Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jadi Sebenarnya yang Benar Itu Menutup Aurat atau Memakai Jilbab?

Aliurridha oleh Aliurridha
24 Januari 2020
A A
Jadi Sebenarnya yang Benar Itu Menutup Aurat atau Memakai Jilbab?
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah heboh-hebohnya repons netizen akibat pernyataan Sinta Nuriyah tentang jilbab, teman saya ikut merespons dengan membuat pertanyaan untuk membuka diskusi untuk topik tersebut di Facebook. Ia menanyakan apakah yang wajib itu menutup aurat atau memakai jilbab? Menurut teman saya keduanya adalah dua hal yang berbeda. Yang pertama adalah sebuah ide, sedangkan yang kedua adalah produk.

Pertanyaan ini seketika ramai dikomentari, ada yang nyambung ada yang tidak. Lebih banyak yang tidak nyambung. Memahami maksud pesan memang bukan hal yang mudah bagi sebagaian orang. Salah satu komentar yang lucu adalah ketika seseorang menjawab hal yang sama sekali di luar pertanyaan. Saya kutip secara verbatim salah satu komentar yang buat saya agak nyasar.

“Orang menutup aurat secara syar’i sudah pasti menggunakan jilbab. Tapi orang yang menggunanakan jilbab belum tentu sudah menutup aurat secara syar’i. Berarti secara konteks menutup aurat adalah perintahnya, jilbab adalah medianya. Dan keduanya tidak dapat dipisahkan.”

Orang ini sama sekali tidak berusaha menjawab pertanyaan dan secara tiba-tiba membahas syar’i yang sama sekali tidak dipertanyakan. Kalau pertanyaanya apakah yang wajib itu menutup aurat dengan produk berlabel syar’i atau memakai jilbab mungkin jawabannya masih bisa mengena.

Ketika ditanya balik karena yang membuat pertanyaan bingung dengan jawabannya dia malah marah-marah dan menyuruh teman saya ini untuk mencoba memahami makna jilbab karena dianggapnya tidak tahu apa-apa. Duh, ciri khas netizen Indonesia ketika argumennya berantarakan dia balik menyerang orang menganggap orang tidak tahu apa-apa. Padahal sudah jelas dia membuat pertanyaan karena bingung. Sedari awal dia sudah mengklaim dirinya tidak tahu karena itu ia membuat pertanyaan. Bukankah orang bertanya karena ada keraguan atau ketidaktahuan?

Petanyaan ini memang sudah lama menjadi perdebatan. Perdebatan itu meliputi aurat perempuan hingga sampai hal yang teknis apakah diperlukan jilbab sebagai penutup aurat. Tidak salah apa yang disampaikan teman saya bahwa jilbab adalah suatu produk, sebagai produk tentu saja ia bisa digantikan sedangkan menutup aurat adalah ide. Sebagai ide ia bisa ditafsirkan secara berbeda.

Dalam tradisi metodologi tafsir Al-Quran seperti ushul fiqh dalil-dalil tekstual sebuah ayat tidak otomatis memiliki satu arti. Apalagi jika kita melihat pada rujukannya adalah Al-Quran yang mana. Apakah Al-Quran berbahasa arab atau Al-Quran terjemahan Depag (Departemen Agama) yang menerjemahkan khomr menjadi minuman keras. Minuman keras???

Mungkinkah saat itu penerjemahnya terpengaruh oleh lagu Rhoma Irama. Karena saya belum berhasil melacak apakah ada penggunaan frasa minuman keras sebagai bentuk figuratif dari minuman beralkohol (minuman yang memabukkan) dalam bahasa Indonesia sebelum Rhoma menyanyikannya. Jangan-jangan memang ada distorsi makna dalam Quran terjemahan Depag.

