Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Pernah Parkir di Atas Rel Sepanjang Jalan Slamet Riyadi, kecuali Situ Goblok

Maulana Adhi Nugraha oleh Maulana Adhi Nugraha
7 September 2021
A A
rel kereta api slamet riyadi mojok

rel kereta api slamet riyadi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Solo bisa dibilang istimewa. Contohnya, dahulu daerah ini sempat menyandang status daerah istimewa karena mengakui kemerdekaan Indonesia. Sayangnya status ini tak berusia lama, pada Juli 1946 keraton Kasunanan dan Mangkunegaran harus kehilangan status istimewanya karena masifnya gerakan anti-swapraja pada masa itu. Otomatis setelah kehilangan status ini, dua keraton ini tak punya kuasa penuh di wilayah Karesidenan Surakarta. Dua keraton ini, termasuk raja-rajanya, hanya menjadi simbol budaya saja.

Lupakan keraton yang kehilangan keistimewaannya, kota ini masih ada satu hal istimewa lainnya yang saya rasa nggak bakal ditemui di daerah lain. Apalagi kalau bukan rel kereta yang jalurnya memotong di tengah kota. Sepengetahuan saya, rel dengan konsep seperti ini pernah ada di Madiun, namun sayangnya sudah tak aktif lagi. Praktis tinggal di Solo aja rel dengan konsep ini yang tersisa, suatu hal yang patut dibanggakan selain presiden petahana yang berasal dari Solo, hehehe.

Tak seperti di Madiun yang relnya sudah tak aktif lagi, rel yang terletak di Selatan Jalan Slamet Riyadi ini masih aktif lhoo. Rel ini menjadi jalur bagi kereta Batara Kresna yang melayani jurusan Solo-Wonogiri yang beroperasi tiap hari dengan empat perjalanan pulang-pergi. Selain itu, jalur ini juga dipakai oleh kereta wisata Jaladara yang jadwal operasionalnya tak tentu karena kereta ini beroperasi kalau ada yang nyewa aja.

Sayangnya, sudah tau kalau rel ini masih aktif tapi masih ada aja kendaraan (khususnya mobil) yang parkir tepat di atas rel ini. Seperti yang baru-baru ini terjadi, sebuah mobil yang parkirnya terlalu menjorok di citywalk Slamet Riyadi mengakibatkan perjalanan KA Batara Kresna jadi terhambat karena keretanya tersangkut di bagian belakang mobil. Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, terutama di jalur yang berdekatan dengan kawasan perbelanjaan. Seperti di depan Solo Grand Mall dan terutama di depan Pusat Grosir Solo, sering kejadian perjalanan kereta terhambat karena mobil yang parkir di atas rel. Seolah-olah sudah jadi kisah lama yang terulang kembali, sampai-sampai saya bosen denger berita perjalanan kereta yang terganggu perjalanannya karena mobil yang parkir di atas rel ini.

Yang bikin saya heran, kok masih ada aja yang parkir di atas rel ini, padahal kejadiannya sudah berulang kali kejadian. Buat mencegah kejadian ini terulang kembali, jalur yang rawan celaka karena mobil yang asal parkir seperti di depan SGM sama PGS sudah diberi tanda imbauan larangan parkir. Selain itu, Dishub juga nggak segan menderek atau mengunci ban mobil yang parkir di atas rel ini.

Kejadian sudah berulang kali terjadi, rambu peringatan juga sudah dipasang, sanksi juga sudah diterapkan, tapi kok ya masih ada aja pemilik mobil yang parkir di atas rel. Kok kayaknya buru-buru banget sampai-sampai nggak sadar kalau mobilnya parkir di atas rel. Saya rasa rambu larangan parkirnya harus dibuat lebih besar kayak baliho kepak sayap kebhinekaan biar ada pemilik mobil yang nggagas kalau parkir di atas rel sepanjang jalan slamet riyadi itu hukumnya haram nggak pakai sunah. Kalau nggak buat sanksi yang bikin jera, misalnya kereta boleh nyenggol mobil yang parkir sembarangan di rel. Kedengarannya nyebelin sih, tapi mau nggak mau harus dilakukan biar ada efek jera bagi pelanggar dan gak nyepelein larangan parkir.

Sebagai warga Solo, ya saya berharap kejadian ini nggak keulang lagi. Selain bosen dengernya, lagian yang punya mobil apa nggak nyesek dadanya kalau mobilnya lecet gegara parkir sembarangan. Untung cuma lecet, kalau sampai dibuat ringsek gimana? Untung masinisnya sabar, nggak tega juga buat ringsek mobilnya. Jadi buat pemilik mobil, terutama yang baca tulisan ini (((kalau ada yang baca))), jangan pernah buat nyoba parkir di atas rel sepanjang jalan slamet riyadi lagi ya, kan ini juga buat kebaikan bersama, mobilnya nggak lecet dan perjalanan kereta jadi nggak keganggu jadinya.

Kecuali situ goblok sih, sok parkir aja terus.

Baca Juga:

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2021 oleh

Tags: KA Batara kresnakereta apirelslamet riyadisolo
Maulana Adhi Nugraha

Maulana Adhi Nugraha

Hanya seorang manusia biasa dengan kehidupan yang biasa pula.

ArtikelTerkait

Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada Mojok.co

Membayangkan Betapa Repot Hidup Penglaju kalau KRL Jogja-Solo Tidak Ada

17 Februari 2025
3 Penginapan di Solo yang Menawarkan Suasana Homey di Tengah Kota

3 Penginapan di Solo yang Menawarkan Suasana Homey di Tengah Kota

3 Juli 2023
Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026
Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

8 Januari 2026
Bus AKAP Solo-Jakarta Lebih Nyaman ketimbang Kereta Eksekutif (Unsplash)

Bus AKAP Eksekutif Solo-Jakarta Contoh Layanan Bus Tidak Kalah dari Kereta Api

25 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.