Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda Scoopy: Motor Mahal yang Nggak Kuat Nanjak, Cocok untuk Dataran Rendah

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi oleh Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
13 Juli 2024
A A
Honda Scoopy: Motor Mahal yang Nggak Kuat Nanjak, Cocok untuk Dataran Rendah

Honda Scoopy: Motor Mahal yang Nggak Kuat Nanjak, Cocok untuk Dataran Rendah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Honda Scoopy, dengan desainnya yang stylish dan modern, sering kali menjadi pilihan utama bagi para pengguna motor skutik di Indonesia. Motor ini tak hanya menawarkan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara, tetapi juga penampilan yang menarik sehingga menjadikannya favorit di kalangan anak muda.

Akan tetapi di balik kelebihan-kelebihan tersebut, ada satu kekurangan yang sering menjadi keluhan para pengguna, terutama mereka yang tinggal di daerah pegunungan atau sering melintasi jalanan menanjak. Scoopy dikenal tidak kuat untuk jalan menanjak.

Desain dan fitur Honda Scoopy

Motor Honda Scoopy hadir dengan berbagai fitur canggih yang membuatnya menarik bagi konsumen. Fitur-fitur seperti lampu LED, speedometer digital, dan sistem pengereman CBS (Combi Brake System) adalah beberapa keunggulan yang dihadirkan. Desain retro-modern yang ditawarkan juga membuat Scoopy tampak berbeda dan lebih menarik dibandingkan skuter lain di kelasnya.

Di kota-kota besar dan daerah dengan medan datar, Honda Scoopy sangat cocok digunakan. Bobotnya yang ringan dan dimensi yang kompak membuatnya mudah dikendalikan di jalanan yang padat. Konsumsi bahan bakar yang efisien juga menjadi salah satu nilai tambah, membuat Scoopy jadi ekonomis untuk penggunaan sehari-hari.

Lemah di daerah pegunungan

Akan tetapi kelemahan Honda Scoopy muncul ketika motor ini harus menghadapi medan yang menanjak. Mesinnya yang berkapasitas 110cc memang dirancang untuk penggunaan di medan datar dan jalan perkotaan. Meskipun tenaga yang dihasilkan cukup untuk penggunaan sehari-hari di jalan datar, tetapi tenaga tersebut sering kali terasa kurang ketika digunakan di daerah pegunungan.

Banyak pengguna Scoopy yang mengalami kesulitan saat menanjak, terutama ketika membawa beban tambahan seperti penumpang atau barang bawaan. Torsi yang dihasilkan oleh mesin Scoopy terasa kurang untuk mengatasi kemiringan yang curam. Akibatnya, performa motor jadi kurang optimal, sehingga pengendara harus ekstra berhati-hati untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan motor.

Pengalaman pengguna Honda Scoopy

Beberapa testimoni dari pengguna Scoopy yang tinggal di daerah pegunungan menguatkan pandangan ini. Banyak dari mereka menyatakan bahwa motor ini sering kali kehilangan tenaga saat menanjak, sehingga pengendara terkadang harus turun dari motor dan mendorongnya untuk bisa sampai ke puncak tanjakan. Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan bisa menjadi pengalaman yang menguras tenaga serta waktu.

Selain itu, mesin yang bekerja keras saat menanjak juga berpotensi menyebabkan overheating, yang bisa merusak komponen-komponen mesin dalam jangka panjang. Hal ini tentu menambah biaya perawatan dan perbaikan yang harus dikeluarkan oleh pemilik Honda Scoopy.

Baca Juga:

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Alternatif untuk pengendara motor yang tinggal di daerah pegunungan

Bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan atau sering berkendara di medan yang menanjak, mungkin perlu mempertimbangkan alternatif lain yang lebih sesuai selain motor Honda Scoopy. Ada beberapa pilihan skuter atau motor bebek dengan kapasitas mesin yang lebih besar dan torsi yang lebih kuat, yang dirancang khusus untuk mengatasi medan yang berat.

Misalnya, motor dengan kapasitas mesin 125cc atau 150cc biasanya lebih mampu menghadapi medan menanjak. Selain itu, beberapa model motor sport atau trail juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Sebab motor ini dirancang untuk performa maksimal di berbagai kondisi jalan.

Bagi mereka yang tinggal di daerah dengan medan datar atau di perkotaan, motor Honda Scoopy bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Namun, bagi yang sering berkendara di daerah pegunungan, mungkin perlu mempertimbangkan alternatif lain yang lebih kuat dan mampu mengatasi medan yang berat.

Pada akhirnya, pemilihan motor yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi medan yang akan dilalui sehari-hari. Memahami kelebihan dan kekurangan setiap tipe motor akan membantu pengguna dalam membuat keputusan yang tepat, sehingga bisa menikmati pengalaman berkendara yang nyaman dan aman di berbagai kondisi jalan.

Penulis: Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Honda Scoopy Begitu Laris, Memangnya Apa yang Bikin Orang Suka sama Cangkang Keong Dikasih Ban Ini?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2024 oleh

Tags: hondaHonda Scoopymotor hondamotor Honda Scoopy
Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Mahasiswa S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Suka menulis.

ArtikelTerkait

Ribut-ribut Pilih Honda Atau Yamaha, Padahal Suzuki Tetap yang Terbaik

Ribut-ribut Honda Atau Yamaha, Padahal yang Terbaik Tetap Suzuki

27 Juli 2023
Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125 terminal mojok.co

Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125

25 Februari 2022
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Tangki Honda PCX Memang Problematik, Rawan Kesemprot Bensin dan Bikin Motor Kurang Berguna

6 Mei 2025
Vario 110, Motor Honda Paling Merepotkan Penyebab Derita (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Merawat Honda Vario 110 CBS 2010: Motor Honda Paling Merepotkan, Selalu Rewel, dan Minta Jajan

11 Februari 2026
Honda Revo AT: Produk Gagal yang Jadi Aib Besar bagi Honda

Honda Revo AT: Produk Gagal yang Jadi Aib Besar bagi Honda

26 Januari 2024
Honda Astrea Grand Motor Klasik yang Jadi Buruan Anak Muda (Unsplash)

Awalnya Ikut-ikutan, tapi Lama-kelamaan Saya Jatuh Cinta dengan Honda Astrea Grand

20 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria
  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.