Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Kami Paham bahwa Pelanggan Adalah Raja, tapi Customer Service Juga Manusia

Dini Sukmaningtyas oleh Dini Sukmaningtyas
29 Agustus 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengguna jasa atau layanan esensial seperti listrik, internet, atau telepon seluler, tentu kita nggak akan lepas dari pengalaman yang kurang menyenangkan. Saat koneksi internet sering bermasalah, sinyal telepon nggak stabil, atau pulsa seluler sering terpotong secara misterius, orang-orang secara otomatis akan menghubungi pihak penyedia layanan melalui garda terdepannya, yaitu customer service.

Saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa pelanggan adalah raja, maka nggak heran kalau masih banyak yang “salah sasaran” dalam melampiaskan kekesalannya. Sebagai seorang mantan staf customer service, setiap hari pasti ada saja pelanggan yang marah-marah. Bahkan dalam kasus yang pernah saya hadapi, pelanggan tersebut sudah nggak layak untuk disebut marah, tapi murka.

Ketika saya bekerja di salah satu provider seluler di Indonesia, saat itu memang ada beberapa kasus di mana pulsa pelanggan terpotong secara misterius. Belakangan diketahui bahwa pemotongan pulsa tersebut akibat layanan konten berbayar.

Saya ingat betul saat itu saya bahkan belum sempat mengucapkan kalimat greeting, tapi seorang pelanggan tiba-tiba meneriaki saya, “Maling kamu! Pulsa saya kamu maling!” Teriakan yang cukup memekakkan telinga tersebut sempat membuat saya nge-freeze selama beberapa saat, sebelum saya bisa mengambil alih kendali dan mengakhiri perbincangan dengan pelanggan tersebut.

Biasanya pelanggan-pelanggan sumbu pendek seperti ini cukup meresahkan. Bagaimana tidak, saya sebagai staf customer service sudah greeting dengan ramah dan senyum lebar. Eh, jangankan balik menyapa, pelanggan ini justru langsung mengeluarkan jurus 1001 makian yang tak jarang diselipi dengan nama-nama binatang. Saya sendiri sudah nggak kaget dengan yang beginian. Anggap saja sebagai tes kesabaran, walaupun setelah itu saya minta izin break sebentar untuk ke toilet dan menangis sesenggukan di sana barang lima menit. Kemudian, saya kembali ke meja kerja dengan senyum lebar seolah hari saya menyenangkan.

Saya paham bahwa pelanggan sangat kesal karena telah mengeluarkan uang, tapi kualitas pelayanan yang didapatkan nggak sebanding. Sudah bayar mahal untuk internet, ternyata koneksinya sering ngadat. Siapapun pasti kesal dan rasanya ingin melampiaskan kekesalan itu. Namun, mengeluarkan kemarahan di depan customer service bukanlah sesuatu yang bijak untuk dilakukan. Mengapa demikian?

Pertama, tugas customer service sebatas menampung komplain pelanggan, lalu meneruskannya kepada pihak terkait yang akan menangani permasalahan tersebut. Kalau masalahnya adalah koneksi internet terganggu atau sering terputus, tentu yang bisa memperbaiki adalah tim teknisi. Rasanya percuma marah-marah sampai pakai urat. Ya kali, customer service disuruh cek kabel fiber optik satu per satu?

Kedua, mengeluarkan sumpah serapah kepada customer service hanya akan membuat kita terlihat sangat jahat. Bagaimana mungkin seseorang mengeluarkan kata-kata makian kepada orang yang bahkan tak dikenalnya? Tapi yang mengejutkan adalah banyak orang yang masih percaya bahwa kalau kita ngamuk sampai mencak-mencak di depan customer service, permasalahan kita akan segera diselesaikan, bahkan diprioritaskan. Padahal, nggak juga.

Baca Juga:

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

Sepengalaman saya sebagai customer service, semua komplain pelanggan disortir sesuai masalahnya dan ditangani secara berurutan. Kalau ada pelanggan yang ngamuknya ekstrem, memang penanganannya harus ekstra hati-hati, dan terkadang pelanggan seperti itu didahulukan agar kemarahannya segera teredam. Namun, trik tersebut sangatlah tidak terpuji. Masa iya, sampai tega memaki bahkan mengancam hanya karena ingin diprioritaskan? Itu pelanggan atau pacarmu yang kelakuannya toxic?

Ketiga, simply karena kita ini manusia yang beradab. Apa pun alasannya, memaki-maki orang lain sangat tidak dibenarkan. Sekesal apa pun, semarah apa pun, sejak dulu kita disarankan untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Coba deh, bayangkan. Para staf customer service itu hanya menjalankan pekerjaannya sesuai dengan SOP. Mereka tidak bekerja hanya untuk mendapatkan makian, ancaman, bahkan pelecehan seksual.

Jika kinerja customer service memang dirasa kurang memuaskan, boleh lah kritiknya disampaikan secara baik-baik. Tenang saja, customer service tidak antikritik seperti… eh, seperti siapa, sih?

BACA JUGA Call Center Adalah Alternatif Profesi Paling Cocok bagi Fresh Graduate dan tulisan Dini Sukmaningtyas lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2021 oleh

Tags: customer servicepelanggan
Dini Sukmaningtyas

Dini Sukmaningtyas

Suka menulis, tapi lebih sering membaca. Bisa leluasa menulis ketika anak sedang tidur.

ArtikelTerkait

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

24 November 2023
3 Permintaan Paling Aneh yang Muncul di Jasa Fotokopi (Unsplash)

Mengungkap Alasan Tukang Fotokopi Sering Jutek dari Pelakunya Langsung

11 Juni 2023
Strategi Starbucks Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Terminal Mojok

Strategi Starbucks Mempertahankan Loyalitas Pelanggan

13 Juni 2022
5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman Mojok.co

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

20 Januari 2025
Dear Pengguna Jasa Laundry Kiloan, Ini lho Hal-hal yang Harus Kalian Pahami sebelum Menggunakan Jasa Kami Terminal Mojok

Dear Pengguna Jasa Laundry Kiloan, Ini lho Hal-hal yang Harus Kalian Pahami sebelum Menggunakan Jasa Kami

4 Desember 2022
Titip Belanjaan, Dosa Pelanggan Swalayan yang Paling Menyebalkan

Titip Belanjaan, Dosa Pelanggan Swalayan yang Paling Menyebalkan

28 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.