Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kecap Sawi, Kecap Legendaris sejak 1935 yang Hanya Bisa Dijumpai di Kediri

Finaqurrota oleh Finaqurrota
26 Juli 2024
A A
Kecap Sawi, Kecap Legendaris sejak 1935 yang Hanya Bisa Dijumpai di Kediri

Kecap Sawi, Kecap Legendaris sejak 1935 yang Hanya Bisa Dijumpai di Kediri (website Kecap Sawi)

Share on FacebookShare on Twitter

Kecap Sawi adalah kecap idola ibu-ibu dan juga pedagang makanan di Kediri. Rasanya manis, ada gurih-gurihnya.

Ketika membaca artikel Terminal Mojok beberapa hari lalu mengenai kecap Lombok Gandaria, ingatan saya terlempar ke masa kecil ketika disuruh ibu membeli kecap ke warung kelontong dekat rumah.

“Nuk, tukokno kecap Sawi. Ojo sing liyane,” begitu kiranya ibu saya memberi wejangan pada saya agar jangan sampai salah dan membeli merek lain. Maklum, anak kecil suka lupa, kan. Hingga remaja, saya menganggap wejangan ibu biasa saja, sebatas untuk memasak. Memang apa bedanya dengan kecap lain, begitu pikir saya.

Akan tetapi sejak kuliah dan mulai aktif bereksperimen dengan bahan-bahan dapur, saya menyadari bahwa kecap Sawi memang istimewa. Entah karena lidah Kediri saya sudah di-training sejak kecil untuk hanya mencecap kecap satu ini atau bagaimana, yang jelas bagi saya kecap Sawi memang cocok untuk segala jenis masakan.

Tak tergerus zaman

Hingga saat ini, kecap asal Kediri ini telah berusia hampir seabad, tepatnya 88 tahun. PT Primarasa Food Industri sebagai perusahaan yang memproduksi kecap Sawi sebenarnya juga memiliki lini bisnis kecap dengan merek lain, yakni kecap Dua Burung. Tapi popularitasnya masih jauh berada di bawah kecap Sawi, khususnya di wilayah Karesidenan Kediri.

Kita bisa melihat bahwa kecap Sawi menempati urutan teratas rak perbumbuan di retail SRC (retail primadona di Kediri, hampir sama menjamurnya seperti Alfamart dan Indomaret) dan tidak pernah telat tersedia di toko kelontong terdekat. Di etalase online shop ibu-ibu di marketplace Facebook pun kecap ini tak luput jadi produk unggulan karena memang demand-nya yang sangat besar, khususnya dari pedagang sate, soto, tongseng, dan olahan masakan lainnya di Kediri.

Harus diakui kecap ini berhasil menancapkan taringnya di Kediri. Saya masih ingat betul ketika mulai booming iklan kecap Bango di TV dengan tagline “Malika kedelai pilihan”, masyarakat desa sempat beralih memasak dengan kecap Bango. Tapi hal itu tak bertahan lama karena pada akhirnya kecap Sawi tetap jadi pilihan utama. Hal serupa juga terjadi ketika kecap Sedaap mulai masuk ke desa saya, tetap saja ujung-ujungnya masyarakat kembali pada kecap Sawi.

Rasa manis dan gurih rempah yang melezatkan masakan

Persoalan selera memang subjektif, namun masakan Kediri yang cenderung manis (walau nggak semanis masakan Jogja), sangatlah cocok dengan racikan khas kecap Sawi.

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Secara gamblang memang tertulis “kecap manis” di kemasan berwarna hijau milik kecap Sawi. Namun dibandingkan kecap manis yang lain, ada rasa gurih khas yang ditawarkan oleh kecap asal Kediri ini. Rasa gurih inilah yang semakin melezatkan masakan, khususnya jika dibuat untuk teman cocolan sate. Rasanya… duh, enak sekaliii.

