Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
18 Januari 2026
A A
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak daerah yang kebanjiran di Lamongan, ada satu kecamatan yang perlu diapresiasi kesabaran dan keikhlasannya, yakni Kecamatan Kalitengah. Iya, ada banyak sekali daerah di Lamongan yang sampai hari ini masih banjir. Dan ada satu daerah yang sudah kebanjiran hampir dua bulan, yakni Kecamatan Kalitengah.

Kalian nggak salah baca. Daerah itu memang kebanjiran dua bulan. Bayangkan saja, selama dua bulan, akses jalan utama desa tertutup air setinggi 60 sampai 70 sentimeter. Mobilitas warga lumpuh total. Anak sekolah, pekerja, pedagang, sampai pejabat desa harus menyesuaikan diri dengan realitas baru, yakni hidup di tengah genangan. Air juga masuk ke permukiman warga, merendam puluhan rumah dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

ADVERTISEMENT

Saya sangat prihatin ketika membaca beritanya dan tentu saja heran. Kondisi separah ini kok belum juga ditetapkan sebagai bencana regional. Padahal dampaknya jelas: ekonomi lumpuh, kesehatan terancam, pendidikan terganggu.

Baca juga: Jombang dan Lamongan, Saudara Senasib Sependeritaan: Sama-sama Dihimpit Tetangga yang Maju, Sama-sama Punya Infrastruktur Remuk.

Banjir dan rutinitas tahunan di Kalitengah Lamongan

Fyi saja, banjir di Kalitengah bukan cerita baru. Daerah ini sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan luapan Sungai Bengawan Jero. Namun banjir kali ini jelas beda level. Air tidak hanya datang lalu pergi, tapi menetap lebih lama. Hampir dua bulan belum surut, bahkan kabarnya justru makin tinggi.

Setiap tahun banjir, setiap tahun pula responsnya terasa seperti deja vu. Datang, data, foto, lalu pulang. Tidak ada penanganan serius untuk jangka panjang. Tidak ada roadmap yang jelas: mau diapakan Bengawan Jero ini? Mau normalisasi, tanggul permanen, atau ya sudah, pasrah saja?

Dianggap sudah biasa. Dianggap tidak mendesak.

Warga Kalitengah Lamongan seolah sudah hafal peran masing-masing. Dan entah kenapa, dalam logika negara, ketahanan warga sering dijadikan alasan untuk menunda penanganan.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

Sembako lagi, dan lagi

Saya cukup menyimak berita banjir ini. Ada momen ketika bupati datang berkunjung ke Kalitengah Lamongan dan masyarakat tetap menyambut. Mereka datang di balai pertemuan, duduk rapi, mendengarkan. Tidak ada warga yang melempar benda apa pun. Bahkan tidak melempar pertanyaan yang terlalu tajam. Jan, benar-benar kesabaran yang paripurna.

Saya bisa tahu ini karena pertemuan tersebut dibuat konten oleh humas pemda. Di konten itu nampak bupati terlihat sebagai pahlawan dengan memberikan sembako ke masyarakat. Padahal harusnya beliau meminta maaf karena kurang bisa mengurus banjir.

Kalau kita menyimak konten tersebut, isi komentarnya adalah kritikan. Ada yang mempertanyakan, kurang lebih begini, “Masyarakat sudah bisa makan, yang dibutuhkan adalah solusi”. Ada pula yang agak satir, “Ini syuting film apa lagi?” Saya tertawa membacanya.

Baca juga: Lamongan Memang Maido-Able, sebab Lamongan Problematik dan Memprihatinkan.

Bergerak bersama adalah kunci

Menurut keyakinan saya, Kalitengah Lamongan tidak butuh kunjungan seremonial, ceramah panjang, atau ha-hal yang berbau konten. Warga di sana membutuhkan solusi konkret agar banjir tahunan ini tidak terus jadi takdir. Normalisasi sungai, tata kelola air yang serius, dan keberanian menetapkan status bencana agar penanganannya bisa maksimal.

Pun sudah saatnya ada evaluasi. Sebab, bantuan yang datang kebanyakan sebatas sembako. Itu pun tidak semua dapat dan tidak selalu tepat waktu. Baru belakangan ini bantuan agak terasa, setelah air keburu lama menggenang.

Saya merasa semua warga Lamongan juga perlu membantu. Setidak-tidaknya semua akun Lamongan ikut menyuarakan dengan membuat konten tema banjir selama sebulan ini. Kita perlu lebih menggemakan suara kita. Sebab, ketika warga sudah terlalu sabar, negara sering merasa aman. Tidak ada tekanan. Tidak ada urgensi. Dan tidak ada dorongan untuk berpikir lebih jauh dari sekadar bantuan darurat.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lamongan Adalah Daerah dengan Pusat Kota Terburuk yang Pernah Saya Tahu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2026 oleh

Tags: banjirbupati lamonganKabupaten LamonganKalitengah LamonganKecamatan Kalitengahlamongan
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Bepergian di Palembang Cuma Bikin Emosi: Bukan karena Jarak yang Jauh, tapi karena Macet!

3 Masalah Besar yang Tidak Kunjung Terselesaikan dan Menggerogoti Palembang

29 Januari 2025
Gerakan Warga Menambal Jalan Lamongan Cerminan Betapa Muak Warga terhadap Pemerintah Mojok.co

Gerakan Warga Menambal Jalan di Lamongan Cerminan Betapa Muak Warga terhadap Pemerintah

18 Februari 2025
Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

27 Desember 2024
Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya

Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota Ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya

17 Mei 2024
Lontong Sayur Yu Wur Lamongan Bukan Jualan, tapi Sedekah. Seporsi Cuma Rp1.000-an  Mojok.co

Lontong Sayur Yu Wur Lamongan Bukan Jualan, tapi Sedekah. Seporsi Cuma Rp1.000-an 

2 Oktober 2024
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Enak Mana, Tinggal di Tangerang atau Malang? Ya Jelas Malang, lah! (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.