Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Karawang Memang Kawasan Industri dan Tempat Uang Berkumpul, tapi Tak Nyaman untuk Ditinggali

Taupikkurrohim oleh Taupikkurrohim
12 Maret 2025
A A
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa Karawang adalah kota dengan kawasan industri yang luas. Karawang termasuk dalam deretan 5 kota dengan kawasan industri terluas di Indonesia berdampingan dengan Bekasi, Cikarang, Serang, dan Batam. Kota ini semakin memperluas wilayah industrinya setelah sawah-sawah dan tegalan dialihfungsikan menjadi kawasan industri di tahun 2000-an. Sudah sekitar 13,718 hektar luas kawasan industri yang saat ini aktif di wilayah Karawang.

Sebagai warga asli Karawang, tentu saya merasa bangga dengan semua pencapaian dari kabupatenku ini. Tapi selayaknya kota-kota yang berkembang pesat, Karawang memiliki permasalahan tersendiri, terutama kesenjangan yang terjadi antara warga pekerja dan pengangguran. Banyaknya pabrik serta beragam jenis pekerjaan berhasil menarik minat hampir seluruh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, sebagaimana kota Jakarta telah menarik orang-orang untuk berkumpul di sana.

Banyaknya para pekerja yang telah berbaur dengan masyarakat pun menarik minat pihak lain yang ingin memanfaatkan jumlah manusia itu agar menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Makin menumpuklah manusia di kabupaten Karawang, dan dari sinilah mulai muncul permasalahan yang tidak terelakan.

Makin banyak pabrik di Karawang, makin marak praktik calo kerja

Banyaknya pabrik di Karawang merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai wilayah di seantero Republik Indonesia dengan harapan menjadi pegawai/karyawan. Apalagi beberapa pabrik bonafide baik swasta lokal maupun internasional telah turut serta meramaikan perindustrian di Karawang.

Sebut saja PT Indofood, serta pabrik otomotif Honda, Yamaha, dan Toyota. Semuanya ada di Karawang dengan kisaran gaji dan tunjangan serta bonus untuk karyawan yang nominalnya melebihi upah pegawai negeri golongan bawah. Ditambah lagi beberapa pabrik dengan label BUMN juga ada di wilayah Karawang seperti PERURI pabrik pencetak uang. Juga ada PT Pupuk Kujang, pabrik pembuat pupuk untuk kebutuhan petani di seluruh Indonesia.

Dengan banyaknya pabrik di Karawang makin banyak pula orang-orang yang memanfaatkan kesempatan kerja untuk menghasilkan cuan bagi pribadi mereka. Ya, sebut saja mereka ini calo kerja.

Calo kerja ini muncul dan mengatasnamakan LSM, karang taruna, bahkan kepala desa dan perangkat desa. Tarif yang dipatok tidak main-main, dari mulai lima ratus ribu hingga belasan juta rupiah tergantung dari upah yang akan didapatkan dari pabrik yang bersangkutan. Makin tinggi besaran gaji yang didapat, maka makin besar pula uang administrasi yang harus dikeluarkan. Seandainya seseorang berkesempatan mendapatkan perpindahan status dari karyawan kontrak menjadi karyawan tetap, maka ada tarif tersendiri yang besarannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Tes hanya formalitas

Pernah suatu kali sahabat saya mengikuti salah satu rekrutmen di salah satu pabrik yang merupakan produsen spare part kendaraan roda empat yang akan memberi gaji UMR dengan jam lembur yang lumayan besar. Untuk itu, dia dimintai uang administrasi hingga 8 juta rupiah. Sementara itu, testing dan ujian kompetensi yang dilaksanakan semua hanya formalitas belaka karena hasil dan calon karyawan yang akan terpilih sebenarnya sudah ditentukan dari awal.

Baca Juga:

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Mungkin tidak semua pabrik melakukan praktik percaloan seperti itu. Misalnya, pabrik-pabrik yang berafiliasi dengan pemerintah yang membuka lowongan di dinas tenaga kerja serta balai latihan kerja di beberapa sekolah. Dan tentunya saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini diperluas lagi jangkauannya sehingga bisa menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan tanpa membebani masyarakat yang tidak mampu.

