Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Ingin Demo Tetapi Introvert, Begini Solusinya

Adien Tsaqif Wardhana oleh Adien Tsaqif Wardhana
27 September 2019
A A
introvert

introvert

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini kita bisa menyaksikan semua mahasiswa turun ke jalan menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintah yang ramashook. Tetapi saya amati, para mahasiswa yang demo kebanyakan para orang-orang yang ekstrovert atau orang-orang yang aktif, tidak nolep, dan pede.

Sangat disayangkan para orang-orang introvert tidak andil dalam aksi tersebut ya memang alasanya karena mager dan nolep. Padahal orang introvert juga memiliki uneg-uneg yang ingin diungkapkan.

Introvert adalah tipe kepribadian yang orang-orangnya memiliki ciri pendiam dan pemalu. Menjadi seorang introvert memang kadang-kadang menyiksa, misal seseorang introvert memiliki uneg-uneg yang terpendam dalam dirinya, pasti akan sulit untuk diungkapkan ke orang lain ataupun ke publik, ya alasannya karena malu untuk mengungkapkan uneg-unegnya.

Seperti halnya di lingkungan kampus sendiri, misal ada aksi maupun demo pasti yang tampil itu-itu aja. Padahal sebenarnya seorang introvert itu ingin menyuarakan uneg-uneg dan ingin bergabung dengan mereka yang sering demo atau melakukan aksi. Akan tetapi seorang introvert sudah merasa malu terlebih dulu, dan akhirnya uneg-uneg-nya terpendam sangat dalam didalam hati. haha

Apakah seorang introvert nggak  bisa jadi aktivis? Apakah seorang introvert harus membungkam terus pendapatnya? Ya nggaklah, Bambang! Seorang introvert juga bisa untuk menyuarakan pendapatnya tetapi dengan cara lain tanpa harus berteriak-teriak di jalanan. Menjadi aktivis juga bisa dilakukan dengan cara lain. Berikut solusi bagi seorang introvert yang ingin menjadi seorang aktivis

1. Membaca

Kanapa pertama kali harus membaca? Karena dengan membaca seorang introvert bisa mengetahui realitas yang ada. Ya, perbanyaklah dengan membaca apapun yang bisa dibaca. Misal membaca berita, buku, artikel, dan lain sebagainya. Jika kita sudah terbiasa membaca maka otak kita akan penuh dengan referensi-referensi.

Membaca juga merupakan gerbang utama untuk menuju dunia aktivis. Dengan membaca kita juga bisa memperkuat argumen-argumen kita. Ya iyalah, misal kita mau menyuarakan sebuah aspirasi, opini, dan sebagainya tetapi tidak mempunyai dasar kan jadi plonga-plongo. Oleh karena itu membaca merupakan pondasi awal untuk menjadi seorang aktivis. Ya penting bacalah apapun yang bisa dibaca dan bisa menambah wawasan wahai kaum introvert. haha

Baca Juga:

Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam 

Tinggal di Perumahan Nggak Semenyenangkan Itu, Ini Dia 3 Alasannya!

2. Menulis

Dengan menulis kita juga bisa menyampaikan aspirasi, opini, uneg-uneg kita, seperti di Mojok ini yang merupakan media untuk menyampaikan uneg-uneg yang terpendam. Ya disini kita bisa menyampaikan kritik-kritik terhadap pemerintah tanpa harus bengak-bengok ke jalanan, ataupun misal ingin mengkritik mantan juga bisa disampaikan di sini. haha

Selain itu, banyak sekali media-media lain yang menampung tulisan uneg-unegmu. Selain tulisanmu bisa dibaca oleh khalayak, namamu bisa mendunia. “Aku menulis maka aku ada.” – bukan Rene Descartes.

3. Aktif di media sosial

Ya aktif di media sosial, media sosial tidak hanya untuk memposting foto, story, atau pamer pacar. Media sosial juga bisa untuk menyampaikan uneg-unegmu. Ya seperti di Twitter, banyak orang menggunakan Twitter untuk menyampaikan uneg-unegnya dan juga para tokoh-tokoh banyak menggunakan Twitter untuk menyampaikan sebuah opini, aspirasi, dan kritik.

Tetapi ketika mengunakan media sosial juga harus ada aturan. Jangan ugal-ugalan seperti Bus Sumber Kencono. Misal kita mau mengkritik juga harus pakai dasar, seperti yang saya sampaikan tadi bahwa sebelum kita mengkritisi sesuatu kita harus mempunyai dasar terlebih dahulu. Karena dengan membaca itu tadi kita bisa mempunyai banyak wawasan.

Misalkan kita mau mengkritik RUU KUHP, sebelumnya kita harus membaca dengan teliti RUU tersebut dan mempunyai argumen yang kuat untuk mengkritisi RUU tersebut. Jika kita mengkritik tapi tanpa dasar kan juga lucu. Seolah-olah kita mengkritik RUU hanya untuk update di medsos, padahal nggak tahu apa-apa tentang yang dikritik tersebut. Wah parah~

Oke, teman-teman sampailah kita di penghujung tulisan ini. Kesimpulan tulisan yang saya sampaikan adalah bahwa seorang introvert itu juga bisa menjadi aktivis. Sebutan aktivis itu bukan hanya untuk mereka yang demo di jalanan, tetapi seorang introvert atau mereka yang nolep juga bisa menjadi aktivis seperti yang telah saya sampaikan di atas. Lewat menulis salah satunya menjadi peluang para introvert untuk menyuarakan uneg-unegnya. Gimana? Gaaas~ (*)

BACA JUGA Terpujilah Wahai Engkau, Para Pembajak Buku atau tulisan Adien Tsaqif Wardhana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2022 oleh

Tags: aksi mahassiwaaksi nyataAktivisIntrovertMilenial
Adien Tsaqif Wardhana

Adien Tsaqif Wardhana

Mburuh di sejarahkita.com

ArtikelTerkait

Dinasti Politik Cuma Tema Basi yang Dilempar oleh Calon Kering Imajinasi terminal mojok.co

Yth. Kandidat Pilkada 2020, Hentikan Politik Basa-basi dan Jualan Kaum Milenial

13 Oktober 2020
engagement

Alternatif Tema Dekorasi Engagement Low Budget

17 Oktober 2019
Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri Mojok.co kabupaten kediri kediri kuno kini jakarta

Sisi Gelap Hidup di Pedesaan Kabupaten Kediri: Suasananya Membosankan, Tiap Hari Jadi Bahan Gunjingan Tetangga, Plus Penuh Jamet!

4 Juli 2024
7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader terminal mojok.co

7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader

24 Desember 2020
Ngabuburit ala introvert

Ngabuburit ala Introvert yang Nggak Suka Keluar Rumah

6 April 2022
Kraton Jogja Ingin Terbuka bagi Kaum Muda dengan Sibuk Renovasi? Nice! terminal mojok.co

Kraton Jogja Ingin Terbuka bagi Kaum Muda dengan Sibuk Renovasi? Nice!

2 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
  • Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.