Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kebijakan Anak PAUD Masuk Jam 06.30 Pagi Itu Konyol: Kasihan Orang Tuanya, Kasihan Anaknya, Bisa Trauma dengan Sekolah!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Juni 2025
A A
Kebijakan Anak PAUD Masuk Jam 06.30 Pagi Itu Konyol: Kasihan Orang Tuanya, Kasihan Anaknya, Bisa Trauma dengan Sekolah!

Kebijakan Anak PAUD Masuk Jam 06.30 Pagi Itu Konyol: Kasihan Orang Tuanya, Kasihan Anaknya, Bisa Trauma dengan Sekolah!

Share on FacebookShare on Twitter

Saat saya membaca berita dari Tempo tentang jam sekolah PAUD di Jabar per Juli 2025 nanti, saya langsung naik pitam. Ya gimana nggak naik pitam, PAUD kok masuk 06.30, ini bikin kebijakan pake mikir nggak sih.

Sebelum kalian menuduh atau menghakimi saya nggak tahu efek positifnya atau gimana, saya perlu kasih tahu, bahwa anak saya ini udah masuk PAUD. Saya tahu betul betapa konyolnya peraturan masuk sekolah 06.30 pagi untuk anak sedini itu.

Saya tahu betul betapa ribetnya anak kecil, terutama di masa usia masuk PAUD. Anak kecil umur 3-4 tahun itu ribet-ribetnya. Mereka itu sedang di masa paling rebel, kau paksa mereka bangun sepagi itu dan siap-siap sepagi itu, rumahmu akan jadi medan perang.

Kenapa saya tahu? Wong anak saya juga begitu kok.

Dengan jam PAUD anak saya yang tidak masuk sepagi itu saja, peperangan terjadi tiap pagi. Bayangkan jika itu diterapkan, saya kasian banget sama orang tuanya.

Kesehatan mental ibu

Saya yakin, bakal ada fans gubernur yang itu bilang: lah, berarti keluargamu nggak disiplin. Yang lain bisa, kenapa keluargamu tidak?

Saya sih nggak peduli. Sebab saya tahu, bahwa yang kesusahan dengan aturan tersebut itu jauh lebih banyak ketimbang yang merasa biasa saja. Tiap rumah itu punya dinamikanya sendiri, dan nggak mungkin bisa sama. Memaksanya sama cuman menunjukkan satu hal: pembuat kebijakan beneran nggak tahu apa-apa tentang warganya.

Bayangkan begini: orang tua yang anaknya masuk PAUD jam 6.30 pagi harus bangun setidaknya dari subuh. Mereka harus bangunin anaknya, katakanlah, jam 5 pagi. Orang tuanya harus sudah mandi dulu dan menyiapkan semuanya sebelum itu.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Semua bisa lancar kalau anaknya memang bisa segera bangun, mandi, pakai baju, dan sarapan. Idealnya begitu, padahal kita tahu banget, hidup itu nggak pernah ideal. Dan hal-hal ideal, kerap tidak konsisten.

Kalian tahu sendiri, anak usia PAUD itu ajaib-ajaibnya. Tiba-tiba drama pengin dikucir inilah, pake sepatu warna inilah, nggak mau makan, nggak mau mandi, itu biasa. Dan ditambah mereka harus bangun lebih pagi, makin-makin cranky anaknya.

Ini dengan catatan, orang tuanya nggak kerja semua. Kalau kerja semua, ditambah misal bapaknya merantau ke luar kota, kasihan ibunya. Harus berjibaku lebih pagi, dan dilakukan sendiri.

Waktu bikin kebijakan mikir kesehatan mental ibunya nggak? Nggak? Ya nggak kaget sih.

Anak PAUD kok suruh masuk pagi buta

Saya yakin banget, orang yang menyambut ini semua dengan positif itu ya sebenernya bakal nggrundel juga akhirnya. Bakal keteteran, bakal pusing. Tapi ya tetep denial karena pikirannya sudah kacau dari awal. Lagian bikin kebijakan kok pukul rata. Anak SMA-PAUD kok treatment-nya sama.

Saya ngerasain juga kok sekolah sepagi itu sewaktu kelas 3 SMA, saat menuju UAN. Nggak nemu juga saya efektifnya di mana, sekolah jam 6 pagi-3 sore menyambut ujian. Alih-alih fresh, isinya stres.

Itu yang SMA, yang udah punya nalar aja stres, apalagi bocil-bocil.

Maksudnya, bisakah kita tidak buta dan kritis demi perkembangan anak? Apakah kita mau nekat mengorbankan kewarasan kita hanya untuk menuruti kebijakan populis?

Anak usia PAUD itu tugasnya main. Berbahagia. Diberi pengetahuan bahwa dunia sekolah itu menyenangkan. Bukan dipaksa bangun lebih pagi hanya demi menuruti kebijakan yang jelas tidak menapak tanah. Alih-alih seneng sama sekolah, anak-anak PAUD ini justru jadi melihat sekolah adalah hal yang menyebalkan.

Yang bisa saya syukuri dari kebijakan anak PAUD masuk pagi itu cuman satu: kebijakan tersebut (sejauh ini) hanya berlaku di Jawa Barat. Sebagai warga Jawa Tengah, saya bersyukur Gubernur dan Bupati tempat saya tinggal tidak ikut-ikutan. Dan semoga mereka tidak ikut-ikutan. Semoga.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Susahnya Jadi Guru PAUD: Kadang Nggak Cuma Mendidik Anak, tapi Juga Kena Semprot Orang Tua yang Menyebalkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2025 oleh

Tags: Jawa BaratkebijakanPAUDPAUD masuk jam 6 pagi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Pengendara Lemah Jangan Lewat Jalan Raya Banjar-Majenang, Bahaya!

Pengendara Lemah Jangan Lewat Jalan Raya Banjar-Majenang, Bahaya!

22 April 2024
Indramayu mojok.co

Suka Duka Mahasiswa Asal Indramayu, dari Dianggap Norak Sampai Ngaku dari Cirebon

4 Juli 2020
Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini Mojok.co

Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini

20 Maret 2024
Kabupaten Bogor yang Membuat Salah Paham Orang Kudus (Unsplash)

Fakta Kabupaten Bogor: Jauh dari Pusat Kota dan Membuat Beberapa Orang Kudus Kenalan Saya Jadi Salah Paham

21 Oktober 2023
Jawa Barat tidak seindah postingan Ridwan Kamil

Kehidupan Rakyat Jawa Barat Tidak Seindah Postingan Ridwan Kamil

7 November 2021
Panduan Memperkenalkan Kabupaten Bekasi ke Orang Awam Tanpa Perlu Fafifu

Panduan Memperkenalkan Kabupaten Bekasi ke Orang Awam Tanpa Perlu Fafifu

27 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.