Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
16 Januari 2026
A A
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Solo selalu dipromosikan sebagai kota budaya yang tenang, ramah, dan penuh pesona Jawa yang autentik. Brosur pariwisata menampilkan foto-foto indah Keraton Kasunanan, Pasar Klewer yang eksotis, dan deretan kuliner legendaris yang bikin ngiler. Semua terlihat sempurna, Instagrammable, dan bikin orang pengin langsung pindah ke sini.

Tapi seperti kebanyakan hal di dunia ini, realita dan ekspektasi itu beda tipis. Setelah beberapa tahun lebih tinggal di Solo, saya menemukan beberapa kebohongan yang nggak pernah disebut di brosur pariwisata manapun. Dan ini bukan soal buruk atau bagus ini soal kejutan-kejutan hidup yang bikin kamu bilang, “Kok nggak ada yang ngasih tau saya soal ini?”

#1 “Jalan kaki aja deket, kok” adalah kebohongan terbesar di Solo

Salah satu selling point Solo adalah ukurannya yang “kecil” dan “kompak”. Orang-orang bilang, “Solo mah kecil, ke mana-mana bisa jalan kaki.” Bahkan di beberapa forum online, ada yang bilang Solo cuma sejengkal, nggak perlu kendaraan.

Realitanya? Solo itu nggak sekecil yang dibayangkan. Dari Manahan ke Banjarsari aja udah 5 kilometer lebih. Dari Purwosari ke Jebres? Bisa 6-7 kilometer. Dan ini belum ngomongin panas matahari Solo yang levelnya kayak lagi di tengah gurun Sahara.

Lebih plot twist-nya lagi, definisi “deket” orang Solo itu sangat relatif. Temen kos saya pernah bilang, “Warung bakso langganan saya deket kok, jalan kaki 10 menit.” Saya pikir ya udah deket lah. Ternyata 10 menit itu kalau kamu jalan kayak lagi dikejar debt collector. Kalau jalan santai? 20 menit, keringetan, dan nyampe warung udah kayak habis lari maraton.

Akhirnya ya gitu, mau nggak mau harus punya motor atau rajin-rajin ojol. Budget transport yang awalnya dikira nggak perlu, tiba-tiba jadi pos pengeluaran yang cukup signifikan.

Baca juga: Solo, Kota yang Hanya Ramah ke Wisatawan, tapi Tidak ke Warga Lokal.

#2 Pilihan kuliner terlalu banyak malah bikin stres

Di brosur pariwisata, kuliner Solo digambarkan sebagai surga. Dan memang iya, Solo punya segudang pilihan kuliner dari yang legendaris sampai hidden gem. Masalahnya, ini jadi pisau bermata dua.

Baca Juga:

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

Saya butuh waktu beberapa minggu penuh buat bisa mutuskan langganan makan siang di mana. Karena setiap hari ada aja temen yang rekomendasiin tempat baru. “Eh udah nyobain soto X?” “Nasi liwet Y enak loh!” “Wajib cobain tengkleng Z!”

Akhirnya, setiap mau makan siang tuh jadi sesi overthinking yang melelahkan. Mau ke warung A tapi kemarin udah ke sana. Mau coba warung B tapi takut antriannya panjang. Warung C deket sih tapi bosen. Ujung-ujungnya buka Instagram buat nyari inspirasi, malah tambah bingung karena pilihannya makin banyak.

Pernah saya sama temen ngabisin 30 menit cuma buat mutuskan makan siang di mana. Dan ini terjadi hampir setiap hari. Kuliner Solo memang enak, tapi mental bebannya itu lho yang nggak tertulis.

#3 Hidup di Solo murah, tapi nabung tetap susah

Katanya Solo itu murah. Makan seporsi nasi liwet masih bisa di bawah harga kopi kekinian di kota besar. Ongkos angkot (yang sekarang sudah jadi barang langka) dulu juga ramah di kantong.

Masalahnya, karena murah, godaan jajan jadi lebih sering. Hari ini makan tengkleng, besok nyobain selat Solo, lusa ngopi sambil ngemil serabi. Murah satuan, tapi seringnya itu yang bikin pengeluaran jadi akumulatif dan terasa juga di akhir bulan.