Baca Juga:

5 Ide Bisnis Online dengan Modal Rp500 Ribu yang Cocok untuk Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga

5 Alasan Hijab Buttonscarves Tetap Laris meski Harganya Mahal

Selain itu jika kita berbicara dalam konteks terjemahan, berarti berbicara dalam konteks bahasa. Bahasa Indonesia dengan bahasa Arab adalah dua bahasa yang berbeda yang mana terbentuk dari perilaku budaya kedua bahasa yang sangat berbeda. Sebagai contoh kata ganti Allah yang pada bahasa Arab menggunakan “Huwa” sama dengan bahasa Inggris “He” yang digunakan untuk laki-laki yang tentu saja menggambarkan sosok yang maskulin. Berbeda dengan bahasa Indonesia “Dia” yang sama sekali tidak menggambarkan gender. Ternyata bahasa Indonesia lebih egaliter.

Hasil terjemahan di atas memang tidak salah sama sekali, ia akurat dan berterima. Meski hasil terjemahan diterjemah secara akurat dan berterima tapi tetap saja ada pengurangan dari makna “Huwa” menjadi “Dia” dikarenakan kedua budaya bahasa yang berbeda. Jika Quran Depag yang menjadi rujukan berarti masih banyak ruang untuk perdebatan dalam konteks hasil terjemahannya.

Kalau rujukannya Quran non-terjemahan, kita masih bisa bertanya lagi siapa siapa pemegang otoritas atas tafsir? Quran mana yang menjadi rujukan apakah Quran wahyu yang masih ingatan para sahabat dan belum memliki medium fisik? Atau juga Quran periode pertama yang belum tersentuh tafsir ulama? Atau Quran abad pertengahan yang sudah tersentuh tafsir ulama?

Saya tidak sedang mengatakan bahwa Quran ini memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya. Qurannya tetap sama, isinya juga sama, tapi pemaknaan akan ayat dari Quran bisa saja berbeda-beda tergantung otoritas pemegang kuasa atas pemaknaan itu. Ada aspek kognisi sosial yang terlibat dalam setiap pemaknaan akan sesuatu. Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda dalam menganalisa, mengingat, dan menggunakan informasi. Saya pernah membaca bahwa tafsir Al-Quran menjadi lebih maskulin setelah kekhalifaan Umar. Meski ini juga masih bisa menjadi perdebatan.

Jadi balik lagi ke pertanyaan apakah memakai apakah yang wajib itu menutup aurat atau memakai jilbab?

Saya tidak berani menjawab karena saya tidak punya otoritas dan kuasa untuk itu. Saya tidak punya umat, saya bukan uztaz, apalagi ulama dan yang paling penting saya tidak suka berdebat hal-hal yang menyangkut keimanan. Kalau kalian percaya jilbab sebagai penutup aurat, monggo. Kalau ada yang percaya wajah juga aurat dan menggunakan cadar, monggo, kalau pun tidak menganggap jilbab sebagai aurat, ya monggo. Silahkan berdebat sesama penyuka debat, saya mau buat kopi dulu!

BACA JUGA Untuk Perempuan Berjilbab Besar yang Bonceng Sepeda Motor: Lampu Sein Belakang Itu Bukan Aurat, Jadi Tak Perlu Ditutupi atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2020 oleh

Tags: auratHijab
Aliurridha

Aliurridha

Pekerja teks komersial yang sedang berusaha menjadi buruh kebudayaan

ArtikelTerkait

5 Alasan Hijab Buttonscarves Tetap Laris meski Harganya Mahal Terminal Mojok

5 Alasan Hijab Buttonscarves Tetap Laris meski Harganya Mahal

6 Juli 2022
Dear Felix Siauw yang Bilang Hijab Hanya untuk yang Cantik-Cantik, Antum Belajar dari Mana?

Dear Felix Siauw yang Bilang Hijab Hanya untuk yang Cantik-Cantik, Antum Belajar dari Mana?

27 Januari 2020
muslimah bepergian

Duka Muslimah yang Mudik Sendirian

7 Juni 2019
5 Ide Bisnis Online Modal Rp500 Ribu yang Pasti Laku (Unsplash)

5 Ide Bisnis Online dengan Modal Rp500 Ribu yang Cocok untuk Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga

17 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.