Infrastruktur Karawang yang belum bisa diandalkan

Jalan raya di Karawang merupakan salah satu jalanan yang tergolong buruk karena tidak pernah diperbaiki dengan serius. Setiap tahun pasti terjadi jalan yang berlubang sehingga menyebabkan kecelakaan bahkan beberapa korban sampai meninggal dunia. Padahal Karawang merupakan salah satu wilayah yang dilintasi jalur provinsi dari ibu kota menuju wilayah di Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Bali, dan Madura.

Perbaikan jalan sering kali dilakukan secara mendadak ,terutama pada bulan Ramadan. Sebab, menjelang akhir Ramadan jalur itu akan dijejali beragam kendaraan dalam rangka mudik lebaran. Budaya mudik sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Tapi, pemerintah sepertinya belum bisa memperbaiki sarana dan prasarana bagi para pemudik dengan cara yang efektif.

Di musim hujan tahun ini daerah saya sudah melakukan perbaikan jalanan yang rusak sebanyak dua kali. Ditambah adanya perbaikan jalan menjelang mudik lebaran bisa menjadi tiga kali selama 2024-2025. Masyarakat tidak mengerti apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah. Pikiran sederhana masyarakat hanya sebatas logika bahwa material yang lebih baik akan lebih tahan lama. Maksudnya, seandainya pemerintah memperbaiki jalanan rusak dengan material berkualitas lebih baik, mungkin perbaikan hanya dilakukan cukup sekali dan bisa bertahan untuk beberapa tahun ke depan.

Macet hingga lima kilometer

Pernah suatu hari saya melakukan perjalanan menuju kota Cikampek. Saya terjebak macet hingga lima kilometer lebih dikarenakan lubang di tengah jalan yang membuat setiap kendaran melambat ketika melewatinya. Saking banyaknya volume kendaraan pada saat itu, kemacetan pun terjadi hingga berjam-jam.

Jalan yang rusak hanyalah satu dari sekian infrastruktur yang tidak memuaskan bagi masyarakat. Belum termasuk gedung-gedung yang terbengkalai di lingkungan kecamatan, sekolah, serta gedung pemerintah lainnya. Selain itu, di Karawang juga masih terdapat wilayah-wilayah yang rawan banjir serta selalu kesulitan ketika musim hujan tiba. Semua itu adalah infrastruktur yang memiliki anggaran dana perbaikan dan pemeliharaan. Dan masyarakat hanya bisa bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ada dalam pikiran para pemangku jabatan di wilayah ini?

Saya hanya bisa berharap di masa yang akan datang Karawang akan menjadi lebih baik dengan beragam perbaikan dari segi mental, sosial, spiritual, serta infrastruktur yang akan menjadikan masyarakat di Karawang lebih sejahtera. Sebab, ironis rasanya, kabupaten yang jadi tujuan orang karena tempat uang berada, tapi jadi tidak nyaman untuk ditinggali.

Penulis: Taupikkurrohim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Sungguh Malu ketika Harus Mengakui Karawang Adalah Kota yang Rusak, Disia-siakan oleh Pemodal Brengsek yang Nggak Sayang Lingkungan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2025 oleh

Tags: calo kerjainfrastruktur karawangKarawangtinggal di karawang
Taupikkurrohim

Taupikkurrohim

Pribumi yang suka kopi, tembakau, dan nulis.

ArtikelTerkait

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
UNSIKA Karawang: Kampus Potensial yang Naik Daun Bukan karena Prestasi, tapi karena Kontroversi

UNSIKA Karawang: Kampus Potensial yang Naik Daun Bukan karena Prestasi, tapi karena Kontroversi

22 April 2025
Karawang Menyimpan Aib di Antara Warga dan Goyang Karawang (Unsplash) alun-alun karawang

Renovasi Alun-alun Karawang, Sebuah Usaha Menghidupkan Kejayaan yang Sempat Mati Suri

5 Oktober 2023
Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

12 Agustus 2023
Pasuruan Ideal, Lebih dari Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia (Unsplash) banyumas, pandaan, bangil

Meninggalkan Keinginan Merantau di Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia, Saya Memilih Pasuruan Sebagai Kota Ideal untuk Merantau

21 Juni 2025
Pemda Karawang Sadarlah, Daerah Kalian Juga Mulai Tenggelam seperti Jakarta! Mojok.co

Pemda Karawang Sadarlah, Daerah Kalian Juga Mulai Tenggelam seperti Jakarta!

19 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif
  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.