Belum lagi karena merasa hidup santai, kita jadi jarang mikir soal masa depan. Nggak terasa, hidup hemat tapi tanpa sadar juga nggak produktif menabung. Katanya “biaya hidup di Solo rendah”, realitanya saldo tetap cepat habis.

Baca juga: Solo Punya Segalanya, tapi Masih Kalah Pamor sama Jogja.

#4 Nggak tenang-tenang amat

Brosur wisata selalu menggambarkan Solo sebagai kota yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota besar, tempat yang pas buat slow living dan healing. Dan dibanding Jakarta atau Surabaya, memang Solo lebih tenang.

Tapi realitanya, Solo punya vibenya sendiri yang sebenernya nggak kalah rame. Jalanan macet di jam-jam tertentu terutama di area Gladag atau Purwosari. Suara klakson motor nggak kalah ribut dari kota lain. Weekend di Alun-Alun atau Ngarsopuro? Rame banget, penuh sesak, Instagram vibes-nya menguap digantikan keringat.

Yang bikin lebih nggak tenang, Solo itu kota yang lagi berkembang. Setiap bulan ada aja kafe baru, tempat makan baru, spot foto baru. FOMO-nya tinggi banget. Kamu mikir mau weekend santai di kos aja, tapi timeline Instagram penuh orang yang lagi di tempat-tempat baru yang aesthetic. Jadilah kamu keluar juga, ngeluarin duit lagi, capek, pulang kos malah lebih stres.

Jadi, tenang itu relatif. Kalau kamu bandingkan dengan Jakarta yang traffic-nya brutal 24/7, ya Solo tenang. Tapi kalau ekspektasinya Solo tuh kayak desa yang adem dan sunyi, ya salah besar.

Semua kebohongan ini yang bikin hidup di Solo jadi menarik. Kamu dapat pengalaman yang nggak bakal kamu dapatkan di kota lain. Kamu belajar bahwa hidup itu nggak selalu sesuai ekspektasi, dan itu nggak masalah.

Dan kalau kamu tanya apakah saya akan merekomendasikan orang buat pindah ke Solo? Ya. Tapi dengan catatan jangan percaya brosur wisata. Percaya sama cerita orang yang udah tinggal di sini. Karena realita Solo jauh lebih menarik daripada yang dijual di brosur dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: Banjarsari Solobiaya hidup di soloKota Solokuliner solomanahansolowisata kuliner solo
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Jalanan di Dalam UNS Menyiksa, Mahasiswa Baru Harus Hati-hati dan Waspada!

Jalanan di Dalam UNS Menyiksa, Mahasiswa Baru Harus Hati-hati dan Waspada!

14 Juni 2025
Delanggu Klaten, Kecamatan Subur yang Semakin Terlupakan (Foto dari ANTARA)

Delanggu Klaten, Kecamatan Subur dan Potensial yang Seperti Tersisihkan dari Perlintasan Jogja dan Solo

21 November 2025
Terpeleset Rel Kereta Api di Jalan Slamet Riyadi Solo, Bahaya Tersembunyi yang Jarang Disadari Pendatang Mojok.co

Hidup Pelan-pelan Ala Orang Solo: Kalah Cepat, tapi Menang Waras

25 Juni 2025
3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru Kota Lain (Unsplash)

3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru dan Diterapkan Kota Lain karena Bakal Jadi Aneh dan Ambyar

12 Mei 2024
Ruwetnya Jakarta bagi Warga Pemalang yang Sudah Lama Tinggal di Solo dan Jogja

Ruwetnya Jakarta bagi Warga Pemalang yang Sudah Lama Tinggal di Solo dan Jogja

21 Maret 2023
Warung Madura Pahlawan bagi Pekerja Keras di Kota Solo (Ishaq Robin-Unsplash)

Pengalaman Menyenangkan Belanja di Warung Madura yang Tidak Akan Kamu Temui di Indomaret atau Alfamart. Bagi Pekerja Keras di Kota Solo, Warung Madura Adalah Pahlawan!

4 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Bisa Diharapkan (Unsplash)

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

9 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.