Selama ini, saya pikir Coretax adalah aplikasi milik negara yang paling banyak dicaci karena sering eror. Ternyata, ada aplikasi plat merah yang jauh lebih parah dari Coretax. Namanya iPusnas. Yap, aplikasi ini adalah aplikasi perpustakaan daring milik negara. Tidak seperti Coretax yang meski masih error, perbaikannya tetap dilakukan bertahap.
iPusnas seakan dianaktirikan. Lebih tepatnya, pengguna iPusnas yang seolah tidak dianggap. Bagaimana tidak, ia adalah aplikasi yang sangat sering eror. Yang terbaru, di awal tahun 2026 ini, iPusnas sudah mengalami eror pertama yang durasinya tidak main-main. Hampir satu bulan, lho! Sangar betul, kan. Kalian perlu tahu, bahwa iPusnas ini memang aplikasi yang paling sering bikin penggunanya patah hati berkali-kali.
Tiga kali pemberitahuan maintenance
Maintenance aplikasi iPusnas pertama kali diumumkan pada tanggal 4 Januari 2026. Saat itu, disampaikan kalau mungkin Ipusnas bisa diakses tanggal 8 Januari 2026. Ternyata, pada tanggal yang disebutkan, Ipusnas masih saja error. Saat mencoba meminjam buku, exception handling dalam bahasa Java masih saja muncul.
Lalu tanggal 9 Januari 2026, akun Perpusnas.go.id memberi pengumuman kedua bahwa ada maintenance lanjutan. Di pemberitahuan ini, malah tidak ada estimasi kapan iPusnas bisa kembali diakses. Pemberitahuannya ya hanya soal aplikasi belum bisa diakses. Ya, apa gunanya gitu, lho. Tanpa diberi pemberitahuan pun semua penggunanya juga tahu kalau aplikasi sedang tidak bisa digunakan.
Setelah menanti tanpa kepastian, perpusnas.go.id memosting pemberitahuan ketiga pada 18 Januari 2026. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa kemungkinan iPusnas baru bisa diakses pada tanggal 25 Januari 2026. Alasan yang diberikan kepada pengguna adalah perawatan aplikasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memastikan sistem peminjaman yang lebih baik dari sebelumnya dan perbaikan sistem keamanan data pengguna. Kayak yang pernah serius aja, lho memperhatikan keamanan data.
BACA JUGA: Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal
Menebak alasan perpanjangan waktu maintenance iPusnas
Saya mencoba mencari tahu, apakah pernah ada aplikasi yang maintenance sampai aplikasinya tidak bisa digunakan selama 1 bulan. Baik lewat Google maupun AI, tidak ditemukan catatan sejarah tentang maintenance sebuah sistem selama itu. Bahkan, dalam pencarian itu muncul jurnal-jurnal tentang metode maintenance sistem yang efektif dan efisien sehingga tidak perlu berlangsung sangat lama seperti iPusnas.
Bayangkan kalau aplikasi Ipusnas ini adalah aplikasi profit oriented. Seberapa besar coba kerugiannya dengan error lebih dari tiga minggu? Tapi mungkin karena iPusnas adalah aplikasi nirlaba, maka seenak-enaknya saja perawatan aplikasi ini. Saya jadi curiga, jangan-jangan ada anggaran yang dipangkas pula untuk iPusnas. Seperti kita tahu, efisiensi yang menyebalkan itu memang berdampak di semua lini.
Meski meminjam buku di iPusnas harus ekstra sabar karena antrean yang mengular pada buku tertentu. Tapi iPusnas adalah salah satu solusi paling baik yang diberikan oleh negara untuk menjawab kebutuhan warganya terhadap akses buku. Di tengah meningkatnya minat baca dan tingginya kebutuhan membaca dari perpustakaan, rasanya maintenance sistem selama hampir satu bulan adalah hal yang sungguh keterlaluan.
BACA JUGA: iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca Buku karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!
Harapan yang menggantung
Saya adalah satu dari jutaan pengguna yang saat ini sedang kecewa berat. Bagaimana tidak, di antara karut marut yang terjadi dari hulu ke hilir di negara ini, iPusnas adalah satu hal yang tadinya saya kira bisa menjadi harapan.
Aneka buku ada di sana dari yang berkualitas hingga buku nggak jelas. Yap, Animal Farm sampai Jokowi Si Tukang Kayu ada lho. Antrean buku Animal Farm mengular sampai puluhan ribu. Begitu pula buku Laut Bercerita, Semua Ikan di Langit, Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Cantik Itu Luka, dan banyak lagi buku bagus yang antreannya nggak masuk akal.
Saya yakin, saat ini ada ribuan pengguna yang dengan lugunya selalu membuka aplikasi perpustakaan nasional itu setiap hari. Tenang, kamu tidak sendirian. Saya dan banyak pengguna lain juga melakukannya. Bagaimana lagi, kita memang terbiasa berharap pada yang tak bisa memberi kepastian.
Patah hati pada iPusnas mungkin patah hati kolektif paling sunyi yang dipelihara oleh penggunanya. Tak ada caci maki yang berarti di akun Perpusnas.go.id. Semua pengguna setia iPusnas cukup tahu diri sebagai pengguna aplikasi gratisan masih menanti dengan sabar dan bersiap untuk kembali patah hati berkali-kali lagi.
Penulis: Butet RSM
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Love-Hate Relationship dengan iPusnas
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
