Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Hubungan Dilan dan Milea Itu Bukan Relationship Goal tapi Toxic Relationship

Anisa Dewi Anggriaeni oleh Anisa Dewi Anggriaeni
21 Februari 2020
A A
Hubungan Dilan dan Milea Itu Bukan Relationship Goal tapi Toxic Relationship
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kamu yang mengidam-idamkan Dilan dan Milea sebagai relationship goal, bukan bagi saya ini justru toxic relationship. Iya toxic. Hubungan beracun. Santai, kalem.

Film ketiga dari serial Dilan sudah tayang sejak 13 Februari 2019, hari ini kabarnya penonton sudah mencapai 2 juta lebih. Wajar sih di bioskop yang saya datangi kemarin jam tayang film ini ada delapan. Gilakk. Padahal Harley Quinn cuma ada satu jadwal dan yang menyedihkan Little Women belum ada dong! Nggak apa-apa itu biar jadi urusan maketing dan bagian promosi bioskop di Pacific Mall, Tegal.

Kembali ke film Milea: Suara dari Dilan, di sini Dilan beperan sebagai narator. Sudut pandang sepenuhnya dari dia. Sehingga Dilan lebih leluasa menjelaskan hal yang belum terjawab di Dilan 1990 dan Dillan 1991. Seperti kenapa harus mendekati Milea? Kenapa memakai cara ramal?

Mungkin banyak orang berduka menangisi perpisahan Dilan dan Milea. Mengapa mereka tak sampai menikah, padahal itu cita-cita Dilan? Mengapa mereka harus putus di tengah jalan? Mengapa mereka tidak bertahan di kondisi sesulit apa pun? Mengapa, mengapa dan mengapa yang lainnya. Jawabanya cuma satu dan sudah saya utarakan di atas: toxic relationship.

Bagaimana tidak disebut racun dari mulai Dilan 1990 dan Dilan 1991, Dilan merasa memiliki otoritas atas Milea. Dia bisa menghajar siapa saja yang berani mengganggu kekasihnya bahkan Dilan rela berantem dengan sahabatnya, Anhar. Dilan berani mengancam Kepala Sekolah bila dia juga mengganggu Milea. Horor kan? Sementara Milea pasif merasa terlindungi dengan sosok panglima tempurnya. Maskulinitas dan feminitas yang dipertebal dalam karakter kedua tokoh utama dalam film ini.

Toxic itu makin tercium saat Milea berkali-kali mengatakan dia tidak suka geng motor, tidak suka kawan-kawannya. Ia lalu mengatakan “aku pacarmu Dilan” yang menarasikan bahwa harusnya kamu mengikuti apa yang dia mau. Ada dominasi di sini, Milea juga berusaha menguasai Dilan seutuhnya. Tidak perlu mendengar apa yang teman-temannya katakan. Hubungan khas patriarki.

Dalam pacaran, cemburu itu pasti ada, yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana mengelola rasa cemburu itu. Emang sih, panas, gerah, meledak-ledak, tapi baiknya kan emang dikomunikasikan. Tidak lantas menghakimi atau mengambil kesimpulan sendiri. Persis ketika Milea tengah bimbel privat dengan Gunar. Dilan berasumsi bahwa mereka sudah jadian.

Pun ketika Milea melihat Dilan dirangkul oleh perempuan berkacamata di pemakaman ayahnya, menyebabkan mereka saling berasumsi sudah tidak sendiri lagi. Itu kan hal yang bisa diselesaikan kalau mereka sama-sama ngobrol. Diem-dieman sih, catat tuh diam itu bukan emas, tapi malapetakan yang mesti diantisipasi.

Baca Juga:

Nonton Ulang Film Dilan 1990 Bikin Saya Sadar 3 Adegan Ini Sebaiknya Nggak Ditiru di Dunia Nyata

Kenapa ya Perempuan Gemar Nyusruk ke Toxic Relationship?

Saling menyalahkan pun terjadi. Dilan merasa Mliea tidak memahami dirinya sementara Milea merasa Dilan tak menghiraukan omongannya. Tidak ada titik tengah, tidak ada percakapan yang membangun, yang menunjukkan bahwa hubungan ini pantas dipuja-puja dan setara.

