Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
23 November 2020
A A
Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya saya sudah tidak niat membalas tulisan Mas Seto Wicaksono yang berjudul “Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada,” sebab sudah dibalas oleh Mas Gusti dengan tulisan “Kalau Alur Film Bokep Dianggap Membosankan, Mungkin Situ Buka dari Situs Itu-itu doang” yang saya kira sudah clear urusan masalah perbokepan ini.

Saat saya baca tulisan Mas Gusti, lho kok kurang. Iya, rasanya kurang banget dan tidak menyelesaikan apa pun. Tulisan Mas Gusti Aditya ini seperti orang yang membantah soal teologis agama A, malah dibalas dengan dalil-dalil agama B. Alias nggak nyambung. Oleh karena alasan itu, saya akan menulis tambahan yang sekiranya menguatkan bantahan kepada Mas Seto. 

Mas Seto Wicaksono yang mulai bosan menonton bokep, saat saya membaca tulisan kisanak, sebenarnya saya tidak merasa offended atau sakit hati. Saya bukan seorang yang bergelut di industri tersebut, dan saya juga bukanlah orang yang maniak-maniak amat soal bokep. Bokep adalah dua mata pisau bagi saya, sebenarnya. Namun, berhubung alasan Mas Seto Wicaksono dalam tulisan sangat “apaan sih” sekali, saya jadi ingin mengomentari.

Anggaplah tulisannya Mas Gusti Aditya dengan referensi dunia bokepnya yang itu-itu saja belum muncul, belum masuk ke Terminal Mojok, anggap dulu seperti itu. Supaya Mas Seto bisa membaca tulisan saya dengan khidmat dan bersahaja. (((Ngomongin bokep pakai acara khidmat dan bersahaja))) anjimmm. 

Mas Seto Wicaksono yang mulai bosan nonton bokep, setelah saya amati tulisan Mas Seto, terdapat beberapa hal yang menjadi poin penting mengapa Mas Seto Wicaksono bosan dengan alur atau skenario film-film biru. Poin-poin tersebut saya kumpulkan, dan saya tambahkan dengan dugaan pribadi saya, mengapa Mas Seto mulai bosan. 

Pertama, Mas Seto bilang film-film bokep mau yang durasinya lama atau pendek semuanya sama saja. Bahkan saya kutip dari tulisan kisanak, “Nggak perlu nunggu sampai filmnya selesai. Dari awal cerita saja sudah anti-klimaks dan bikin malas sekaligus nggak selera nonton.” Saya beranggapan bahwa Mas Seto Wicaksono bukanlah penikmat yang baik.

Lho kok begitu? Jelas, karena Mas Seto Wicaksono sudah dari awal memberikan judge yang sangat keji. Apalagi sama pada ucapan, “nggak perlu nunggu sampai selesai.” Mbok itu dinikmati dulu pelan-pelan, Mas. Namanya film, kadang-kadang ada yang bagus dari awal atau jelek di awal. Sayang bukan, sudah capek-capek abis kuota, malah di-judge duluan.

Kalau sudah di-judge duluan, ujung-ujungnya pasti hanya nonton potongan-potongan. Sudah nggak dinikmati, nonton dipotong-potong atau dicepat-cepatin hanya untuk nonton bagian hubungan seksualnya. Apa nggak aneh? Wqwqwq. 

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Kedua, Mas Seto Wicaksono ini cukup aneh, ya. Masa nonton bokep rame-rame dengan teman, Mas? Mas Seto ini bikin paguyuban bokep mania atau bagaimana? Apalagi nonton bareng-bareng bersama (((teman-teman kuliah))). Agak kontradiktif, ya. Sebenarnya itu juga yang membuat kisanak tidak bisa menikmati bokep secara maksimal, Mas. 

