Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

3 Kebohongan di FEB UGM yang Perlu Diluruskan biar Mahasiswa Nggak Salah Jalan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
13 Juni 2025
A A
3 Kebohongan di FEB UGM yang Perlu Diluruskan biar Mahasiswa Nggak Salah Jalan

3 Kebohongan di FEB UGM yang Perlu Diluruskan biar Mahasiswa Nggak Salah Jalan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kampus punya segudang cerita dan kepercayaannya sendiri, tak terkecuali Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Bahkan, obrolan yang belum jelas juntrungannya ini kadang telanjur dianggap sebagai kebenaran mutlak. Konon, sederet mitos ini diturunkan dari senior ke mahasiswa baru alias maba yang masih bau kencur, layaknya dongeng pengantar tidur.

Bisik-bisik tadi akhirnya jadi semacam panduan tak tertulis yang diam-diam memengaruhi cara mahasiswa menjalani perkuliahan. Jelas tak semua informasi warisan tadi benar. Seringnya keyakinan ini justru bisa menyesatkan dan bikin mahasiswa salah langkah, bahkan minder. Nah, sudah waktunya beberapa kebohongan paling populer di FEB UGM dikoreksi supaya tak ada lagi maba yang terperosok ke dalam kesalahan persepsi.

#1 Masuk FEB UGM cuma jago jualan, nggak perlu pintar hitungan

Mitos bahwa masuk FEB UGM itu cukup modal pintar bicara dan tak butuh keahlian matematika sering beredar. Padahal kenyataannya jauh berbeda. Mahasiswa Ilmu Ekonomi, misalnya, justru akrab sekali dengan angka dan grafik.

Mereka banyak belajar hitungan yang kompleks. Selain itu, mereka dituntut pula mahir membaca dan menginterpretasi grafik, serta merumuskan analisis dan simpulan mendalam dari olahan data tersebut. Nantinya, hasilnya bisa dipakai untuk mengkritisi atau bahkan membuat kebijakan ekonomi.

Setali tiga uang, mahasiswa Akuntansi tetap wajib menguasai dasar-dasar pembukuan secara manual meski kini banyak tugas bisa diselesaikan dengan software. Pasalnya, hal ini penting untuk memahami logika di balik setiap transaksi.

Bahkan, mahasiswa Manajemen yang identik dengan soft skill dan kepemimpinan pun tak luput dari keharusan menyelami statistik. Sebab, analisis data adalah kunci dalam pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Jadi, anggapan bahwa masuk FEB UGM hanya butuh kemampuan interpersonal tanpa kecakapan hitungan adalah kebohongan besar.

#2 Jalan mulus kerja di bank sudah pasti terbuka lebar bagi lulusannya

Menyandang gelar sarjana dari FEB UGM erat kaitannya dengan tiket emas bekerja di bank. Faktanya, FEB UGM memang memiliki reputasi kuat dalam menghasilkan talenta yang banyak diserap oleh industri keuangan atau  perbankan. Nama besar almamater memang menjadi kunci pertama. Namun, ini hanyalah pembuka gerbang yang masih harus disaring lagi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencukupi.

Ditambah, ada faktor lain yang justru lebih berperan. Misalnya pengalaman magang yang relevan, keaktifan dalam berorganisasi, kemampuan hardskill dan softskill yang terasah, hingga koneksi yang mumpuni. Tidak sedikit pula alumni FEB UGM yang justru menekuni profesi bukan di sektor perbankan.

Baca Juga:

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Selain bekerja di sektor publik, ada yang menjadi bagian dari tim HRD di perusahaan, membangun atau bergabung dengan start-up, sampai meneruskan bisnis keluarga. Bahkan ada pula yang masih bingung menentukan masa depan sehingga melarikan diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Jadi, anggapan pasti kerja di bank itu ya tidak sepenuhnya benar.

#3 Mengambil jurusan Manajemen nggak ada gunanya, kalah sama jurusan lain

Mitos yang satu ini sering bikin mahasiswa Manajemen FEB UGM ciut duluan. Katanya, jurusan ini nirfaedah lantaran kalah saing dengan jurusan lain. Padahal kalau dibedah lebih dalam, opini ini kekeliruan fatal. Misalnya, konsentrasi Manajemen Keuangan sering dibilang kalah jauh dibanding Akuntansi yang masih berada dalam satu fakultas.

Stigma tersebut salah kaprah. Sebab, ilmu Akuntansi lebih fokus pada pencatatan dan pelaporan keuangan operasional perusahaan. Sementara Manajemen Keuangan justru belajar menelaah keputusan investasi besar sebuah perusahaan. Jelas beda ranah dan fungsinya.

Lalu, ada juga yang bilang Manajemen Pemasaran FEB UGM itu ilmunya dangkal. Toh, semua orang juga bisa jualan. Realitanya, mahasiswa Manajemen Pemasaran justru diajarkan tentang analisis strategi pasar yang terperinci guna menghasilkan jurus menjual yang taktis dan efektif di tengah persaingan. Ini bukan sekadar jualan biasa, tapi melibatkan pemikiran strategis yang holistis dan komprehensif.

Terakhir, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dianggap tak berdaya jika dihadapkan dengan mahasiswa Psikologi. Padahal, mahasiswa Manajemen SDM punya keunggulan spesifik dalam pengukuran kinerja karyawan yang lebih aplikatif dan mendekati Ilmu Manajemen dibandingkan pendekatan Psikologi yang mungkin lebih ke arah perilaku individu. Jadi, jangan salah sangka, jurusan Manajemen ini punya taringnya sendiri.

Mitos memang seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kampus. Namun di FEB UGM, memahami dan meluruskan kebohongan ini sangat penting agar mahasiswa tidak salah ambil keputusan. Bagaimanapun pilihan saat ini turut menentukan nasib di masa depan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Gagal Seleksi Masuk UGM Nggak Bikin Dunia Kalian Berakhir dan Hidup Kalian Akan Tetap Baik-baik Saja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2025 oleh

Tags: FEB UGMUGM
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

22 Januari 2026
Jalan Solo, Ruas Jalan yang Bikin Bingung Mahasiswa Baru Jogja (Unsplash)

Jalan Solo, Ruas Jalan yang Berpotensi Bikin Bingung Mahasiswa Baru Jogja

22 Juni 2024
3 Pengalaman Duka Saat Menjadi Anggota Ormawa UGM

3 Pengalaman Duka Saat Menjadi Anggota Ormawa UGM

10 Mei 2024
5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY Jokowi

UGM Justru Goblok kalau Menanggapi Orang Nggak Jelas Lewat Konferensi Pers

11 Oktober 2022
5 Tips Memilih Kampus Terbaik di Yogyakarta (Unsplash)

5 Tips Memilih Kampus Terbaik di Yogyakarta

2 November 2024
Mahasiswa UGM Tukang Demo Jadi Stigma Pahit Buat Maba (Unsplash)

Stigma Mahasiswa UGM Tukang Demo itu Bikin Mahasiswa Baru Nggak Nyaman, Bahkan Dapat Cap “Antek Pendemo”

8 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang
  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos
  • Innova Reborn: Mobilnya “Orang Bodoh dan Pemalas”, Khususnya yang Nggak Paham Investasi
  • Pindah ke Lingkungan Muhammadiyah Lebih Tentram: Jauh dari Bunyi Toa Masjid yang Berisik hingga Terbebas dari Iuran dan Cap Islam Abal-abal
  • Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.