Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

iPhone 5s: Si Mungil yang Tetap Nyaman di Tengah Gempuran iPhone 16

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
3 April 2025
A A
iPhone 5s: Si Mungil yang Tetap Nyaman di Tengah Gempuran iPhone 16

iPhone 5s: Si Mungil yang Tetap Nyaman di Tengah Gempuran iPhone 16 (Alvaro Reyes via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gemerlap peluncuran iPhone 16 yang digadang-gadang sebagai puncak inovasi Apple, ada satu ponsel lawas yang masih bertahan di genggaman segelintir orang: iPhone 5s.

Dirilis lebih dari satu dekade lalu, ponsel ini tentu sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan flagship terbaru. Tapi, bagi sebagian pengguna, iPhone 5s tetap menjadi pilihan yang nyaman, fungsional, dan yang terpenting, masih bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Bukan tanpa alasan iPhone 5s masih memiliki tempat di hati penggunanya. Ukurannya yang mungil dan ringan membuatnya nyaman digenggam, sesuatu yang mulai langka di era smartphone dengan layar semakin besar. Bodi aluminiumnya yang kokoh juga memberikan kesan premium yang bahkan beberapa ponsel baru sulit tandingi. Belum lagi, sistem operasi iOS yang terkenal dengan optimasi baiknya memungkinkan iPhone 5s tetap berjalan dengan cukup lancar, meskipun sudah tak lagi mendapat pembaruan dari Apple.

Di saat orang berlomba-lomba mengejar spesifikasi tinggi dan fitur canggih seperti AI dalam iPhone 16, para pengguna iPhone 5s justru memilih untuk tetap bertahan dengan perangkat yang sederhana, tapi andal. Apakah ini bentuk nostalgia, atau justru perlawanan terhadap tren konsumtif yang semakin menggila? Mari kita telusuri lebih jauh.

Kecil-kecil cabe rawit: keunggulan iPhone 5s yang tak lekang oleh waktu

Dirilis lebih dari satu dekade lalu, ponsel ini memang sudah ketinggalan zaman dari segi spesifikasi. Tapi jangan salah, daya tariknya belum luntur. Bukan sekadar nostalgia, tapi juga karena beberapa keunggulan yang masih bikin nyaman.

Ukurannya yang kompak, dengan layar 4 inci dan berat cuma 112 gram, iPhone 5s ini enak digenggam, muat di kantong, dan bisa dioperasikan dengan satu tangan tanpa takut keseleo. Bandingkan dengan iPhone terbaru yang makin gede dan makin berat, rasanya kayak bawa mini tablet ke mana-mana. Belum lagi bodinya yang berbahan aluminium, memberikan kesan elegan yang bahkan beberapa model terbaru sulit tandingi.

Meski iOS terbaru sudah lama meninggalkannya, iPhone 5s masih cukup gesit untuk tugas-tugas ringan. WhatsApp, Spotify, YouTube? Gas! Prosesor A7 memang bukan yang tercepat, tapi iOS yang terkenal dengan optimasinya bikin ponsel ini tetap berjalan cukup mulus. Plus, fitur Touch ID yang dulu jadi pionir masih terasa lebih praktis dibandingkan Face ID yang suka error kalau pakai masker atau dalam gelap.

Soal baterai? Selama nggak dipakai buat main game berat atau scrolling TikTok berjam-jam, iPhone 5s masih bisa bertahan seharian. Tentu, dengan harga yang kini jauh lebih ramah di kantong, ponsel ini jadi pilihan menarik buat mereka yang butuh perangkat sekunder atau sekadar ingin gadget simpel yang nggak neko-neko.

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Singkatnya, iPhone 5s adalah bukti bahwa ponsel nggak perlu layar jumbo atau fitur AI super canggih untuk tetap nyaman dipakai. Kadang, yang klasik justru lebih praktis.

Anti konsumtif klub: iPhone 5s dan perlawanan terhadap tren gadget gila

Pada saat Apple terus menggempur pasar dengan iPhone terbaru yang makin besar, makin canggih, dan makin mahal, ada sekelompok orang yang tetap bertahan dengan iPhone 5s. Bukan karena mereka nggak bisa beli yang baru, tapi karena mereka merasa nggak perlu. Ini bukan sekadar pilihan gadget, tapi juga bentuk perlawanan terhadap budaya konsumtif yang semakin menggila.

Setiap tahun, kita disuguhi tren yang seolah-olah memaksa kita untuk selalu upgrade ke perangkat terbaru. Chip makin kencang, kamera makin banyak, dan sekarang AI jadi jualan utama. Tapi, pertanyaannya, apakah semua itu benar-benar dibutuhkan? Untuk sekadar chatting, browsing, dan sesekali buka media sosial, iPhone 5s masih bisa diajak kerja sama. Lagipula, berapa banyak dari kita yang benar-benar memanfaatkan semua fitur canggih di ponsel flagship?

