, alias sangkar besi. Bahwa kita hidup dalam sebuah kekangan jeruji birokrasi, segalanya teknis, terstruktur yang justru tidak membebaskan kita.

Begitu pun dengan para alumni S2 di prodi yang sama dengan saya. Bahwa hanya gara-gara birokrasi yang jelimet, mereka mau nggak mau menimbun mimpi mereka untuk menjadi dosen di kampus yang mereka harapkan.

Hidup dalam birokrasi menjadikan kita tak lebih seperti aplikasi komputer yang harus nurut dengan apa yang diperintahkan tuannya. Kita kalah dengan ayam yang meskipun tak berakal, tapi mereka ada sisi mokongnya pada tuannya.

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

BACA JUGA Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2023 oleh

Tags: akreditasialumnikarier
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri terminal mojok.co tes cpns pendaftaran pns

Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri

15 Desember 2020
Persamaan Ormas Islam Indonesia dan Klub Liga Inggris MOJOK.CO

Kelabu Masa Pensiun Pesepak Bola di Indonesia

25 Agustus 2020
Meniti Karier Itu Harus Pelan, Nggak Usah Ngebet Pengin Terkenal

Meniti Karier Itu Harus Pelan, Nggak Usah Ngebet Pengin Terkenal

4 September 2020
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Berdamai dengan Stereotipe Alumni UIN, Satu-satunya Cara Hidup Tenang Setelah Lulus Mojok.co

Berdamai dengan Stereotipe Alumni UIN, Satu-satunya Cara Hidup Tenang Setelah Lulus

20 Maret 2025
Panduan Menghadapi Beban Kerja Berlebih dengan Cara Nggak Berlebihan terminal mojok

Panduan Menghadapi Beban Kerja Berlebih dengan Cara Nggak Berlebihan

27 Mei 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Warmindo ruang pengaman sosial terakhir buat kamu yang miskin (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Warmindo akan selalu menjadi ruang pengaman sosial terakhir bagi kita yang dompetnya sedang sekarat

14 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.