Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Jerawat Setitik, Rusak Selfie Setongkrongan Itu Nyata

Fitrie Goesmayanti oleh Fitrie Goesmayanti
30 Januari 2021
A A
Karena Jerawat Setitik, Rusak Selfie Setongkrongan Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Foto selfie se-geng yang isinya cewek-cewek semua itu bisa panjang urusannya. Kalau ada satu orang saja yang merasa dirinya kelihatan jelek di foto, jangan harap kegiatan jeprat-jepretnya bakalan sebentar. 

Bukan cuma minta diulang, tapi setiap ada yang merasa penampakannya kurang kece dibanding cewek-cewek yang lain, fotonya harus langsung dihapus dari ponsel. Dan kalau foto itu sampai nongol di media sosial, wah gawat! Bisa-bisa perang besar sampai lupa sama sumpah setia best friend forever.

Makanya, banyak cewek yang kalau lagi foto-foto bareng harus dilihat dulu hasilnya setiap kali habis dijepret. Biasanya sih karena takut kelihatan jelek. Tapi, sebenarnya bukan jelek yang buruk rupa, hanya tidak mau jadi yang paling biasa saja di antara cewek-cewek lain yang kelihatannya lebih kinclong.

Salah satu yang bikin nggak pede biasanya jerawat. Ada jerawat setitik saja, padahal belum tentu juga kelihatan di kamera, bisa bikin buyar momen selfie di tengah acara nongkrong yang seru. 

Mungkin begitu kira-kira yang terjadi saat seleb muda Kathy Indera saat tengah kongko bareng teman-temannya. Biasalah, kabar konflik di dunia hiburan cepat sekali viralnya di akun-akun pergosipan Instagram.  

Jadi ceritanya, pas lagi asyik selfie-selfie, ada satu teman Kathy yang tidak pede dengan jerawatnya. Teman Kathy ini adalah Rachel Eleeza Coloay, Puteri Indonesia Persahabatan 2020. Menurut Kathy, Rachel ribet sendiri dengan jerawatnya saat mereka sedang selfie. Lantaran kesal dan teman-teman yang lain juga jadi pada bete, Kathy bilang ke Rachel supaya fotonya diedit saja biar jerawatnya hilang.  

Sepertinya ucapan Kathy itu bikin Rachel emosi jiwa dan menyebut Kathy skin shaming padanya. Padahal menurut Kathy, Rachel skin shaming dirinya sendiri dengan segala keribetannya sama jerawat sampai bikin rusak suasana. Keduanya bahkan sampai adu mulut dan harus dipisahkan oleh teman-teman mereka.  

Drama pertengkaran dua cewek itu seru banget… tapi bohong! Ribut-ribut mereka nyatanya cuma settingan. Baru-baru ini terungkap kalau video viral itu dibuat oleh produk skincare yang sedang mengampanyekan gerakan stop skin shaming.  

Baca Juga:

Jerawat Batu di Bagian Dahi, Hal Paling Menyebalkan dalam Hidup

Mengenang Lifebuoy Clear Skin, Pionir Sabun Batang untuk Atasi Jerawat

Tapi nggak apa-apa cuma settingan, karena saya rasa ini harus dibahas. Masalahnya, minta ulang foto di kalangan cewek pencinta selfie sudah jadi kebiasaan yang mengesalkan. 

Sebenarnya bukan cuma urusan jerawat, tapi semua hal yang bikin cewek merasa terlihat kurang cantik bakal bikin selfie nggak kelar-kelar. Pokoknya lama banget deh kalau ada kegiatan foto-foto di rundown acara kumpul para cewek. 

Angle salah, ulang. Mata merem, hapus. Senyum aneh, nggak terima. Ketutupan cewek lain, protes. Dan yang paling sering bikin kesal itu kalau ada yang merasa kelihatan gendut. 

Bukan pernah lagi, tapi sering banget saya alami hal seperti itu. Acara foto-foto jadi lama banget gara-gara ada yang insecure lihat penampakan badannya di layar ponsel temannya. “Ih, jelek! Guenya gendut,” biasanya begitu kalimat protesnya.  

Kalau cuma masalah angle yang bikin badan jadi kelihatan lebih besar sih masih bisa diterima. Tinggal geser dikit, miring dikit, ganti angle, beres. Nah, yang gawat kalau cewek yang protes itu memang berbadan gemuk. Itu yang sering bikin suara hati ini berkata, “Apaan, sih?!”  

