Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Kampung Durian Runtuh Serial Upin Ipin Adalah Tempat Pensiun Ideal, Pantas Aja Opah dan Tok Dalang Betah

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
20 Februari 2024
A A
Kampung Durian Runtuh Serial Upin Ipin Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal, Pantas Saja Opah dan Tok Dalang Betah Mojok.co

Kampung Durian Runtuh Serial Upin Ipin Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal, Pantas Saja Opah dan Tok Dalang Betah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seandainya saja tempat pensiun ideal seperti Kampung Durian Runtuh serial Upin Ipin benaran ada ….

Akhir-akhir ini tempat pensiun ideal cukup sering dibahas di Terminal Mojok. Berbagai daerah yang kebanyakan di Pulau Jawa menjadi pilihan mulai dari Tulangan di pinggiran Sidoarjo hingga Banyuwangi. Berbagai indikator digunakan untuk menilai kenyamanan suatu daerah sebagai tempat pensiun. Beberapa di antaranya, lingkungan yang asri, keamanan, hingga tetangga yang nggak resek.

Setelah membaca beberapa kriteria yang digunakan oleh para penulis sebelumnya, saya kok merasa Kampung Durian Runtuh memenuhi semua itu ya. Dengan kata lain, Kampung Durian Runtuh sebenarnya daerah yang ideal untuk dijadikan tempat pensiun. Keyakinan ini semakin menguat mengingat banyak karakter-karakter yang tidak lagi muda betah tinggal di sana. Sebut saja, Opah, Tok Dalang, Ahtong, dan Nenek Dzul. 

#1 Lingkungan Kampung Durian Runtuh bersih, asri, dan tenang 

Coba kalian cermati tiap episode serial Upin dan Ipin, Kampung Durian Runtuh selalu digambarkan sebagai sebuah daerah asri yang masih banyak pepohonan. Daerah ini tidak terlalu padat, masih banyak tanah lapang, tidak ada gedung-gedung tinggi. Jalanannya tampak lengang tidak seperti di jalan di perkotaan. 

Kmapung yang jauh dari kesan hiruk-pikuk kota itulah itulah yang banyak dicari oleh pensiunan. Daerah yang relatif tenang dan damai untuk menghabiskan masa tua. Syukur-syukur daerahnya punya ruang terbuka hijau yang bisa menjadi tempat cuci mata dan menghirup udara segar. 

#2 Kampung yang relatif aman dari kriminalitas

Daerah yang aman menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih tempat pensiun. Entah aman dari tindak kriminalitas maupun aman dari bencana. Sejauh pengamatan saya, Kampung Durian Runtuh relatif aman dari dua hal itu. Apalagi tindakan kriminal, hampir tidak ada di kampung ini. 

Salah satu episode yang bercerita motor kapcai Tok Dalang cukup menggambarkan betapa aman kampung ini. Di episode itu Tok Dalang kerap kali meninggalkan kunci motor tergantung begitu saja di motor. Seolah Tok Dalang yakin betul tidak akan ada yang mencuri kendaraannya.

Selain itu, rumah Ehsan dan Abang Saleh yang kaya raya juga nggak pernah jadi korban kemalingan. Kasus kehilangan di kampung ini mentok hanya kehilangan sandal dan sepatu karena dicolong ayam Rambo. Solusinya mudah saja, langsung saja minta tolong Upin dan Ipin untuk mengejar ayam usil itu. 

Baca Juga:

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Ancaman yang saya rasa cukup berbahaya adalah ular masuk ke kampung. Salah satu episode Upin dan Ipin menceritakan rumah Tok Dalang kemasukan ular phyton. Namun, permasalahan ini dapat dengan mudah diselesaikan dengan menelepon Bomba alias damkar. 

