Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Jika Naruto Benar-benar Mati, Kita Harus Persiapkan Hal Ini

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
23 Oktober 2020
A A
Jika Naruto Benar-benar Mati, Kita Harus Persiapkan Hal Ini terminal mojok.co

Jika Naruto Benar-benar Mati, Kita Harus Persiapkan Hal Ini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tak pernah menganggap Naruto itu segalanya. Lebih tepatnya, Naruto merupakan pemecut semangat saya ketika mendapatkan ranking terbawah ketika SMP. Berkatnya, pikiran saya yang saat itu belum rusak, menganggap bahwa saya masih bisa berbenah dan meraih cita-cita. Setidaknya, masih ada cahaya di tengah kegelapan.

Saya tak pernah menganggap Naruto adalah filosofi cinta kasih yang terselip dari lembar demi lembar komik. Lebih tepatnya, digamparnya Naruto atas Sakura dan lebih memilih Sasuke, adalah penyelamat saya ketika bribikan yang saya sukai ketika SMP lebih memilih kawan dekat saya. Entah sejak kapan, sosok konyol blio, berubah menjadi sosok yang saya hormati tanpa merendahkan sosok lainnya.

Jogja yang hujan nyatanya bukan pertanda baik untuk keberlangsungan perasaan saya. Benar saja, dalam Boruto Chapter 51, Nanadaime diprediksi akan wafat lantaran melakukan “pengorbanan” untuk Boruto secara sempit, Warga Konoha secara luas. Entah ini akan menjadi penuh spoiler atau tidak, yang jelas saya hanya ingin menyampaikan betapa nggerusnya chapter ini.

Saya tidak sedang berlebihan, meninggalnya Naruto, itu berarti hilang pula satu “penunjuk arah” kehidupan saya ketika kecil. Entah bagaimana dengan kalian yang memiliki kisah sentimentil atau tidak. Pun kalau mau bilang saya berlebihan, silakan. Saya mengizinkan.

Naruto memang beberapa kali terlepas dari kematian. Pun banyak sekali hoaks yang tersebar mengenai kematian blio. Melalui chapter ini, mari kita memikirkan kemungkinan terburuk dan apa yang harus kita persiapan untuk menerima semua itu dengan lapang dada dan seikhlas-ikhlasnya.

Pertama, saya mau membaca ulang manga Naruto dari awal. Saya rasa, kalian juga bisa melakukan hal yang sama. Bukan hanya untuk Naruto, saya mau berterima kasih kepada Kishimoto Sensei. Bukan hanya art-work yang acap kali merobek perasaan, tapi juga proses kreatif kala beliau melahirkan tokoh-tokoh dalam jagat Naruto.

Sore ini, ditemani Jogja yang sedang diguyur hujan, sebelum menulis tulisan ini, saya membuka lembar demi lembar komik Naruto. Bagaimana Tim 7 terbentuk, bagaimana Akatsuki menjadi momok, hingga kisah getir Jiraiya yang berusaha menjadi pria sejati melalui caranya.

Kedua, kaji lebih dalam mengenai kisah Naruto. Katanya, tingkat kasih sayang paling dalam adalah sebuah kritikan. Tak elok memang mengkritik sebuah manga yang solid, tapi tak ada salahnya jika mengembangkan plot utama maupun sampingan dalam sebuah kajian.

Baca Juga:

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Misalkan, kisah pemimpin Konoha itu apakah benar-benar mengusung asas oligarki? Kemudian, kaji mengenai apakah ada potensi klan yang membangkang dari Konoha layaknya Klan Uchiha beberapa tahun silam? Walau kesannya bagai teori liar dan usang, melalui kajian ini, sosok Naruto akan terus mendekam di hati. Setidaknya, dalam waktu yang lama.

Kaji juga tokoh-tokoh yang lain. Siapa pun itu yang ada di dekatnya Naruto. Siapa pun itu yang membuatnya berkembang. Guru Iruka, terutama. Sosok yang mempunyai tempat paling khusyuk di hati Naruto. Sosok yang tanpa sadar, menempa Naruto dalam keheningan kehidupan.