Adegan itu diakui Dilan sendiri ketika dia menuliskan cerita “Hubunganku berjalan normal meskipun sekarang Lia lebih banyak mengontrol.” Yak, ciri toxic selanjutnya adalah controlling. Jelas itu bukan hubungan yang normal, ada intimidasi dan ancaman di dalamnya. Dengan keputusan Milea yang memutuskan secara sepihak dengan Dilan di saat dia sedang berduka. Memorable banget diputusin pas lagi kehilangan dan merasa tidak percaya diri. Padahal Dilan sedang butuh-butuhnya

Hal itu diamini oleh Dilan dengan mengatakan, “Tapi lebih menyakitkan lagi saat kehilangan tidak ada yang menguatkan dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.”

Kehilangan sahabatnya, Akew, dalam kondisi down seperti itu, Dilan butuh support dari orang-orang terkasih, untuk sekadar menemani, untuk sekadar mempercayai bahwa geng motornya tidak terlibat pengeroyokan. Milea juga tidak mendengarkan apa yang ingin dijelaskan mantan kekasihnya itu.

Di sisi lain manipulasi yang dilakukan Dilan dengan mengatakan bahwa dirinya sudah punya pacar tentu saja mengejutkan Milea. Kenapa sih harus ada kepura-puraan di antara kalian? Emang enak pura-pura baik-baik saja? Emang enak pura-pura bahagia? Kalau emang sedih ya sedih aja, mau nangis ya nangis aja, toh itu emosi yang wajar dirasakan setiap manusia, tanpa mengenal jenis kelamin.

Dilan yang merasa harga dirinya dilukai ketika dia tiba-tiba dihajar kakaknya Anhar, baginya kekerasan adalah solusi. Membalas dendam mengembalikan harga diri. Kan nggak begitu.

Tapi ya tetep ada hal positif dari cara mereka menjalin relasi, keluarga mereka saling kenal. Sayang, Milea melupakan satu hal, tidak mengenali social circle Dilan secara langsung, bukan sekadar dari narasi kekasihnya. Perlu interaksi langsung sebab mereka turut membentuk sikap dan karakter Dilan. Jadi sedikit banyak yang Dilan lakukan tidak jauh dari kebiasaan social circle-nya. Milea cuma kenal teman yang satu sekolah, itupun kalau lagi di kantinnya Bi Eem. Dan topik yang dibicarakan seputar dirinya dan Dilan.

Akhir yang membahagian bagi saya, pasalnya hubungan yang toxic memang tidak sehat bila dipaksa untuk terus dilanjutkan. Tidak apa-apa Milea, Dilan, kalian punya hak untuk merasa aman, nyaman, kesalingan dalam menjalankan hubungan. Ingat-ingat saja sabda Dilan yang satu ini, “Sedih dan kegagalan bukanlah kekalahan.”

BACA JUGA Menjadi Dilan Hari Ini atau tulisan Anisa Dewi Anggriaeni lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2020 oleh

Tags: DilanMilearelationship goaltoxic relationship
Anisa Dewi Anggriaeni

Anisa Dewi Anggriaeni

Makan bubur tanpa diaduk, makan soto dengan nasi terpisah.

ArtikelTerkait

Hubungan Dilan dan Milea Itu Bukan Relationship Goal tapi Toxic Relationship

Menghitung Pengeluaran Dilan Selama PDKT dengan Milea

17 Juni 2020
8 Film Indonesia yang Overrated, Harusnya Nggak Perlu Dipuja Seheboh Itu Terminal Mojok.co

8 Film Indonesia yang Overrated, Harusnya Nggak Perlu Dipuja Seheboh Itu

23 April 2022
Menjadi Dilan Hari Ini

Menjadi Dilan Hari Ini

2 Mei 2019
ancika mehrunisa rabu novel pidi baiq terbaru serial dilan mojok.co

Menyambut Novel Terbaru Pidi Baiq: Ancika Mehrunisa Rabu, Pacar Dilan yang Baru

20 Juli 2020
Penggunaan Kata 'Anjing' dan 'Goblog' untuk Percakapan Bahasa Sunda terminal mojok.co

Begini Jadinya kalau Ade ‘Odading’ Londok Memerankan Karakter Dilan

21 September 2020
Nonton Ulang Film Dilan 1990 Bikin Saya Sadar 3 Adegan Ini Sebaiknya Nggak Ditiru di Dunia Nyata

Nonton Ulang Film Dilan 1990 Bikin Saya Sadar 3 Adegan Ini Sebaiknya Nggak Ditiru di Dunia Nyata

6 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.