Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Belakangan ini ramai kembali istilah 8.0.4 di dunia birokrasi, lantaran ada pimpinan Kementerian yang menyampaikan bahwa bawahannya banyak yang menerapkan prinsip tersebut. Kabarnya, di instansi yang beliau pimpin ada ribuan ASN yang mangkir setelah libur lebaran.

Buat yang belum tahu, 8.0.4 itu maksudnya adalah ASN datang jam 8, kosong atau nggak ngapa-ngapain selama jam kerja, lalu pulang jam 4 sore. Sebenarnya istilah ini cukup lama di birokrasi kita. Ramai lagi karena disampaikan di depan media saja.

Terus terang, saya nggak denial bahwa ada ASN yang menerapkan prinsip itu. Bahkan jumlahnya mungkin nggak sedikit. Akan tetapi, nggak adil juga buat menyamaratakan semua ASN begitu. Kasihan dong kami-kami ini yang bekerja.

ASN muda, tempat sampah pekerjaan

Asal kalian tahu, nggak semua ASN itu nganggur, terutama para abdi negara muda. Mereka-mereka ini malah jadi tempat sampah pekerjaan senior. Nggak percaya?

Para buruh negara yang nganggur itu bukan nggak punya kerjaan. Mereka semua punya pekerjaan, tapi nggak pada dikerjain aja. Kalaupun ada kerjaan yang harus segera ditunaikan, mereka malah lempar ke ASN muda.

Ada saja alasan mereka nggak menyelesaikan kerjaan. Mulai dari alasan keluarga sampai gaptek. Saran saya kalau sudah nggak sanggup bekerja mending pensiun dini atau mengundurkan diri saja. Jangan jadi benalu di instansi pemerintah!

BACA JUGA: Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Sudah kerja di luar tanggung jawab, tapi tetap disalahin

Saat ASN senior tak mau mengerjakan tugasnya, otomatis pekerjaannya akan dilempar ke ASN muda. Masalahnya, para abdi muda ini belum punya daya dan upaya untuk menolak perintah atasan. Soalnya, menolak perintah atasan dianggap bentuk pembangkangan, sekalipun penolakan itu masuk akal.

Mayoritas ASN muda masih hijau perkara tugas di luar tanggung jawabnya. Mengingat masa kerjanya juga baru seumur jagung. Terlebih ASN muda yang masih fresh graduate.

Dengan pengalaman yang minim, hampir bisa dipastikan ASN muda mengalami beberapa kesalahan ketika melaksanakan tugas. Bagi saya itu sangat-sangat wajar. Toh mereka juga mengerjakan tugas yang bukan tanggung jawab utamanya.

Tapi, apesnya, kalau buruh negara muda yang salah, dipojokkannya kayak orang abis nyolong ayam. Nyaris satu kantor nyinyir semua. Padahal mereka juga males kerja dan belum tentu juga bisa kerja.

Akar masalahnya ada di pimpinan

Semua akar masalah ASN ini sebenarnya ada di pimpinan. Mulai dari pimpinan tingkat tertinggi sampai terendah di sebuah instansi. Kok bisa begitu?

Banyak pimpinan tertinggi instansi pemerintah mempercayakan jabatan bukan ke orang yang kompeten. Mereka malah memilih pejabat berdasarkan kedekatan. Hampir pasti yang dipilih adalah orang-orang yang pintar cari muka. Lantas orang yang pintar dan bisa kerja tapi nggak cari muka gimana? Ya jalan di tempat kariernya.

Tunggu, tapi itu bukan bagian terburuknya. Bos-bos kecil yang kurang kompeten ini memimpin berbagai unit kerja. Mereka bukan hanya kurang kompeten, kadang nggak tau juga KPI unit kerjanya apa.

Belum lagi kalau ketemu bos kecil yang menerapkan sistem komando. Ketika anak buahnya mencoba berinovasi dalam pekerjaan, dianggap nggak koordinasi dulu dengan pimpinan. Pokoknya semua pekerjaan yang dilakukan harus seizin dan sepengetahuan dia. Sebenarnya sebagai kroco-kroco kami bukan nggak mau izin atau koordinasi ke pimpinan, tapi bapak/ibu juga ngang ngong ngang ngong saat diajak diskusi.

Selain itu ada juga bos yang jarang ngecek anak buahnya beneran kerja atau nggak. Yang penting anak buahnya datang aja ke kantor, itu udah dianggap kerja. Makanya ada prinsip 8.0.4 tadi.

Kalau cuma bisa ngeluh ASN malas, dari dulu mah udah tahu

Bapak/ibu pimpinan instansi yang terhormat, kalau Anda hanya bisa mengeluh dan menyampaikan banyak ASN yang malas, kami juga tahu dari lama soal itu. Kami dari dulu udah ngeluh ngelihat rekan sejawat yang bengong doang pas jam kerja.

Yang kami tunggu itu perbaikan sistem kerja, jenjang karier berdasarkan meritokrasi dan ketegasan pimpinan. Misal bapak/ibu pimpinan nggak sanggup mengubah habit buruk itu mending mengundurkan diri saja deh. Kasih jabatannya ke orang lebih kompeten. Kami bawahan juga udah capek dipimpin orang nggak kompeten.

Dengan segala situasi yang telah dijabarkan tadi, membuat saya sebel banget sama netizen yang suka bilang semua ASN nggak kerja atau kerjanya nganggur doang. Coba sini ngomong begitu depan saya. Biar kita baku hantam saja sekalian.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Serba Salah Jadi ASN: Terlalu Rajin Dibilang Cari Muka, Terlalu Santai Dicap Pemalas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version