Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Bantuan Biaya Hidup (BBH) Kampus Mengajar Malah Bikin Saya Semakin Ogah Jadi Guru, Sebab Baru Mencoba Aja Udah Kena Tipu

Abdi Tresana oleh Abdi Tresana
22 April 2024
A A
Kampus Mengajar Calon Guru Merasa Tertipu dan Menderita (Unsplash)

Kampus Mengajar Calon Guru Merasa Tertipu dan Menderita (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Gaji (BBH) Kampus Mengajar mulai terzalimi

Rencana awal, BBH mahasiswa Kampus Mengajar sama dengan angkatan sebelumnya, bedanya hanya UKT dan BBH tidak dipisah. Helpdesk Kampus Mengajar juga menjelaskan bahwa karena tidak ada bantuan UKT maka BBH yang akan diberikan pada mahasiswa adalah sebesar Rp1,8 juta per bulan. Artinya, di sini tidak ada yang berubah.

Nah, mendekati masa-masa pencairan, tiba-tiba ada email dari Layanan Kampus Merdeka pada 18 April yang membuat saya tercengang, dan semua peserta KM saya yakin juga tercengang. Sebab dari 4 poin yang disampaikan, 3 poin pertama terbaca sangat tidak nyaman. Bahkan panitia terkesan seperti orang yang lagi mau ngutang.

Pertama, program Kampus Mengajar menurunkan total BBH yang akan diberikan kepada mahasiswa menjadi Rp6 juta, yakni Rp1,5 juta per bulan. Artinya, ada potongan Rp300 ribu. Tapi, coba kalau dikalikan 4 bulan, totalnya Rp1,2 juta gaes. Lalu dikali 32 ribu peserta, jadi Rp38 miliar. Ini anggaran yang tidak sedikit. Pertanyaannya, masuk kantong mana itu anggaran?

Selanjutnya, poin kedua menjelaskan bahwa pencairan termin satu untuk dua bulan pertama maksimal hanya akan dicairkan Rp2,4 juta. Gila nggak tuh! Padahal jelas-jelas harusnya kan dicairkan Rp3 juta untuk 2 bulan. Ke mana uangnya? 

Nah, poin 3 menjelaskan bahwa pencairan Rp600 ribunya akan diinformasikan lebih lanjut. Hadeh. Sudah 300 ribunya dipotong, 600 ribunya dipinjem lagi. Heran nggak, sih, kalian?

Padahal proker hasil iuran, iya kalau nggak ngutang

Sebenarnya, mahasiswa Kampus Mengajar tidak keberatan dengan nominal BBH Rp1,5 juta. Namun, sebelumnya, informasinya menyatakan bahwa masing-masing mahasiswa sudah dianggarkan Rp1,8 juta per bulan. Tetapi, tiba-tiba malah dipotong saat mendekati masa-masa pencairan. Belum lagi BBH yang dicairkan juga tidak keseluruhan, yakni masih diutang 600 ribu.

Padahal, berdasarkan keluh kesah para mahasiswa Kampus Mengajar, mereka banyak yang harus iuran terlebih dahulu untuk melaksanakan program. Bahkan ada yang sampai harus utang. Nah, tentu anggaran program yang mereka keluarkan juga sudah disesuaikan dengan janji BBH yang akan diberikan oleh pihak Kampus Mengajar. Kalau sudah dipotong seperti ini, siapa yang akan menanggung beban pendanaan mereka?

Selain itu, bukan hanya anggaran program saja yang cukup menghabiskan dana. Beberapa dari peserta juga banyak mengeluhkan biaya transportasi setiap harinya. Karena tak sedikit pula mahasiswa yang mendapatkan penempatan cukup jauh dari domisili mereka.

Baca Juga:

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Ikut Kampus Mengajar

Nasib Buruk Mahasiswa Program Kampus Mengajar Batch 7: Awalnya Berapi-api, di Tengah Jalan Setengah Mati

Apresiasi sulit, tuntutannya selangit

Menurut saya, apresiasi yang diberikan pihak Kampus Mengajar pada mahasiswa kurang sepadan. Selain yang telah saya sebutkan, bentuk transparansi dari pihak juga kurang, Misalnya, kenapa anggaranya tiba-tiba dipotong? Kapan tanggal pasti pencairannya? Apa alasan nominal 600 ribu yang masih diutang oleh pihak kampus mengajar? Saya sebagai mahasiswa Kampus Mengajar belum mendengar klarifikasi dari panitia.

