Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Iklan Rokok Djarum 76, Nggak Ada Maskulin-Maskulinnya

Andrian Eksa oleh Andrian Eksa
18 Mei 2019
A A
rokok macho maskulin

rokok macho maskulin

Share on FacebookShare on Twitter

Kamu sudah baca artikel saya yang sebelumnya, kan? Kalau belum, baca dulu, ya, biar saya tidak perlu mengulang perihal larangan-larangan iklan rokok. Sayang, kan, kalau tulisan ini nantinya hanya berisi perulangan-perulangan. Mubazir. Apalagi ini kan bulan puasa, lebih sayang lagi sama kamu dong kalau waktunya habis percuma. Jadi saya anggap kamu sudah paham tentang tata cara iklan rokok.

Berdasar dari peraturan yang buanyak itu, jamaknya iklan rokok diarahkan pada citra laki-laki macho, pemberani, petualang, asyik, dan sebagainya. Pokoknya kepada citra laki-laki yang maskulin dan idaman banget deh. Menariknya, iklan rokok Djarum 76 tidak seperti itu. Iklannya nggak ada maskulin-maskulinnya sama sekali.

Iklan rokok Dajrum 76 membawa tagline “Yang Penting Heppiii…”. Tagline ini mengantarkannya pada konsep iklan komedi ringan. Komedi yang begitu dekat dengan hal-hal di sekitar masyarakat. Iklan ini pun tidak luput dari muatan kritik sosial. Imbasnya, sebagaimana mudahnya menertawakan luka-luka, penonton terbawa dengan suasana heppiii Djarum 76.

Satu kekhasan lainnya, iklan Djarum 76 mempunyai ikon yang barangkali sudah akrab di ingatanmu, yaitu Mas Jin. Ikon ini dikonstruksikan sebagai Mas Jin Jawa, lengkap dengan busana beskapnya. Dikarenakan arah iklannya adalah komedi, aktor yang memerankan Mas Jin ini pun mempunyai wajah yang sudah lucu dari cetakannya. Pembawan lakunya pun begitu menyenangkan.

Mas Jin selalu muncul di antara hasrat-hasrat masyarakat. Kedatangannya membawa kabar baik untuk masyarakat, bahwa Mas Jin akan memenuhi salah satu hasratnya. Pemenuhan atas hasrat inilah yang ditawarkan rokok Djarum 76. Dengan kata lain, rokok dapat memenuhi salah satu hasrat masyarakat.

Hasrat-hasrat yang dijadikan ide penciptaan iklan Djarum 76 ini beragam. Namanya juga manusia, wajar dong kalau penuh dengan hasrat. Serakah, e, bos. Beberapa hasrat tersebut, salah satunya adalah hasrat yang terkait dengan “korupsi”.

Iklan pertama terkait hasrat korupsi adalah iklan yang berjudul Korupsi. Divisualkan seorang laki-laki sedang mengurus surat-menyurat di sebuah kantor. Laki-laki tersebut duduk di depan laki-laki lain (pegawai kantor) yang konstruksi fisiknya diarahkan pada Gayus Tambunan.

Gayus yang naik daun karena korupsi, sudah lekat di ingatan masyarakat. Oleh karenanya, ketika laki-laki pegawai tersebut memainkan jari-jari tangannya untuk mengisyaratkan meminta uang pelicin, laki-laki yang mengurus surat-menyurat kemudian pergi dan ngebacot soal korupsi.

Baca Juga:

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

Ketika berjalan pergi, laki-laki tersebut tersandung sebuah lampu jin, dan muncullah Mas Jin. Laki-laki tersebut meminta kepada Mas Jin untuk menghilangkan korupsi, pungli, dan sogokan dari muka bumi. Menariknya, Mas Jin menampakkan ekspresi berpikir sebentar, dan kemudian menjawab, “Hmm… bisa diatur. Wani piro?”

Iklan ini dapat dimaknai, bahwa bagi Dajrum 76, korupsi mustahil hilang sepenuhnya. Korupsi di Indonesia digambarkan sudah menjamur ke mana-mana. Tidka terkecuali ke dalam ranah dunia jin. Uedan tenan, to?

Iklan kedua berjudul Kontes Jin. Iklan ini divisualkan adanya sebuah kontes jin yang diikuti oleh jin dari Mesir, Jepang, dan Indonesia. Perwakilan jin Mesir memperlihatkan kemampuannya dengan menghilangkan Piramida. Perwakilan jin Jepang menghilangkan Gunung Fujiyama. Perwakilan jin Indonesia, yaitu Mas Jin, membawa setumpuk dokumen dalam kardus. Tumpukan yang sangat tinggi dan Mas Jin menghilangkannya.

Reaksi pertama kedua jin lain hanyalah tertawa mengejek. Akan tetapi, ketika Mas Jin menambahkan narasi tentang kasus korupsi yang hilang dari Indonesia, kedua jin lainnya sujud menghamba. Jin dari Jepang mengatakan “edan” dan jin dari Mesir mengatakan “ajaib”. Kata-kata tersebut terus diulang-ulang sampai iklan selesai. Keduanya begitu takjub dengan kemampuan Mas Jin.

Selain itu, dalam iklan tersebut juga memuat scene yang menunjukkan sorak sorai penonton kontes. Penonton tersebut diberi pakaian dinas yang menandakan mereka adalah orang-orang pemerintahan. Sorak sorai ketika melihat kemampuan Mas Jin menghilangkan kasus korupsi menandakan kebahagiaan orang-orang yang merasa kasus korupsinya ikut hilang. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya penonton yang mirip dengan Gayus Tambunan.

Setumpuk dokumen yang dibawa Mas Jin menandakan banyaknya daftar kasus korupsi yang ada di Indonesia. Sementara perulangan kata-kata jin Mesir dan jin Jepang menandakan betapa hebatnya Mas Jin ketika bisa menghilangkan kasus korupsi. Keren banget, kan, ketika daftar kasus korupsi yang buanyak itu hilang hanya dengan kekuatan sihir jin. Iya, bener kok pikiranmu, cuma dengan sihir. Manusia mana bisa?

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: MachoMaskulinRokok
Andrian Eksa

Andrian Eksa

Kelahiran Boyolali, 15 Desember. Saat ini menjadi seorang guru Bahasa Indonesia yang memilih tidak hanya sekadar mengajarkan kata, tapi juga merawatnya. Menyukai isu-isu terdekat di sekitarnya.

ArtikelTerkait

pb djarum

Djarum Itu Rokok atau Alat Menjahit?

9 September 2019
harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Nggak Apa-apa Harga Rokok Naik, tapi Nggak Sesering Ini Juga, kali!

20 Juli 2021
Gudang Garam Patra Adalah Rokok Kretek Non Filter Terenak dan Nggak Bikin Minder terminal mojok.co

Gudang Garam Patra Adalah Rokok Kretek Non Filter Terenak dan Nggak Bikin Minder

12 Januari 2021
ICJ satuan waktu sak ududan perokok anak kecil djarum super mojok mulut asbak

Kalau Kena Abu Rokok Pengendara di Jalanan Jogja, Sebaiknya Nggak Usah Lapor ke ICJ

27 September 2021
gender rokok

Sejak Kapan Rokok Punya Gender?

30 September 2019
4 Panduan Beli Vape Seken untuk Pemula terminal mojok.co

4 Panduan Beli Vape Seken untuk Pemula

15 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.