#3 Biaya hidup rendah 

Seperti daerah kampung atau desa pada umumnya, biaya hidup di Kampung Durian Runtuh relatif lebih rendah daripada perkotaan. Mungkin harga barang-barang di sana menyesuaikan dengan pendapatan warga setempat ya. Takutnya kalau barang-barang ditawarkan dengan harga mahal, nanti malah tidak ada permintaan alias pembelinya

Terlepas dari hukum penawaran dan permintaan itu, saya merasa biaya hidup di Kampung Durian Runtuh Upin Ipin memang bisa ditekan serendah mungkin. Dengan catatan, kalian adalah warga kampung yang sering srawung atau bersosialisai. Kebutuhan sehari-hari bukan tidak mungkin akan terpenuhi dengan pemberian para tetangga. Apalagi warga kampung inn sungguh bermurah hati. 

Di sisi lain, Kampung Durian Runtuh memang punya kekayaan alam melimpah. Nggak perlu beli kalau ingin makan buah atau sayur. Coba minta saja ke Tok Dalang, pasti dapat deh Rambutan dan Durian. Mau ikan juga tinggal mancing saja bareng Tok Dalang di sungai. Mudah kan?

#4 Warga Kampung Durian Runtuh yang guyub

Seperti yang sudah saya jelaskan warga kampung durian runtuh dalam serial Upin Ipin digambarkan sangat guyub. Apalagi gawai tampaknya belum banyak masuk di kampung ini. Warga tampak lebih dekat dan akrab dengan ngobrol satu sama lain atau melalui kegiatan kampung.

Nah, bagi para pensiunan tidak perlu khawatir merasa kesepian di daerah ini. Sekalipun bukan warga asli Kampung Durian Runtuh, para pensiunan pasti akan disambut dengan hangat. Bukan tidak mungkin, para pensiunan juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampung. Dijamin tidak akan merasa tertinggal. 

Tidak perlu khawatir terjadi konflik identitas atau dikucilkan ketika memutuskan tinggal di daerah ini. Warga Kampung Durian Runtuh sangat beragama suku dan agama, mereka semua saling menghormati. Banyak sekali episode Upin Ipin yang menceritakan perayaan keagamaan dan warga digambarkan ikut sama-sama merayakannya. 

Setelah saya pikir-pikir, Kampung Durian Runtuh sejatinya paket lengkap alias daerah paling ideal untuk dijadikan tempat pensiun. Desa ini memenuhi hampir seluruh kualifikasi tempat pensiun paling ideal. Bahkan, saya yang bukan pensiunan aja juga pengen lho tinggal di sana kalau ditawari. Seandainya kampung ini benaran ada ya. 

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jaringan Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin kalau Benaran Tumbuh di Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2024 oleh

Tags: Kampung Durian Runtuhopahpensiunantempat pensiun idealTok DalangUpin dan Ipinupin-ipin
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Bukan Mail, Ternyata Karakter Paling Dewasa dalam Serial Upin Ipin Adalah Susanti susanti upin ipin wn malaysia

Langkah-langkah yang Harus Susanti Upin Ipin Lakukan agar Bisa Jadi Warga Negara Malaysia Seutuhnya

20 Februari 2025
Menerka Isi Profil Kak Ros Upin Ipin di LinkedIn

Menerka Isi Profil Kak Ros “Upin Ipin” di LinkedIn

16 November 2023
Menelusuri dari Mana Uncle Muthu "Upin dan Ipin" Belajar Masak Makanan yang Enak

Menelusuri dari Mana Uncle Muthu “Upin dan Ipin” Belajar Masak Makanan yang Enak

5 Juni 2023
Menerka Kegiatan Abang Iz Upin Ipin di Kampus yang Membuatnya Berkepribadian Lembut dan Sopan

Menerka Kegiatan Abang Iz “Upin Ipin” di Kampus yang Membuatnya Jadi Idola Kampung Durian Runtuh

5 Desember 2023
3 Karakter Serial Upin Ipin yang Tak Kalah Cengeng dari Fizi adit sopo jarwo

Serial Adit Sopo Jarwo Akan Selalu Dibayang-bayangi Upin Ipin kalau Masih Gitu-gitu Aja

4 April 2025
7 Kebaikan Fizi yang Nggak Disadari Penonton Upin Ipin, Bukti kalau Dia Masih Punya Hati Nurani!

7 Kebaikan Fizi yang Nggak Disadari Penonton Upin Ipin, Bukti kalau Dia Masih Punya Hati Nurani!

4 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.