Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Probolinggo: Waktu Jalannya Rusak, Bikin Stres. Begitu Diperbaiki, Malah Dipakai Balap Liar, Sulit!

Ramadhan Dwi Rimbawan oleh Ramadhan Dwi Rimbawan
31 Maret 2024
A A
Ironi Probolinggo: Waktu Jalannya Rusak, Bikin Stres. Begitu Diperbaiki, Malah Dipakai Balap Liar, Sulit!

Ironi Probolinggo: Waktu Jalannya Rusak, Bikin Stres. Begitu Diperbaiki, Malah Dipakai Balap Liar, Sulit! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak yang lahir dan tumbuh di pinggiran Kabupaten Probolinggo, hidup berdampingan dengan jalan yang rusak bukanlah hal yang mengagetkan. Ketika pergi ke sekolah, masjid, dan pasar pasti ada saja jalan rusak yang harus dilewati. Tidak berbahaya memang, tapi sangat menjengkelkan ketika harus melewati jalan itu setiap hari tanpa ada alternatif lain.

Ternyata keluhan ini bukan datang dari saya saja. Teman sebaya juga banyak yang mengeluhkan hal serupa. Kapan ya jalan ini mau diperbaiki, ucap mereka. Tahun tahun berlalu, para pemimpin pun silih berganti, kondisi jalanan tak kunjung membaik, berapa lama lagi kami harus menunggu?

Disalahgunakan

Setelah bertahun tahun menanti, akhirnya pemerintah turun tangan. Setahun belakangan ini beberapa ruas jalan mulai diperbaiki dan diperlebar sehubungan dengan adanya proyek tol yang melintasi Kabupaten Probolinggo tercintaku ini. Namun, masalah satu selesai, malah masalah lain muncul.

Ketika jalanan ini akhirnya mulus, malah disalah gunakan oleh beberapa oknum pemuda untuk trek balap liar. Hadeh, emang dasar wong kabupaten.

Di beberapa titik seperti di depan gerbang Tol Gending Probolinggo yang baru saja diresmikan, setiap malam minggu rutin diadakan balap liar oleh beberapa oknum anak muda. Seakan-akan sudah menjadi tontonan wajib, jalan yang lebar dan mulus ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk memacu kuda besinya. Kegiatan itu sangat membahayakan pengguna jalan yang lain, pasalnya mereka memulai balapan disaat masih banyak kendaraan yang lalu lalang.

Di bulan Ramadan ini beberapa jalan di dekat rumah yang dulunya rusak namun sekarang sudah bagus, juga kerap dijadikan tempat balap liar sebagai ajang untuk ngabuburit. Ironisnya banyak anak muda yang menonton kegiatan ini seakan akan itu hal yang normal.

Upaya aparat Probolinggo

Pihak berwajib Probolinggo bukannya tinggal diam dalam menanggapi permasalahan ini. Mereka sering berpatroli di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat balap liar. Sosialisasi tentang keselamatan berkendara pun juga mereka lakukan. Namun cara mereka belum terlalu efektif untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi angka balap liar ini. Terbukti dengan masih maraknya balap liar yang dilakukan. Pihak berwajib perlu melakukan tindakan yang lebih tegas untuk memberi efek jera. 

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Para pemuda di Probolinggo memang cukup banyak yang menggemari dunia otomotif. Ini terbukti dengan banyaknya motor yang berubah dari wujud aslinya. Motor yang dirancang sedemikian rupa oleh para teknisi cerdas. Selain itu beberapa bulan sekali mereka juga rutin mengadakan kopdar, dengan bangganya mereka membawa bendera yang bernamakan club motornya.

Baca Juga:

Betapa Beruntungnya Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

Sebenarnya saya tidak ada masalah dengan hobi mereka itu, selama tidak merugikan orang lain. Cuman ya perlu dihitung juga, kalau hobimu tidak mau disenggol, ya jangan menyenggol kepentingan publik. Kalau memang suka balapan, cari jalur legal. Jangan di jalan raya, jangan bikin orang lain celaka.

Ya inilah ironi Probolinggo. Waktu jalannya rusak, bikin stres. Begitu mulus, malah dipakai balap liar. Sulit!

Penulis: Ramadhan Dwi Rimbawan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Probolinggo Itu Kota di Jawa Timur, dan Kami Bukan Orang Madura meski Pakai Logat Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2024 oleh

Tags: balap liarironijalan rusakprobolinggo
Ramadhan Dwi Rimbawan

Ramadhan Dwi Rimbawan

Orang kabupaten.

ArtikelTerkait

Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Sudah Maju dan Layak Bersaing dengan Daerah Lain

Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Layak Bersaing dengan Daerah Lain

1 Februari 2024
Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah (Unsplash)

Jogja Terbuat dari Pembacokan, Jalan Rusak, dan Menghindari Masalah

8 Februari 2023
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Sebaiknya, Setiap Jalan Berlubang di Lamongan Diisi dengan Lele, Itung-itung Memperkuat Branding Lamongan sebagai Kota Pecel Lele

22 Maret 2024
Penderitaan Naik Motor dari Seturan Sleman ke Kasihan Bantul (Unsplash)

Orang Paling Menderita di Jogja Adalah Mereka yang Tinggal di Kasihan Bantul tapi Kuliah atau Bekerja di Seturan Sleman, Naik Motor Pula

16 Juni 2024
Jalan Danliris Colomadu Terkutuk, Rusaknya Abadi

Jalan Danliris Colomadu Terkutuk, Rusaknya Abadi

13 Agustus 2025
3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.