Ketiga, berkumpul bersama para penggemar Naruto yang lain. Saya rasa, jika pandemi tidak ikut campur dan terlibat secara banyak, sebuah pertemuan harus dilakukan jika benar-benar wafat. Entah pertemuan secara besar, atau pertemuan kecil yang melibatkan orang-orang yang menurutmu tepat untuk melihat tangismu.

Kalau saya sih jelas, harus ada bekonang dan Ale-Ale untuk memantapkan barisan derai air mata. Wes to, nggak ada jawaban paling tepat selain merayakan kematian Naruto dengan cawan ke cawan. Mau arak, brem, ciu, tuak, hingga bekonang, sopi, terserah. Seadanya di daerahmu adanya apa. Berhubung arak nggak ada, ya sudah seadanya. Dengan mabuk, rasanya saya baru bisa plong untuk menangis.

Saya menghubungi kawan saya yang juga penggemar Naruto. Ia langsung memiliki plan tersendiri, “Nanti kumpul di kebon milik Pak Musam. Kita duduk melingkar, satu per satu bercerita pengalaman manis bersama Naruto sambil setenggak demi setenggak bekonang. Habis itu kita tutup dengan berpelukan, menangis, dan hamdalah.”

Kawan saya satu lagi juga memiliki plan tersendiri. Begini katanya, “Kalau aku mau muterin desa saja. Tapi sambil lari. Bukan lari biasa, tapi lari gaya Naruto yang tangannya ke belakang. Tentunya, sambil menangis.”

Intinya, mari kita lepas Naruto dengan sedikit perasaan njarem sampai ke ulu ati, tetapi suka cita datang belakangan untuk menyertai. Ya, bayangkan saja di atas sana, Naruto sedang ngeteh bersama Minato dan Hiruzen bahwa Konoha telah baik-baik saja. Kemudian ia berjalan-jalan bersama Neji seraya mengatakan, adiknya, Hinata, telah bahagia.

Tak lupa ia mentraktir rokok untuk Guru Asuma dan menjelaskan bahwa Shikamaru, Chouji, dan Ino, telah menjadi ninja yang kafah dan berbuat banyak kebaikan untuk warga Konoha. Melalui malam yang tenang entah di mana, Naruto bertatap muka dengan Itachi dan memberitahu bahwa adiknya, Sasuke, kini menjadi ninja yang meletakkan cinta kasih, jerih payah, dan suka cita untuk Konoha. Sebuah hal yang tak pernah dilakukan oleh Itachi dengan baik dan benar, selama semasa hidupnya.

Terlepas dari semua kegiatan yang harus dilakukan di atas, semoga kalian melakukan hal yang positif untuk mengenang kepergiannya. Ya, itu pun kalau jadi ajal menjemputnya. Namun, sebaik-baiknya sebuah kematian, adalah bagaimana cara orang lain mengenang dia. Dengan matinya Naruto, itu adalah sebuah hal yang menandai kehidupannya dalam menginspirasi generasi ke generasi, telah paripurna. Tutup buku dan ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.

BACA JUGA Boruto Beli Gacha Melulu, Uang Sakunya Emang Berapa, sih? dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2021 oleh

Tags: naruto
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

film pengkhianatan uchiha akatsuki naruto mojok.co contoh parodi

Film ‘Pengkhianatan Uchiha’ dan Bahaya Kebangkitan Akatsuki

8 Oktober 2020
hokage konoha kapasitas chakra naruto baryon mode hokage naruto boruto mojok

Panduan Memahami Bagaimana Hokage Dipilih

25 November 2020
karakter perempuan karakter anime hobi beban selain Sakura Haruno Naruto mojok

Karakter Perempuan Madesu dalam Anime Bukan Cuma Masalah Naruto dan Boruto

21 Desember 2020
Hah, Serial One Piece Lebih Baik? Padahal Ceritanya Aja Bermasalah!

Hah, Serial One Piece Lebih Baik? Padahal Ceritanya Aja Bermasalah!

23 April 2020
Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren (Unsplash)

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

19 Mei 2025
hokage konoha kapasitas chakra naruto baryon mode hokage naruto boruto mojok

Boruto Chapter 52: Penjelasan Baryon Mode dan Prediksi tentang Nasib Naruto

22 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.