“Ulang, ulang! Guenya di sini gendut,” begitu kira-kira kalau ada cewek yang tidak suka sama hasil fotonya. Atau mungkin lebih tepatnya, sama bentuk badannya di foto.  

Kalau sudah begitu, mengulang foto tidak pernah cukup sekali dua kali jepret. Pose miring masih belum bisa menutupi lemak-lemak manja di balik baju, sembunyikan setengah badan di belakang tubuh cewek yang lain juga tidak membantu. Pusing, deh!  

Oh ya, mungkin seharusnya saya bikin disclaimer dulu di awal kalau saya tidak bermaksud body shaming cewek-cewek yang tubuhnya lebih berisi. Jujur saja, badan saya sendiri juga nggak ada langsing-langsingnya. Tuh kan, malah saya body shaming diri sendiri.  

Memang sih, kalau dipikir-pikir benar juga kata-kata Kathy Indera. Kadang cewek tuh suka nge-shaming dirinya sendiri. Nah, pas orang lain yang ngomong, marah deh.  

Walaupun memang kenyataannya seperti itu, tapi sakit hatinya tiada tara. Rasanya tidak bisa terima saja gitu ada yang membenarkan kondisi kita yang tidak sempurna itu. Saking nggak terimanya sampai pengin lapor polisi dengan pasal berlapis, mulai dari penghinaan, pencemaran nama baik, hingga perbuatan tidak menyenangkan.  

Duh, jadi lebay. Tapi memang jerawat itu sensitif sekali buat para cewek. Perempuan yang cantiknya kebangetan saja bisa insecure parah waktu selfie “cuma” gara-gara jerawat. 

Belum lagi masalah timbangan. Model yang perutnya rata seolah tak punya lambung saja bisa depresi tingkat dewa pas tahu berat badannya naik satu ons. 

Ribet sekali memang urusan per-bodi-an ini. Masalahnya untuk jadi cantik itu bukan perkara murah. Kalau saja skincare cuma seharga Indomie rasa kari ayam, mungkin semua perempuan kulitnya bakal se-glowing eonni-eonni Korea. 

Andai saja harga katering diet mayo tidak beda kayak makan di warteg, mungkin nggak ada tuh cewek yang protes minta fotonya diulang lantaran nggak pede lipatan-lipatan di tubuhnya terpampang nyata di kamera. 

Pura-pura langsing itu tak semudah pura-pura bahagia, teman. Percayalah, masih lebih gampang bersembunyi di balik senyum palsu daripada sembunyikan lemak di balik baju.

BACA JUGA Memahami Penyebab Jerawat biar Muka Tetap Glowing Kayak Levi Ackerman dan tulisan Fitrie Goesmayanti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: jerawatselfieskin shaming
Fitrie Goesmayanti

Fitrie Goesmayanti

Penulis yang kebanyakan mikir.

ArtikelTerkait

menyeberang jalan roller barrier mojok.co

Silinder Kuning di Pinggir Jalan itu Bernama Roller Barrier, Plis Jangan Selfie di Situ

13 Agustus 2020
Membedah Alasan Video Alat Pencet Komedo Terasa Menjijikkan Sekaligus Satisfying terminal mojok

Membedah Alasan Video Pencet Komedo Terasa Menjijikkan Sekaligus Satisfying

11 Mei 2021
toilet mal

Toilet Mal Sebagai Tempat Favorit Untuk Bercermin: Soalnya Selalu Terlihat Good Looking, sih

18 Juli 2019
Kenapa Selalu Ada Orang yang Posting Foto Selfie pada Hashtag yang Sedang Trending di Twitter?

Kenapa Ada Orang yang Posting Foto Selfie pada Hashtag yang Sedang Trending di Twitter?

23 Januari 2020
Mulai Sekarang Jangan Ragu Posting Foto Selfie Sambil Senyum Lebar Tampak Gigi terminal mojok

Mulai Sekarang Jangan Ragu Posting Foto Selfie dengan Senyum Lebar Tampak Gigi!

5 September 2021
Facial Treatment bagi Saya Seperti Membayar untuk Disakiti terminal mojok.co

Menghilangkan Jerawat Membandel Dengan Cara Menikah

23 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria
  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.