Saya sendiri memang pernah menemukan butiran kristal seperti gula di kemasan kecap Sawi sachet 2 ribuan. Belakangan saya baca, kecap ini memang menggunakan berbagai macam gula termasuk gula kelapa. Sedangkan rasa gurihnya yang melezatkan masakan berasal dari rempah-rempah alami seperti bawang putih, pekak, dan sereh yang juga digunakan dalam proses produksi.

Kalau berkunjung ke Kediri, saran saya, sempatkan lewat pabriknya yang berada di Jalan Mataram No. 178, Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Hanya lewat depan pabriknya, kita sudah bisa mencium aroma manis khas kecap Sawi. Siapa tahu bisa dapat kecap gratis, kan. Hehehe.

Kecap Sawi bikin kangen karena hanya bisa dijumpai di Kediri

Saya dulu sempat nggak percaya kalau kecap Sawi hanya bisa dijumpai di Kediri. Pasalnya, gimana mungkin kecap yang amat terkenal di kalangan ibu-ibu dan selalu laris ini nggak memperluas jangkauan bisnisnya? Tapi setelah dewasa dan pernah tinggal di beberapa daerah lain di Jawa Timur selain Kediri, saya membuktikan kalau memang betul kecap satu ini hanya bisa dijumpai di Kediri.

Hal tersebut membuat kecap Sawi berpotensi legit menjadi oleh-oleh khas Kediri bersama dengan tahu takwa dan gethuk pisang. Kakak perempuan saya yang kebetulan berdomisili di Madura pun selalu minta kiriman kecap Sawi alih-alih kiriman tahu takwa. Sebab menurutnya, tahu sama saja, baik di Kediri maupun Madura, sementara kecap bungkus hijau satu ini beda. Dijual di Madura pun nggak.

Bagi kalian yang masih newbie dan sekadar ingin mencicipi, kecap Sawi menyediakan kemasan sachet seribu dan dua ribuan. Jika rasanya cocok dengan lidah, kalian bisa beralih ke kemasan pouch 5 ribu/8 ribu. Biasanya untuk kebutuhan rumah tangga, yang paling laris adalah kecap kemasan botol pet karena nggak mudah tumpah dan nggak khawatir dikerubungi semut. Sementara kalau mamang-mamang penjual, biasanya mereka akan membeli dalam bentuk botol kaca isi ulang.

Tapi jika kalian ingin membeli dalam skala besar, kecap Sawi juga menyediakan ukuran jeriken dengan harga 180ribu-200 ribu rupiah, kok. Kalau saya pribadi lebih suka yang kemasan sachet seribuan karena pas untuk sekali masak. Tapi kalau kalian berbaik hati membelikan yang besar buat saya, saya juga mau, kok. Eh.

Penulis: Finaqurrota
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kecap Lombok Gandaria, Kecap Asal Karanganyar yang Dipakai Hampir Semua Warung Makan di Solo Raya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2024 oleh

Tags: kabupaten kedirikecapkecap maniskecap Sawikedirikuliner kediri
Finaqurrota

Finaqurrota

Mbak-mbak Kediri yang hidup dengan ritme slow living namun memiliki visi yang luas.

ArtikelTerkait

Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

2 Februari 2024
sambal tumpang simpang lima gumul

Kediri Bukan Hanya tentang Simpang Lima Gumul

17 Mei 2020
Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

6 Januari 2026
Nggak Semua Warga Kampung Inggris Kediri Bisa Bahasa Inggris, Jangan Berharap Ketinggian Mojok.co

Nggak Semua Warga Kampung Inggris Kediri Bisa Bahasa Inggris, Jangan Berharap Ketinggian

4 November 2023
Sudah Saatnya Kita Meminimalisir Saus dan Kecap di Mangkuk Bakso dan Mi Ayam terminal mojok

Sudah Saatnya Kita Meminimalisir Saus dan Kecap dalam Mangkuk Bakso dan Mi Ayam

13 September 2021
5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek kediri

Culture Shock Orang Kediri Ketika Pertama Kali Singgah di Kabupaten Trenggalek

20 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.