Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

KA Batavia Rute Jakarta-Solo, Satu-satunya Kereta Ekonomi yang Berangkat dari Stasiun Gambir

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
12 November 2025
A A
KA Batavia Rute Jakarta-Solo, Satu-satunya Kereta Ekonomi yang Berangkat dari Stasiun Gambir

KA Batavia Rute Jakarta-Solo, Satu-satunya Kereta Ekonomi yang Berangkat dari Stasiun Gambir (Irvan Cahyo via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

KA Batavia memberikanmu pengalaman ala sultan sekalipun kamu duduk di kelas ekonomi. Ya iyalah, kereta ekonomi naik dari Stasiun Gambir, gimana nggak terasa mewah?

Saya termasuk pelanggan setia KAI dan rute wajibnya adalah Jogja, kota yang selalu meminta saya untuk pulang. Seringnya saya naik rangkaian ekonomi. Apalagi saat ini hampir semua kelas ekonomi sudah New Generation, nggak kalah nyaman sama eksekutif. Nah, biasanya kereta ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat. Jadi saya sudah bersahabat dengan stasiun yang padat ini.

Akan tetapi, saat ke Jogja pekan lalu, saya menemukan KA Batavia. Kereta ini agak asing namanya dan ternyata memang masih anyar. Saya sempat dibuat bingung karena kelas yang tertera adalah ekonomi tapi berangkat dari Stasiun Gambir. Sejak kapan kereta kaum menengah ini jalan dari stasiun mewah?

Tanpa pikir panjang langsung saya beli tiketnya. Waktu tempuh ke Jogja 7 jam 30 menit, dengan keberangkatan pukul 09.35. Jam ini pas menurut saya karena sampai Jogja sore hari dan bisa langsung jalan-jalan.

Sensasinya terasa menarik, tiket kelas ekonomi tapi duduk cantik di ruang tunggu Stasiun Gambir yang tenang dan dingin. Sejenak terlintas di benak saya suasana di Stasiun Pasar Senen yang riuh, agak gerah, dan penuh. Saat kereta datang, masuk ke gerbong pun santai dan tidak rebutan takut kehabisan bagasi untuk meletakkan barang. Kenapa bisa beda banget gini vibesnya? Padahal sama-sama stasiun besar.

Ikut rangkaian eksekutif, penumpang ekonomi bisa merasakan kenyamanan di Stasiun Gambir

Biasanya, rangkaian kereta yang berangkat dari Stasiun Gambir adalah kelas eksekutif. Saya belum pernah melihat kelas ekonomi bertengger di stasiun yang identik dengan “kelas atas” tersebut. Saat memilih kereta ekonomi atau bisnis, saya selalu naik dari Stasiun Pasar Senen.

Namun, beda ceritanya dengan KA Batavia relasi Gambir-Solo Balapan ini. Ya, dia start dari Stasiun Gambir. Kereta ini tidak sepenuhnya kelas ekonomi. KA Batavia menggunakan rangkaian campuran (eksekutif dan ekonomi) Stainless Steel New Generation.

Waktu itu, saya ambil kelas ekonomi menuju Jogja. Pertama kalinya saya naik kereta ekonomi dan berangkat dari Gambir. Penumpang mendang-mending pun bisa merasakan kenyamanan di stasiun sultan ini. Sip, kereta yang terbilang baru ini berhasil mencuri perhatian saya.

Baca Juga:

KA Gaya Baru Malam Selatan New Generation: Ketika Si Tua Bangka Dipaksa Glow-Up demi Status Sosial

Aura Miskin Stasiun Pasar Senen Jakarta Sudah Lenyap dan Nggak Kalah dari Stasiun Gambir

Harga tiket sepadan dengan fasilitas yang didapatkan

Untuk jenis kelas ekonomi, KA Batavia terbilang lumayan mahal. Tarif gerbong Ekonomi New Generation dibanderol Rp350 ribu. Kalau ingin kelas eksekutif, kamu harus membayar Rp530 ribu. Harga ini sebenarnya nggak beda jauh dengan kelas ekonomi di Stasiun Pasar Senen tapi fasilitas yang didapatkan sebanding.

Privilege paling terasa ya Stasiun Gambirnya itu. Waiting room nyaman dan bersih, tidak terlalu crowded. Banyak tenant untuk beli perbekalan di jalan, ada resto sampai coffee shop. Lokasi stasiun pun terletak di area Jakarta Pusat yang strategis. Beda lah pokoknya dengan vibes Pasar Senen.

Untuk suasana di kereta sih sama saja, layaknya Ekonomi New Generation pada umumnya. Tapi rasanya lebih eksklusif aja karena berangkatnya dari Gambir. Nggak ada pemandangan penumpang bawa kardus. Hehehe.

KA Batavia hanya ada di hari Kamis-Minggu

Ada satu hal unik dari kereta yang baru beroperasi awal 2025 ini, yaitu beroperasi hanya setiap Kamis-Minggu. Saya pun baru paham karena iseng-iseng cek KAI Access, eh KA Batavia tidak ada di Hari Senin-Rabu. Entah apa alasannya cuma berangkat pada weekend saja, saya belum menemukan jawabannya.

Jadi kalau kamu mau merasakan jadi penumpang ekonomi tapi rasa eksekutif, pesanlah tiket KA Batavia di waktu yang sudah ditentukan. Artinya, kamu hanya bisa menikmati momen ini saat akhir pekan saja. Jangan kebanyakan mikir kalau mau pesan tiket, takut kehabisan karena peminatnya cukup banyak loh.

Meskipun demikian, namanya juga kereta campuran, KA Batavia tetap harus mengalah dan memberikan jalan kepada kereta argo dan kereta full gerbong eksekutif lainnya. Tapi, saya bakalan selalu naik ini sih kalau ke Jogja. Gimana, tertarik nggak cobain KA Batavia?

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stasiun Gambir, Cinta dan Sakit Hati Pertama Seorang Perantau di Jakarta yang Kini Sudah “Purna Tugas”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2025 oleh

Tags: KA Batavia Jakarta-Solokereta api bataviaKereta ekonomi new generationstainless steel new generationstasiun gambir
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

KA Gaya Baru Malam Selatan New Generation: Ketika Si Tua Bangka Dipaksa Glow-Up demi Status Sosial

KA Gaya Baru Malam Selatan New Generation: Ketika Si Tua Bangka Dipaksa Glow-Up demi Status Sosial

2 Oktober 2025
3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

9 Juni 2022
3 Hal yang Akan Saya Rindukan dari Stasiun Gambir

“Dilarang Parkir” dan “Dilarang Berhenti”, 2 Rambu di Depan Stasiun Gambir Jakarta yang Nggak Ada Harga Dirinya Sama Sekali

6 November 2024
Stasiun Pasar Senen Jakarta Mojok.co

Aura Miskin Stasiun Pasar Senen Jakarta Sudah Lenyap dan Nggak Kalah dari Stasiun Gambir

16 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.