Jatuh cinta di antara beton dan remang lampu kota Jakarta
Lalu, bagaimana dengan urusan asmara? Bukankah introvert kesulitan mencari pasangan di kota besar?
Justru di sanalah letak magisnya. Jatuh cinta di Jakarta bagi seorang introvert itu punya cita rasa yang sangat spesifik dan romantis dengan caranya sendiri.
Di kota yang serba cepat dan bising ini, menemukan satu orang yang bisa menemani diam bersama tanpa merasa canggung adalah pencapaian tertinggi. Kamu tidak perlu kencan heboh keliling tempat wisata yang sesak.
Cukup duduk berdua di rooftop gedung parkiran, memandangi kerlip lampu gedung bertingkat di tengah kepulan polusi malam hari, sambil minum es teh manis. Atau sekadar menyusuri trotoar Sudirman malam-malam tanpa perlu banyak bicara, cukup saling menggenggam tangan di antara lalu lalang kendaraan.
Jakarta menyediakan latar belakang yang begitu dramatis untuk sebuah romansa yang tenang. Di antara jutaan orang yang berlari mengejar karier dan materi, kamu dan pasanganmu menemukan ruang hampa yang kedap suara di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan.
Meninggalkan Jakarta ketika tua, mengakhiri kontrak-kontrak kehidupan metropolitan
Akan tetapi, sedalam apapun seorang introvert jatuh cinta pada keanoniman Jakarta, kota ini punya batas kedaluwarsa.
Jakarta adalah mesin raksasa yang menyedot energi pemuda sampai tandas. Selagi kamu masih punya ambisi, butuh uang, dan ingin bersembunyi dari interaksi sosial keluarga besar, Jakarta adalah pelindung terbaik.
Akan tetapi, ketika usia mulai bergeser ke angka empat puluhan ketika rambut mulai memutih dan tulang punggung mulai menagih haknya, bertengger di Jakarta hanya akan membuatmu remuk.
Iya, tujuan hidup di Jakarta adalah punya tabungan yang cukup, pamit baik-baik pada gedung-gedung tinggi yang pernah menampung air mata kita. Lalu, mengasingkan diri ke sebuah rumah kecil di kaki gunung atau tepi pantai yang sepi. Tempat di mana kita bisa menikmati masa tua dengan tenang, menyeduh teh hangat di pagi hari, tanpa perlu lagi mendengar raungan klakson di jalanan tol.
Jadi, untuk kamu para introvert yang saat ini sedang menatap layar HP di dalam gerbong KRL yang padat, jangan berkecil hati. Kamu tidak salah tempat.
Jakarta adalah tempat bagi mereka yang ingin merantau tanpa harus jadi orang yang capek basa-basi di pinggir jalan. Nikmati saja tiap detiknya. Tinggal dengan tenang di sini, jatuh cinta dengan sembunyi-sembunyi, dan suatu hari nanti. Marilah kita tinggalkan kota ini dengan senyuman puas bahwa kita pernah bertahan hidup di tengah kerasnya rimba beton.
BACA JUGA Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya