Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menggugat Ikan Bakar yang Digoreng Dulu: Kebohongan Penjual Ikan Bakar yang Sudah Dinormalisasi

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
31 Oktober 2025
A A
Menggugat Ikan Bakar yang Digoreng Dulu: Kebohongan Penjual Ikan Bakar yang Sudah Dinormalisasi

Menggugat Ikan Bakar yang Digoreng Dulu: Kebohongan Penjual Ikan Bakar yang Sudah Dinormalisasi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ikan bakar jadi salah satu menu favorit siapa pun ketika sedang makan di luar. Soalnya kalau beli lebih enak dibandingkan buatan sendiri. Kalau buat sendiri rasanya cenderung hambar dan nggak seperti yang kita inginkan. Sementara kalau beli rasanya pasti gurih, manis, udah gitu sambalnya pasti juga enak.

Akan tetapi sadar atau tidak, sekarang kebanyakan penjual yang kita temui pasti mengolah ikan bakar dengan cara digoreng dulu baru dibakar. Aneh, kan. Padahal kadang tujuan kita membeli ikan bakar untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng pakai minyak, tapi tetap mendapatkan feel kriuk ikannya.

Aroma asap ikan bakar jadi nggak tajam

Ikan bakar yang digoreng dulu baru dibakar memang tetap enak. Tetapi ada yang membedakannya, yaitu aroma smoky-nya yang nggak semerbak. Sekarang, aroma asap yang dihasilkan dari ikan bakar yang digoreng terlebih dulu kurang berasa. Padahal ikan yang dibakar langsung akan menghasilkan aroma asap yang khas dan kuat. Sementara itu ikan yang digoreng terlebih dulu dengan minyak goreng lebih dominan aroma gorengnya daripada aroma asap.

Padahal kalau dibakar langsung, daging ikan akan terasa lebih gurih dan juicy juga, lho.

Alasan penjual menggoreng ikannya lebih dulu agar bakarnya jadi lebih cepat

Dugaan utama kenapa sekarang banyak penjual yang lebih memilih untuk menggoreng ikan terlebih dulu sebelum dibakar adalah menghemat waktu alias biar lebih cepat. Penjual nggak perlu lagi membuang waktu untuk membakar ikan karena ikan sudah matang saat digoreng. Jadi proses pembakaran hanya formalitas agar kulit ikan gosong-gosong dan krispi.

Alasan lain ikan bakar digoreng dulu: lebih hemat

Selain lebih proses pembakaran jadi cepat dan nggak buang-buang waktu, penjual juga lebih hemat. Mereka nggak perlu menghabiskan banyak arang hanya untuk membakar ikan. Mereka juga memperhatikan agar ikan nggak hancur saat dibolak-balik dalam proses pembakaran. Kalau digoreng dulu daging ikan jadi nggak mudah hancur, kan?

Akan tetapi sebagai pencinta kuliner, saya sejujurnya masih kurang setuju dengan alasan ini. Bagaimanapun yang dicari adalah ikan bakar. Benar-benar yang murni dibakar dari masih mentah sampai matang di atas arang, bukan ikan yang digoreng dulu baru dibakar.

Pembeli merasa dibodohi tapi tetap doyan

Sebagai pembeli, ikan bakar yang digoreng dulu sebelum dibakar sebenarnya nggak bisa diterima. Soalnya kami kadang lagi pengin banget makan makanan yang nggak ada minyaknya. Namun kenyataannya justru ikan dgoreng dalam minyak terlebih dulu baru dibakar. Memang sih hasilnya lebih garing, tapi bukan dari hasil pembakaran, melainkan hasil penggorengan.

Baca Juga:

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Top 4 Ready To Eat Superindo yang Rasanya Nggak Mengecewakan dan Wajib Dicoba

Bisa dibilang ini adalah bentuk penipuan dalam dunia kuliner. Soalnya proses goreng ikannya lebih lama ketimbang proses bakarnya.

Begitulah realitas hidup di Indonesia, kita dibodohi dan ditipu dalam hal apa pun. Bahkan dalam dunia kuliner kita juga dibodohi tapi tetap kita maafkan. Ikan bakar yang digoreng dulu baru dibakar apakah masih pantas dipanggil ikan bakar? Kalau kalian masih tetap suka yang digoreng dulu baru dibakar nggak?

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ikan Bakar dan Dongeng Kolongpohong yang Senantiasa Bikin Gairah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: bakaranikanikan bakarikan gorengkuliner ikanpenjual ikan bakar
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Pengantin Baru Tebar Benih Ikan di Sungai, Ide Bagus yang Salah Eksekusi

Pengantin Baru Tebar Benih Ikan di Sungai, Ide Bagus yang Salah Eksekusi

6 Desember 2023
Makan Ikan Ribet Layak Ditenggelamkan

Orang yang Bilang ‘Makan Ikan Ribet’ Adalah Golongan Manusia yang Layak Ditenggelamkan!

3 Maret 2021
ikan bakar

Ikan Bakar dan Dongeng Kolongpohong yang Senantiasa Bikin Gairah

1 Juli 2019
Seaspiracy dan Dilema bagi Mahasiswa Perikanan terminal mojok

‘Seaspiracy’ dan Dilema Mahasiswa Jurusan Perikanan

6 April 2021
Water Gong di Klaten: Sungai Impian para Ikan terminal mojok.co

Water Gong di Klaten: Sungai Impian para Ikan

16 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.