Bertahan dengan iPhone 5s pun berarti menghindari siklus gonta-ganti gadget yang nggak cuma boros duit, tapi juga berdampak pada lingkungan. Produksi smartphone baru berarti lebih banyak limbah elektronik dan eksploitasi sumber daya alam. Jadi, bisa dibilang, para pengguna iPhone 5s ini diam-diam ikut andil dalam gerakan teknologi yang lebih berkelanjutan.

Sejatinya, memilih iPhone 5s bukan sekadar soal ponsel, tapi juga soal prinsip. Bukan berarti anti-teknologi, tapi lebih ke sikap selektif: beli barang karena butuh, bukan karena ikut tren. Kadang, mempertahankan yang lama justru lebih masuk akal ketimbang terus mengejar yang baru.

Minimalis tapi fungsional

Pada era smartphone dengan layar selebar piring dan fitur yang kadang lebih ribet ketimbang berguna, iPhone 5s hadir sebagai pengingat bahwa less is more. Desainnya yang mungil bukan cuma soal estetika, tapi juga fungsionalitas. Bisa dikantongi tanpa bikin celana melorot, bisa dioperasikan dengan satu tangan tanpa takut jempol keseleo. Coba bandingkan dengan iPhone terbaru yang makin gede—scrolling jadi nyaman, tapi coba balas chat sambil pegang kopi, baru terasa tantangannya.

Selain ukuran, iPhone 5s pun mencerminkan filosofi minimalis dalam penggunaan teknologi. Tanpa notifikasi berlebihan, tanpa distraksi dari aplikasi yang makin adiktif, ponsel ini secara tidak langsung mengajak penggunanya untuk fokus pada hal yang benar-benar penting. Mau buka WhatsApp? Bisa. Dengerin musik di Spotify? Aman. Cek email? Jalan. Tapi, kalau mau main game berat atau edit video 4K, ya, ini memang bukan jodohnya.

Buat yang merasa smartphone modern terlalu overkill untuk kebutuhan harian, iPhone 5s jadi pilihan yang pas. Nggak ada embel-embel AI yang bikin ponsel makin haus daya, nggak ada kamera tiga biji yang bikin harga melambung. Yang ada cuma perangkat simpel, nyaman, dan tetap bisa diandalkan. Kadang, hidup nggak perlu serumit itu.

Pada akhirnya, iPhone 5s bukan sekadar ponsel lawas yang enggan dilupakan, tapi simbol bahwa tak semua yang baru selalu lebih baik, dan tak semua yang lama layak ditinggalkan. Dalam hiruk-pikuk inovasi tanpa henti, ada ketenangan dalam kesederhanaan, ada kenyamanan dalam keterbatasan. Seperti buku yang tetap bermakna meski tak punya layar sentuh, atau kopi hitam yang tak butuh tambahan sirup dan krim untuk dinikmati. Kadang, yang paling sederhana justru yang paling bertahan lama.

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rekomendasi 5 iPhone Terbaik dan 5 Terburuk yang Pernah Diproduksi Apple

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 April 2025 oleh

Tags: appleiphoneiPhone 16iPhone 5s
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Saya Menyesal Setelah Pindah dari Android ke iOS (Unsplash)

Saya Menyesal Setelah Pindah dari Android ke iOS

4 Januari 2023
Pengalaman Pakai iPhone 8 di Tahun 2025, Penuh Derita walau Disebut-sebut Orang Kaya

Pengalaman Pakai iPhone 8 di Tahun 2025, Penuh Derita walau Disebut-sebut Orang Kaya

27 Juni 2025
8 Fitur iPhone yang Jarang Diketahui. Pengguna iPhone Jangan Katrok, Maksimalkan Fitur Ini! Mojok.co

8 Fitur iPhone yang Jarang Diketahui. Pengguna iPhone Jangan Katrok, Maksimalkan Fitur Ini!

26 November 2023
kain lap apple

Kain Lap Apple Beneran Mantap, Percaya Aja Dulu

17 November 2021
Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba android

Setelah 3 Tahun Pakai iPhone, Saya Paham Kenapa Remaja Lebih Memilih iPhone ketimbang Android

29 Maret 2024
4 Produk Apple Paling Fenomenal tapi Unfaedah ketika Dibeli Terminal Mojok

4 Produk Apple Fenomenal tapi Nggak Banget ketika Dibeli

23 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.