Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ironi Kantin Kejujuran yang Justru Jadi Ladang Ketidakjujuran

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
25 Januari 2021
A A
kantin ketidakjujuran ladang korupsi mojok

kantin ketidakjujuran ladang korupsi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya izinkan saya untuk memberi intro terlebih dahulu mengenai kantin kejujuran yang ada di SMA saya dulu. Jadi, kantin kejujuran di SMA saya itu nggak jauh berbeda dengan kantin pada umumnya yang menjual jajan snack dan beberapa minuman gelas maupun botol.

Hanya saja yang membuat berbeda yakni tidak memiliki penjual atau penjaga yang menjaga barang dagangan. Bahkan nggak ada CCTV yang mengawasi pula. Jadi segala transaksi hanya Tuhan dan pembeli itu sendiri yang tau, atau mungkin malaikat Raqib Atid juga tau.

Kantin kejujuran sendiri merupakan program sekolah, yang tujuannya tidak lain untuk menumbuhkan perilaku jujur bagi para siswa. Melalui kesadaran pribadi untuk bersikap jujur. Jadi, kejujuran diharapkan hadir tanpa paksaan, sukarela.

Namun, nampaknya takdir berkata lain. Kantin kejujuran nggak menjadi kantin kejujuran sebagaimana yang diharapkan, bahkan mungkin menjadi kantin keikhlasan bahkan gratisan. Pasalnya menurut teman saya yang merupakan anak OSIS plus dekat dengan guru mengatakan bahwa kantin kejujuran terus mengalami kerugian, bahkan jumlah kerugiannya mencapai angka yang benar-benar tinggi.

Waw, jumlah yang cukup fantastis bagi saya pada kala itu. Kok bisa rugi sebanyak itu? Saya ada sedikit pengalaman yang mungkin menjadi salah satu sebab mengapa terjadi kerugian di kantin kejujuran.

Suatu ketika di waktu istirahat telah tiba, saya diajak oleh teman saya untuk pergi ke kantin kejujuran. Sebuah kantin yang menjadi sasaran utama para siswa yang memiliki wajah-wajah sedikit bajingan, tapi nggak bajingan beneran juga.

Sebenarnya pada waktu itu saya agak malas untuk jajan. Kalau boleh jujur, saya sendiri lebih suka langsung makan nasi yang dapat mengenyangkan perut, dari pada makan jajan yang hanya mengganjal rasa lapar. Namun, mau bagaimana lagi, namanya juga diajak teman, jadi mau nggak mau ya harus mau.

Selama di kantin kejujuran saya nggak membeli jajan apa pun, hanya membeli air mineral untuk melepas dahaga. Maklum, pada saat itu bertepatan musim kemarau yang panasnya cukup brutal nggak karuan.

Baca Juga:

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

Sedangkan, teman saya sendiri membeli jajan yang cukup banyak. Jika dikira-kira, mungkin ia habis sebanyak satu kresek tanggung. Jumlah yang cukup banyak bagi saya, tapi saya nggak begitu heran dengannya, pasalnya memang ia tipe orang yang doyan jajan dan sudah terlihat dari keganasannya dalam memangsa jajan.

Setelah dirasa cukup akhirnya kami membayar apa yang kami ambil di kantin kejujuran, dengan menaruh uang di sebuah kotak yang memang telah disediakan sebelumnya. Namanya saja kantin kejujuran, maka mulai dari mengambil jajan hingga proses membayarnya dilakukan oleh pembeli itu sendiri, tanpa ada yang menjaga sama sekali, bahkan nggak ada CCTV yang mengawasi. Hanya pembeli dan Tuhan yang tau.

Saya sendiri menaruh uang tiga ribu yang merupakan harga dari air mineral yang saya minum, tidak luput juga teman saya menaruh uang dua ribu sebagai bentuk pembayarannya atas apa yang diambilnya.

Sebentar-sebentar, loh kok dua ribu? Tentunya saya sempat heran, dong. Pasalnya perasaan tadi teman saya habis jajan sekitar satu keresek tanggung, kok cuma naruh uang dua ribu. Padahal jajan di kantin kejujuran itu rata-rata harganya lima ratusan, dan teman saya mengambil hampir sekresek tanggung penuh, yang jumlah jajannya lebih dari empat biji.

Tentunya saya menanyakan kepada teman saya, “Lah, kamu kok Cuma bayar dua ribu? bukannya tadi habis banyak?” Teman saya pun menjawab dengan sedikit bumbu akal bulus kelihaiannya memelintir lidah, “Saya kan sudah bayar, yang penting kan bayar, berarti saya sudah jujur untuk membayar.”

Dengan sedikit tertawa atas kepintaran teman saya dalam ngeles, akhirnya saya membalas omongannya, “Iya memang bayar sih, tapi nggak gitu juga konsepnya, Boy, itu kan kantin kejujuran, bukan kantin keikhlasan yang bayar seikhlasnya.” Tanpa banyak bacot, akhirnya teman saya langsung saja mengajak saya balik ke kelas. Mungkin saya dianggap sok suci, padahal aslinya sama-sama bajingan juga sih, hanya saja nggak lagi pengin saja.

Jadi, setelah dipikir-pikir nampaknya berbagai harapan guru atas kantin kejujuran hanya menjadi mimpi utopis belaka. Bukannya saya pesimis, hanya saja kantin kejujuran jika nggak diimbangi oleh SDM yang mumpuni ya sama saja, malah buang-buang uang jadinya.

Saya sedikit punya rumus begini, kebaikan dapat tumbuh jika memang lingkungannya memiliki kekuatan penuh untuk menumbuhkannya. Begitupun sebaliknya, kebaikan nggak akan pernah tumbuh jika lingkungannya nggak punya power untuk menumbuhkannya.

Ibarat saya yang sempat berdebat atas tindakan teman saya ketika di kantin kejujuran. Meskipun saya telah mencoba menegurnya, tapi akan tetap sia-sia saja. Pasalnya saya sama bajingannya dengan ia, hanya saja saya lagi nggak pengen saja waktu itu.

Namun, berbeda lagi ketika orang lain yang memiliki wibawa yang kemudian menegurnya. Tentunya akan memiliki dampak yang berbeda jika dibandingkan dengan saya yang menegur.

Bukan berarti ada tendensi pada sebuah pemaksaan, hanya saja ketika ada sosok yang memiliki wibawa, kebijaksanaan dan dihormati maka ucapannya akan dianut oleh orang lain. Meskipun sosok tersebut nggak mengungkapkan perintahnya dengan teriakan, justru hanya dengan nasehat lembut atau mungkin melalui bercanda maka mungkin saja merasuki pikiran orang lain.

Sosok yang saya maksud nggak hanya guru, bahkan sekadar teman sebaya juga bisa menjadi orang yang berpengaruh, selagi ia memiliki kewibawaan atau kebijaksanaan tersendiri yang mampu berpengaruh pada orang lain.

BACA JUGA Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji) dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2021 oleh

Tags: kantin kejujuran
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

14 September 2023
kantin

Kantin Kejujuran dan Perilaku Darmaji (Dahar Lima Ngaku Siji)

29 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.