Joki Skripsi Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa

Joki Skripsi Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa Mojok.co

Joki Skripsi Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa (unsplash.com)

Joki skripsi lebih solutif dan responsif daripada dosen pembimbing. 

Menyusun skripsi menjadi tahap akhir dalam perjalanan akademik seorang mahasiswa. Pengetahuan dan kemampuan mereka diuji dalam bentuk penelitian. Tahapan ini kerap menjadi momok bagi mahasiswa karena sulit. Tidak hanya mengandalkan ilmu-ilmu yang dipelajari selama duduk di bangku kuliah, penyelesaian skripsi juga perlu ketekunan dan sedikit keberuntungan.

Iya, skripsi perlu sedikit keberuntungan. Mahasiswa dikatakan beruntung kalau faktor-faktor di luar kendalinya serba mendukung. Salah satunya, mendapat dosen pembimbing yang responsif dan solutif. Selama punya dosen pembimbing yang mendukung seperti itu, sesulit apapun topik skripsi mahasiswa pasti akan selesai juga.  

Sayangnya, tidak semua mahasiswa beruntung mendapat dosen pembimbing seperti itu. Banyak mahasiswa yang merasa buntu dengan skripsinya dan tidak bisa berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Ujung-ujungnya proses pengerjaan skripsi terhambat, berlarut-larut dan lulus kuliah jadi semakin lama

Di tengah kekalutan itu, tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya menggunakan jasa ketiga untuk mengerjakan skripsi alis joki skripsi. Ini jelas menjadi momok dunia pendidikan. Apalagi, selidik punya selidik, mahasiswa yang menggunakan jasa joki skripsi tidaklah sedikit.  

Joki skripsi muncul karena kebutuhan

Saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mahasiswa yang menggunakan jasa joki skripsi. Apalagi, kalau mereka sudah memasuki tahun ke-7 kuliah dan dosen pembimbingnya ilang-ilangan. Waktu terus berputar, mahasiswa perlu mencari jalan keluar agar tidak dikeluarkan kampus.  

Saya juga tidak bisa menyalahkan joki skripsi sepenuhnya. Penawaran ada kalau ada permintaan. Joki skripsi muncul karena banyak mahasiswa  membutuhkan jasanya. Kebutuhan akan joki skripsi timbul salah satunya karena dosen pembimbing tidak bisa memenuhi keinginan mahasiswa skripsi. 

Sekarang boleh survei kecil-kecilan, berapa banyak mahasiswa yang tidak mendapat umpan balik yang baik dari dosen pembimbingnya. Jangankan umpan balik, banyak mahasiswa yang kesulitan menghubungi dosennya hanya demi bimbingan skripsi. Malah banyak mahasiswa kena gaslight ketika menanyakan jadwal bimbingan. 

Hal lain yang mendorong mahasiswa mencari joki skripsi adalah dosen pembimbing tidak mampu memberikan arahan yang tepat. Hal ini menciptakan kebingungan dan kecemasan di kepala mahasiswa. Salah satu teman saya yang pernah jadi joki bercerita, dia sering mendapatkan pelanggan yang kebinguan karena dosen pembimbing memberikan revisi yang tidak detail. 

Mengandalkan pihak ketiga untuk mengerjakan skripsi memang menimbulkan rasa tenang. Joki skripsi lebih responsif dan solutif daripada dosen pembimbing. Kepastian-kepastian semacam inilah yang terkadang dibutuhkan mahasiswa, apalagi mahasiswa tingkat akhir yang sudah kalut. Kepastian yang tidak pernah mereka dapat dari dosen pembimbing yang tidak bertanggung jawab. 

Baca halaman selanjutnya: Tugas dosen …

Tugas dosen terlalu banyak

Saya memahami, tugas dosen tidak hanya memberikan pendidikan dan pengajaran ke mahasiswa. Mereka juga diwajibkan untuk melakukan penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Belum lagi beban administrasi yang menumpuk. Intinya, saya tahu tugas dosen itu banyak banget. 

Di tengah tuntutan yang banyak sekali itu, saya rasa manusiawi kalau ada satu atau dua tugas yang keteteran. Sangat mungkin tugas membimbing mahasiswa menjasi salah satu yang tidak terpegang. Sudah terlalu sering saya mendengar dosen yang lepas tangan atau membatalkan janji bimbingan skripsi dengan alasan rapat dan tugas diluar. 

Di tengah tugas yang padat itu, sebenarnya dosbing memungkinkan untuk memberikan bimbingan secara daring. Sayangnya tidak semua dosen melakukan itu. Mereka benar-benar melepas mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Memang, mahasiswa sudah dewasa dan dapat belajar mandiri, tapi bukan berarti mereka tidak perlu bimbingan. Apalagi dalam melakukan penelitian. 

Kalau mau memberantas joki skripsi, saya rasa dari sisi permintaannya perlu diberesken terlebih dahulu. Cari akar permasalahan kenapa mahasiswa memerlukan jasa ini. Saya yakin dosen pembimbing yang tidak bertanggung jawab hanyalah pucuk gunung es dari munculnya permintaan jasa joki skripsi. Di balik itu ada sistem besar yang perlu diperbaiki. 

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version