Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
11 Desember 2023
A A
Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya

Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan ini, saya bekerja sebagai salah satu staf copywriter pada salah satu kantor agensi di Kota Bandung. Sebagai lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, tentu saja saya senang bekerja sebagai copywriter karena saya bisa mengaplikasikan ilmu yang telah saya pelajari di bangku kuliah. Sejak duduk di bangku kuliah, saya juga sering menulis, jadi saya senang bisa berkesempatan mengasah skill kepenulisan saya dengan menjadi copywriter.

Banyak orang bertanya ke saya, jobdesc lo di kantor agensi ngapain aja. Tentu saja saya menjawab dengan sebagaimana mestinya. Bikin caption dan copy visual dari konten yang sudah dibuat oleh tim. Brainstorming juga bersama tim sebelum dan sesudah bikin konten. Kinda like that.

Lalu, entah bercanda atau serius, ada yang nyeletuk, “Enak dong kerjaan lo! Cuma bikin caption dan brainstorming gitu doang! Nggak usah capek-capek ngambil foto dan video ke lapangan maupun melakukan editing konten?”

Memang benar. Dibandingkan rekan kerja saya seperti staf fotografer, staf videografer atau tim desain grafis, saya menilai, jobdesk saya sebagai copywriter tidak “secapek” mereka yang harus melakukan pemotretan serta pengambilan video ke tempat lapangan.

Memang nggak secapek mereka, tapi…

Sebelum tim fotografer dan videografer berangkat ke lapangan, saya “hanya” ngasih ide tentang gambaran konten yang harus mereka ambil. Setelah konten tersebut selesai diambil dan difinalisasi oleh tim editing foto, tim editing video, maupun tim desain grafis, barulah saya “bekerja” dengan menambahkan copy visual dan caption untuk melengkapi konten yang sudah dibuat oleh mereka. Tapi bukan berarti bikin copy visual dan caption itu gampang ya!

Copywriter dituntut untuk membuat copywriting yang tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu pendek agar pesan yang disampaikan sampai pada audiens. Jika tulisan terlalu panjang, audiens akan malas membacanya. Jika tulisan terlalu pendek, audiens mungkin tidak akan mengerti isi pesan yang berusaha disampaikan.

Copywriter dituntut untuk menguasai berbagai gaya penulisan yang disesuaikan dengan target pasar brand yang ia urus. Misalnya, brand sepatu olahraga X yang target pasarnya milenial dan gen Z kelas menengah. Gaya bahasanya tentu berbeda dengan brand sepatu olahraga lain yang punya segmentasi pasar berbeda.

Kalau dibandingkan karya penulisan macam novel, tentu ya lebih mudah. Tapi kan fungsinya dari awal berbeda. Karya sastra tentu berbeda dengan copywriting yang fungsinya untuk menarik konsumen. Bobot kesulitannya jelas beda, dan nggak apple to apple buat dibandingkan. Makanya, profesi ini nggak bisa dibilang mudah.

Baca Juga:

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

Sudah lihat iklan GoodLife BCA terbaru yang dibintangi Om Indro? Itulah contoh copywriting yang saya maksud.

Copywriter itu mudah kok, mudah. Beneran.

Kenapa saya memberikan contoh iklan GoodLife BCA? Karena selama ini, pekerjaan copywriter sering dianggap remeh oleh banyak orang. Banyak orang menganggap, tingkat kesulitan copywriter nggak ada apa-apanya dibandingkan tim fotografi, tim videografer, maupun tim desain grafis. Padahal, tanpa adanya proses Copywriting yang baik, sebuah konten tidak berakhir dengan sempurna. 

Terlebih hari-hari ini banyak orang yang skeptis dengan masa depan profesi copywriter karena semakin hari AI makin hari makin canggih. Tapi saya prediksi, profesi copywriter masih belum mati. Meski makin canggih, bukan berarti mereka bisa memahami emosi selayaknya manusia dalam membuat copywriting.

Masa depan copywriter masih cerah untuk mereka-mereka yang mau terus untuk belajar. Termasuk saya, yang saat ini, jika dikonversikan pada Rupiah, satu konten Copywriting yang saya buat masih dihargai beberapa puluh ribu rupiah saja. Belum sampai pada level di mana skill saya dihargai jutaan bahkan ratusan juta Rupiah. Seperti para copywriter kelas Dewa untuk brand-brand kelas dunia yang bisa kalian lihat selama ini.

Kalau ada yang bilang profesi copywriter itu gampang, artinya memang orang-orang itu nggak paham. Dijelaskan juga percuma, wong pasti nggak paham. Lagian kalau memang gampang, kenapa ada yang dibayar jutaan hanya untuk bikin caption?

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2023 oleh

Tags: copywritercopywritingprofesi
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Kata Siapa Ijazah S2 Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja? 5 Profesi Ini Justru Butuh Ijazah S2 sebagai Tiket Masuk ke Dunia Kerja

Kata Siapa Ijazah S2 Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja? 5 Profesi Ini Justru Butuh Ijazah S2 sebagai Tiket Masuk ke Dunia Kerja

26 Agustus 2024
5 Alasan Kenapa Anak Guru Nggak Mau Jadi Guru terminal mojok

5 Alasan Kenapa Anak Guru Nggak Mau Jadi Guru

1 Januari 2022
Ngobrol dengan Tukang Gali Sumur Tradisional yang 'Modern' Berkat Aplikasi Palystore terminal mojok.co

Ngobrol dengan Tukang Gali Sumur Tradisional yang ‘Modern’ Berkat Aplikasi Playstore

8 November 2020
Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk para Intel di Indonesia

Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk Intel di Indonesia

12 Oktober 2021
Desain Grafis dan Profesi yang Bakal Tetap Menguntungkan (Unsplash)

Desain Grafis dan Profesi yang Bakal Tetap Menguntungkan

19 Desember 2022
Salahkah Menulis demi Uang? kaya

Salahkah Menulis demi Uang?

17 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.