Tapi, terlepas dari apresiasi mereka yang sulit, mereka tak sungkan menuntut program-program selangit kepada para mahasiswa Kampus Mengajar. Misalnya kewajiban melaksanakan Literacy Camp atau kemah literasi serentak saat Hari Pendidikan. Dikira bikin program kaya gini nggak ngeluarin dana apa? Oke, pelaksanaannya bisa tanpa kemah, tapi ya tetap saja butuh duit, pak/bu!

Belum juga beneran jadi guru, udah ketipu

Dari berbagai hiruk-pikuk Kampus Mengajar angkatan 7 saat ini, muncul berbagai bentuk kekecewaan kami. Ada yang bilang transportasinya sekarang jalan kaki saja, lalu ada yang ngebuang seragam gara-gara BBH turun, sampai ada juga yang bilang berantakin lagi aja perpustakaan yang udah diberesin. Bahkan sampai ada yg reflek kena tipes setelah baca email dari panitia. Bisa dibilang ini merupakan akibat dari ketidakprofesionalan program Kampus Mengajar angkatan ke-7 ini.

Saya pribadi juga sama kesalnya. Siapa yang tak kecewa jika sudah mati-matian berkorban, tapi malah tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan. Setelah terkena prank total BBH serta rencana pemotongan pencairannya, saya menjadi kurang semangat untuk melaksanakan program ini. Bahkan, cita-cita saya yang awalnya pengen jadi guru, sekarang sudah berlalu, sebab sudah kena tipu.

Belum juga jadi guru beneran, ini sudah dispill sama program yang nggak karuan. Saya berpikir, berarti hiruk-pikuk yang sering saya dengar bahwa guru di Indonesia kurang dihargai memang benar. Yah, bagaimana Indonesia literasinya mau meningkat, anggaran program peningkatannya saja nggak jelas, malah seenaknya dipangkas. Wes, literasi beneran kandas!

Penulis: Abdi Tresana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Hal yang Bikin Saya Merasa Ngenes Saat Ikut Program Kampus Mengajar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 April 2024 oleh

Tags: Bantuan Biaya Hidup Kampus MengajarBBH Kampus MengajarKampus MengajarPotongan BBH Kampus Mengajarprogram kampus mengajar
Abdi Tresana

Abdi Tresana

Lagi belajar menulis. Menulis apa saja yang saya rasakan.

ArtikelTerkait

Kampus Mengajar Batch 7 Busuk BBH Disunat Tanpa Kejelasan (Unsplash)

Nasib Buruk Mahasiswa Program Kampus Mengajar Batch 7: Awalnya Berapi-api, di Tengah Jalan Setengah Mati

25 April 2024
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Ikut Kampus Mengajar Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Ikut Kampus Mengajar

10 Juni 2024
Mahasiswa Harus Coba Ikutan Program Kampus Mengajar

Mahasiswa Harus Coba Ikutan Program Kampus Mengajar

11 Mei 2023
Kampus Mengajar Tidak Menjamin Mahasiswa Merdeka Belajar (Unsplash)

Dosa Program Kampus Mengajar yang Malah Berisi Feodalisme Dosen dan Keserakahan Pihak Sekolah

12 Oktober 2023
3 Hal yang Bikin Saya Merasa Ngenes Saat Ikut Program Kampus Mengajar

3 Hal yang Bikin Saya Merasa Ngenes Saat Ikut Program Kampus Mengajar

10 Maret 2024
Kampus Mengajar, Program untuk Mahasiswa yang Ingin Merasakan Penderitaan Guru Honorer

Kampus Mengajar, Program untuk Mahasiswa yang Ingin Merasakan Penderitaan Guru Honorer

4 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada Mojok.co

Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

15 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

12 Juni 2026
Kenapa Makan Mie Instan Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat? (Unsplash)

Kenapa Ya, Makan Mie Instan Menjelang Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat?

11 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.