Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kegiatan Menata Meses di Roti Tawar Perlu Dimasukkan ke Kurikulum Sekolah

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
25 April 2020
A A
Kegiatan Menata Meses di Roti Tawar Perlu Dimasukkan ke Kurikulum Sekolah terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah saatnya menata meses di roti tawar jadi salah satu kegiatan di sekolah.

Memasuki hari kesekian masa karantina, terpantau kegiatan netizen semakin ndakik-ndakik. Sebut saja kehebohan moleknya kopi Dalgona yang konon bisa membuat bisep dan trisep muncul ke permukaan kulit, lalu berderet macam-macam challenge mulai dari #UntilTomorrow, naked challenge, sampai yang namanya pass the brush challenge.

Nah, beberapa hari ini terlihat beberapa netizen sudah mulai menemukan kegiatan baru untuk mengisi waktu karantina plus masa beribadah di bulan Ramadan ini. Kegiatan apa? menyusun meses! Iya, meses. Se-absurd itu.

Eh, apa benar absurd?

Sepertinya tidak juga. Karena hasil dari penataan meses di lembaran roti tawar dari para netizen ini terlihat sangat ciamik. Tak terlihat amatir sama sekali. Mereka terlihat sudah terlatih dan sangat profesional sekali. Ada yang disusun menjadi lingkaran semacam crop circle jejaknya alien, ada yang berbentuk seperti gambar pemandangan yang sering digambar anak SD berupa gunung dengan matahari dan sawahnya, ada juga bentuk hati, bintang, motif batik atau anyaman, sampai tokoh kartun favorit. Yang belum terlihat dibikin cuma bentuk Naruto dan One Piece saja, nih (Uhuk!).

Apa mungkin ini adalah efek dari seringnya mereka makan roti dan meses sejak kecil? Wah, yang masa kecilnya sarapan sego jagung can’t relate, Cyuk!

Kemudian saya mendadak dapat inspirasi bahwa sebenarnya agenda menyusun meses ini bisa saja dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah, kan? Mungkin masuknya ke sub SBK (Seni Budaya dan Keterampilan) atau yang dulunya disebut sub PKK (Pendidikan Kesenian dan Keterampilan).

Kenapa tidak?

Baca Juga:

Bawa Uang Rp100 Ribu, Bisa Beli Apa di MR DIY?

Yamazaki Myroti, Lembutnya Sampai ke Hati

Toh, ternyata kalau kita tilik lebih dalam, kegiatan menyusun meses ini punya banyak faedah.

#1 Menebalkan rasa sabar

Ini sudah jelas sekali, ya. Meses itu kan butirannya kecil sekali, sebelas dua belas sama beras. Memegangnya bila dengan jari saja tentu tidak mudah, memakai pinset atau jepitan pun butuh keterampilan tersendiri. Selain itu, menata meses bisa jadi ladang uji kesabaran tingkat tinggi. Karena salah sedikit, bentuknya akan menjadi tidak bagus. Apalagi kalau yang disusun ternyata bentuk mesesnya tidak sama dan tidak beraturan. Wah, parah. Belum pula kalau misalnya lembaran roti tawar itu tersenggol, ambyar wis. Dan yang jelas membuat ini butuh waktu yang tidak sebentar, Gaes. Alias suweeeee.

#2 Menguji kreativitas

Semakin unik gambar yang bisa dihasilkan di atas roti tawar maka akan membuktikan betapa kreatifnya otak kita. Tapi kalau gambar yang dihasilkan ternyata biasa saja, harus diberi challenge baru untuk mencoba berbagai gambar yang agak njelimet. Seperti apa sih yang njelimet itu? Ya misalnya gambar pegunungan dengan sawah lalu ada pak tani sedang duduk di pondokan yang juga ternyata sedang menyusun meses menjadi gambar pegunungan. Kan seru tuh! Langit adalah batas kreativitas, Mylov!

#3 Melatih memanfaatkan media

Dengan munculnya ide kreatif menggunakan meses dan roti tawar ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa yang namanya prakarya atau kerajinan tangan tidak hanya bisa dilakukan dengan media kertas crepe, lem tembak, atau kain flanel saja. Melalui media makanan pun bisa. Bedanya bila menghias agar-agar atau kue bolu membutuhkan lebih banyak bahan dan peralatan dengan harga yang tidak murah, meises dan roti tawar ini masih lebih terjangkau.

#4 Membagi rata kebutuhan gizi

Ya, tidak semua orang bisa merasakan makan roti tawar dengan taburan meses setiap hari. Bagi sebagian orang (termasuk Mas Agus Mulyadi dulunya) makan roti itu suatu keistimewaan yang jarang bisa ditemui di meja makan rumah. Nah, seumpama metode belajar ini dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah maka otomatis jumlah anak sekolah yang bisa mencicipi roti tawar dengan taburan meises coklat atau warna-warni akan semakin bertambah. Semua anak bahkan mungkin akan bisa merasakannya di saat jam mata pelajaran SBK, setelah ditata dengan cantik kan rotinya bisa dimakan. Sekali dayung, dua tiga pulau terlewati.

Bagaimana? Apakah ide saya ini sudah bisa diajukan ke para guru dan tim kementerian pendidikan? Mumpung masih fresh dan sedang hype. Nanti keburu tertutup oleh keisengan lain dari netizen. Bantu saya, ya!

Eh, kalian sendiri sudah mencoba belum challenge menata meses ini? Kalau ada yang sudah coba bikin gambar Naruto atau One Piece, tag saya ya! Nanti saya kasih lope-lope.

BACA JUGA Selain Viennetta, Roti Tawar Dioles Selai di Sinetron Juga Jadi Impian Masa Kecil dan tulisan Dini N. Rizeki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2021 oleh

Tags: challengemesesroti tawar
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

Roti Tawar Mentega Tabur Gula Pasir Adalah Menu Sarapan yang Nikmatnya Abadi terminal mojok.co

Selain Viennetta, Roti Tawar Dioles Selai di Sinetron Juga Jadi Impian Masa Kecil

11 April 2020
Variasi Resep Roti Tawar Sederhana untuk Berbuka Puasa terminal mojok.co

Variasi Resep Roti Tawar Sederhana untuk Berbuka Puasa

26 April 2020
Bawa Uang Rp100 Ribu, Bisa Beli Apa di MR DIY?

Bawa Uang Rp100 Ribu, Bisa Beli Apa di MR DIY?

20 Mei 2023
Rekomendasi Tasyi Athasyia 4 Selai Cokelat Paling Enak buat Olesan Roti Terminal Mojok

Rekomendasi Tasyi Athasyia: 4 Selai Cokelat Paling Enak buat Olesan Roti

31 Agustus 2022
Yamazaki Myroti Lembutnya Sampai ke Hati Terminal Mojok

Yamazaki Myroti, Lembutnya Sampai ke Hati

10 November 2022
Sari Roti, Garmelia, dan My Roti: Mana Merek Roti yang Paling Endeus? terminal mojok.co

Sari Roti, Garmelia, dan My Roti: Mana Merek Roti yang Paling Endeus?

18 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.