Bokep adalah sesuatu yang diciptakan untuk kesenangan pribadi. Melihat ketelanjangan aktris di dalamnya, lalu melakukan senggama, kenikmatan menonton tidak akan didapat saat menonton ramai-ramai. Rasanya pasti serba nanggung, bukan? Jujur saja, Mas Seto. Pasti berahi saat nonton, tapi ingin tetap terlihat cool saat nonton bareng-bareng. Sebuah ironi, malah nyiksa diri. Lain kali, nikmati sendiri di kamar atau barangkali mengajak istri. Buat referensi. 

Ketiga, anggapan soal Mas Seto Wicaksono yang bilang alur skenario adalah ulah elite global itu kejauhan. Sangat jauh. Semata-mata, alasannya hanya karena Mas Seto Wicaksono kurang jauh mainnya. Kurang. Jauh. Itu saya tegaskan, ya, Mas. Mas Seto kemungkinan besar menikmati film-film bokep hanya di situs-situs gratisan, yang inisialnya ada “x,”, kan? 

Nggak salah, Mas. Nggak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, mungkin Mas Seto ini berkutat dengan genre-genre yang tersaji di layar kaca kisanak. Tidak di-explore lebih dalam, dan langsung judge saja. Lantaran kebanyakan nonton bokep Barat yang cuma, “Oh yes, oh no” dan bokep Jepang yang “ikeh-ikeh kimochi” ala kadarnya, Mas Seto jadi berasumsi bahwa film erotis hanya sampai pada tahap itu.

Mas, coba kisanak ke imdb. Asli, di imdb itu ada film-film erotis masuk ke dalam list mereka. Walaupun itu film erotis, tapi masih film, kan? Coba cari film-film erotis garapan sutradara asal Italia, contohnya Tinto Brass yang membuat film erotis fenomenal berjudul Caligula itu. Setelahnya film-film erotis karya beliau juga sangat bagus, kok. Terlepas dari rating, ya. Sebab saya tahu mas Seto Wicaksono adalah orang yang percaya, “Rating Sebuah Film Nggak Perlu Dipercaya Sampai Kita Nonton Filmnya Sendiri.”

Untuk Jepang, coba masnya cari-cari lebih dalam. Jangan sungkan bertanya kepada admin Twitter bokep Jepang, sepertinya mereka lebih ahli soal ini. Sebab, sepahamanan saya bokep Jepang yang sangat kelewat bagus dan menitik beratkan ke alur cerita juga sangat banyak. 

Terlepas dari itu, mungkin sebenarnya Mas Seto Wicaksono ini hanya merasa kehidupan seksual dalam rumah tangganya cukup memuaskan, makanya merasakan bokep itu membosankan. Saya sih mencoba berprasangka baik seperti itu, sebab nyari alasan lain nggak nemu. Wqwqwq.

Satu hal lagi, seperti yang diucapkan Mas Seto Wicaksono, kalau bicara moral saya juga sebenarnya tidak menyarankan nonton bokep. Itu sepakat (jiahhh alasan~)

BACA JUGA Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Posisi dan Caranya Nonton Bokep dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2020 oleh

Tags: bokepFilm
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Pesan Moral dari Film Akhir Kisah Cinta Si Doel: Jangan Cari pasangan yang Terlalu Baik

Pesan Moral dari Film Akhir Kisah Cinta Si Doel: Jangan Cari pasangan yang Terlalu Baik

30 Januari 2020
Tollywood: Kadang, Melawan Nalar Itu Menyenangkan

Tollywood: Kadang, Melawan Nalar Itu Menyenangkan

7 Juni 2023
Nonton Bioskop Sendirian Itu Sama Sekali Nggak Ngenes, Malah Banyak Untungnya Mojok.co

Nonton Bioskop Sendirian Itu Sama Sekali Nggak Ngenes, Malah Banyak Untungnya

28 Mei 2024
Film 'You and I’, Kisah Romantis Dua Eks Tapol yang Lahir dari Penjara terminal mojok.co

Film Dokumenter ‘You and I’, Kisah Romantis Dua Eks Tapol yang Bertemu di Penjara

10 April 2021
Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan Mojok.co

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan

5 Desember 2023
menonton film di bioskop

Plis Jangan Ngajak Anak Kecil Menonton Film Nggak Sesuai Rating!

19 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.