Kalau ada satu politikus yang namanya paling populer saat ini, dia adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM). Kata orang, Gubernur Jawa Barat ini bakal jadi calon kuat di Pemilu 2029.
Hebatnya, Kang Dedi Mulyadi (KDM) nggak hanya menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat. Dia juga konten kreator YouTuber, ke mana-mana ngonten, ke mana-mana bawa kamera.
Saking giatnya ngonten, warga sampai bertanya-tanya heran, Kang Dedi Mulyadi ini maksudnya apa dan gimana, sih? Tiap kerja, tiap kunjungan, kok rasanya kepentingannya hanya untuk kepentingan konten, eksposur, bukan kemaslahatan warga.
Seakan-akan KDM baru akan mau turun ke masyarakat kalau ada kamera. Khas konten kreator banget, kan?
Bahkan yang bikin makin heran dan menjengkelkan, Kang Dedi Mulyadi ini sampai melakukan laga tandang alias berkunjung (dan ngonten) ke provinsi lain. Salah satunya ketika KDM datang ke NTT untuk menyerahkan bantuan korban bencana.
Parahnya, ini dia lakukan ketika Provinsi Jawa Barat, tanggung jawab utama KDM, masih banyak masalah. Ya nggak heran kalau banyak orang yang marah.
Maka dari itu, saya menyarankan agar Kang Dedi Mulyadi nggak usah ke mana-mana dulu. Nggak usah ngonten di daerah lain dulu. Fokus aja ngonten di Jawa Barat. Bingung mau ngonten apa? Sini tak kasih usul tema konten.
#1 Kang Dedi Mulyadi, pengangguran masih tinggi
Salah satu masalah yang masih menghantui Jawa Barat adalah soal pengangguran. Bahkan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan persentase pengangguran tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua. Situasi ini jelas mengkhawatirkan.
Kang Dedi Mulyadi harusnya fokus saja di urusan seperti ini. Sebagai pimpinan tertinggi di Jawa Barat, sudah jadi tanggung jawabnya untuk menuntaskan persoalan pengangguran. Dia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa ada lapangan pekerjaan untuk masyarakat Jawa Barat.
Ini jelas bisa jadi ide konten menarik buat Kang Dedi Mulyadi. Dia bisa minta saja data ke BPS, lalu turun ke masyarakat Jawa Barat, dengar langsung masalah mereka, mengapa mereka menganggur, apa keahlian mereka.
Berdayakan mereka, sehingga tercipta lapangan kerja. Kalau bisa ini dilakukan tiap kampung di seluruh penjuru Jawa Barat. Jelas win-win solution. Kang Dedi Mulyadi dapat konten (juga kelihatan kerja dan dapat citra positif), masalah di Jawa Barat juga teratasi.
#2 KDM pasti tahu kalau Jawa Barat masih jadi provinsi dengan pemain judi online terbanyak
Selain masalah pengangguran, masalah judi online (judol) ini juga sedang menghantui Jawa Barat. Bersama provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat jadi provinsi dengan pemain judol terbanyak di Indonesia.
Menengok laporan PPATK pada Juli lalu, Kabupaten Bogor dan Kota Bandung (dua kota di Jawa Barat) menempati urutan pertama dan keempat dari daftar kota dengan pemain judol terbanyak.
Kalau Jawa Barat punya gubernur yang waras, masalah ini harusnya jadi perhatian utama. Judol harus diberantas, minimal sampai jumlah pemainnya menurun.
Kalau Kang Dedi Mulyadi cerdik, ini harusnya bisa jadi konten yang menarik. Mungkin KDM bisa memulai dengan kolaborasi dengan psikolog untuk mendatangi para pemain judol, cari tahu mengapa mereka main judol, dan coba menyelesaikan masalah-masalah mereka.
Soal detail penyelesaian masalah (dan isi detail kontennya) ya terserah timnya KDM mau dibuat seperti apa. Ini juga bisa jadi serial konten yang panjang, lho. Dan kalau berhasil, siapa tahu cara-cara KDM dalam mengatasi masalah judol ini bisa ditiru oleh pemimpin daerah yang lain.
#3 Kang Dedi Mulyadi masak nggak tau kalau ada permasalahan konflik lahan di Jawa Barat
Dago, Tamansari, Sukahaji, Sukajaya, dan masih banyak yang lainnya. Nama-nama itu adalah daerah di Jawa Barat di mana konflik lahan masih berlangsung. Penggusuran, pencaplokan lahan, hingga kekerasan aparat kepada masyarakat masih kerap terjadi di sana. Sampai sekarang, kasus-kasus konflik lahan masih belum terselesaikan.
Sebagai pemimpin tertinggi, Kang Dedi Mulyadi harusnya turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. KDM harus bisa mencari solusi yang keberpihakannya tetap untuk kepentingan masyarakat, bukan ke kapital. Mungkin bisa dimulai dengan turun langsung ke daerah-daerah yang saya sebut di atas. Mau sekalian ngonten? Silakan, coba saja.
Ini sebenarnya tinggal Kang Dedi Mulyadi berani atau nggak, sih. Dia berani nggak berdiri bersama warga Dago, Tamansari, Sukahaji, dan Sukajaya. Kalau berani ya salut, dan kalau nggak berani, apa jangan-jangan dia punya kepentingan di sana? Hmmm.
#4 Premanisme yang masih menghantui tiap sudut Jawa Barat
Premanisme ini masalah paling banyak terjadi di Jawa Barat, sekaligus bisa jadi ide konten paling mudah buat Kang Dedi Mulyadi. Premanisme memang sedang jadi momok.
Di pasar, perkampungan, hingga kawasan industri nggak bisa lepas dari ancaman preman yang beroperasi dengan berbagai macam modus. Dari dulu sampai sekarang, masalah ini nggak kunjung selesai.
Di satu sisi mengkhawatirkan, tapi di sisi lain ini adalah peluang emas untuk Kang Dedi Mulyadi. Ini bisa jadi konten yang bagus untuk pencitraan. Dia tinggal minta data di mana saja aksi premanisme kerap terjadi, lalu sidak atau gerebek tiba-tiba.
Kontenin deh itu. Saya berani jamin pasti banyak orang suka. Kalau nggak percaya, tanya saja ke sesama rekan sejawat konten kreator KDM di Surabaya yang bernama Eri Cahyadi dan Armuji. Mereka sudah melakukannya duluan.
Itulah 4 usulan konten buat Kang Dedi Mulyadi terkait permasalahan di Jawa Barat. KDM mending tekuni dulu masalah-masalah di Jawa Barat. Nggak perlu melakukan laga tandang ke provinsi lain. Kelihatan capernya.
Sebenarnya, silakan saja kalau mau laga tandang ke provinsi lain, asalkan masalah-masalah di provinsi sendiri sudah beres. Logika warasnya tuh begitu, Kang! Rumah sendiri dulu diberesin, baru beresin rumah orang.
BACA JUGA Pemprov Jabar “Jalan Sendiri”: Pendidikan Amburadul, Anak Jadi Korban, dan Cetak Rekor Memalukan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
