Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
5 Desember 2023
A A
Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan Mojok.co

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya warga asli pekalongan. Saya punya hobi nonton film di bioskop, sebuah hobi yang sebenarnya merepotkan bagi warga Pekalongan. Bagaimana tidak merepotkan film yang diputar di bioskop Pekalongan tidak selengkap kota-kota lain. 

Iya, saya bisa berlangganan platform streaming film berbayar seperti Netflix, Prime Video, atau aplikasi layanan berbayar lainnya. Toh jaringan internet di Pekalongan sudah mantap. Hanya saja saya merasa kurang mantap menonton film di layar sekecil ponsel, laptop, atau televisi. 

Hobi nonton film, tapi judul dan jam tayang terbatas

Bukannya tidak punya bioskop, Kota Batik yang terletak di sisi utara Pulau Jawa itu memiliki dua bioskop. Keduanya masuk dalam jaringan XXI yakni Cinema XXI dan Transmart Pekalongan XXI. Hari saat saya menulis artikel ini, hanya ada tiga film yang diputar di dua bioskop itu. Iya tiga film saja se-Pekalongan. 

Tiga film yang saya maksud antara lain “172 Days”, “Panggonan Wingit”, dan “Jatuh Cinta Seperti di Film-film”. Saya kebetulan memang ingin menonton film yang terakhir. Sayangnya film besutan Yandy Laurens itu hanya tayang di satu jam doang. Itupun di jam “nanggung”.

Saya memahami pasar Pekalongan memang kurang memikat untuk industri film. Warga lebih menyukai  dangdutan, sinetron, dan debat politik yang ditayangkan di televisi dan YouTube. Saya maklum-maklum saja kalau pilihan film yang ditayangkan jadi kurang beragam. Namun, kalau pilihan filmnya tidak bisa beragam, mbok ya waktu tayangnya bolehlah diperbanyak. Jangan cuma satu doang!

Minimnya opsi film ini sebenarnya juga tidak baik-baik saja buat saya pribadi. Secara tidak langsung, saya dipaksa untuk menonton film yang sebenarnya tidak benar-benar ingin saya tonton. Lebih tepatnya saya dipaksa menonton film yang warga Pekalongan sukai. Mengingat film yang dapat jatah layar adalah film yang punya pasar. Awalnya saya kurang memahami film-film seperti apa yang menjadi selera warga. Saya kemudian mencermati, film horor yang selalu di hati warga Pekalongan. 

CGV dan Cinepolis masuklah Pekalongan

Sedikitnya pilihan film yang ditawarkan di Pekalongan salah satunya karena hanya ada satu jaringan bioskop di Pekalongan. Coba kalau jaringan bioskop lain masuk ke sini, pasti pilihan filmnya akan semakin beragam. Mengingat, banyak film yang penayangannya hanya melalui CGV atau Cinepolis saja. 

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

Sembari menulis ini saya perlahan menyadari kalau Pekalongan lebih tertinggal dibanding Tegal perkara bioskop. Bayangkan, di kota bekas karesidenan itu ada ada beberapa jaringan bioskop. Mulai dari Gajah Mada Cinema juga ada Cinepolis dan CGV.

Menurut saya, CGV dan Cinepolis harus mulai membuka outlet di Pekalongan. Jadi supaya distribusi film tidak hanya dimonopoli oleh XXI. Perkara tempat, nggak usah khawatir. Jika nggak bisa masuk ke salah satu departemen store yang ada, bisa kok minta dibuatkan gedung sendiri. Wong outlet makanan cepat saji MCDonald’s saja bisa buka dengan kilat di Pekalongan.

Berbagai kondisi di atas membuat saya menyadari, sulit juga punya hobi nonton film di Pekalongan. Apalagi kalau lebih senang menonton film di layar yang besar seperti layar bioskop, makin repotlah. Kalau memang ingin menonton di bioskop dengan pilihan film yang beragam, perlu ke Tegal yang berjarak hampir 80 km atau lebih dari satu jam berkendara.

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Alasan Saya Nggak Butuh Kehadiran Bioskop

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2023 oleh

Tags: BioskopFilmhobi nonton filmNonton FIlmpekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini Mojok.co

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

3 September 2025
Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah

Kukira Kau Rumah: Bagus, tapi Masih Banyak Celah

16 Februari 2022
Petungkriyono, Surga Wisata di Pekalongan

Petungkriyono, Surga Wisata di Pekalongan

9 Februari 2022
Udahlah, Jangan Berharap Banyak sama 'Zack Snyder’s Justice League' terminal mojok.co

Udahlah, Jangan Berharap Banyak sama ‘Zack Snyder’s Justice League’

8 Maret 2021
Secercah Hidayah dari Kursi Bioskop yang diberi Jarak terminal mojok.co

FYI Aja, Ternyata Tiket Bioskop Itu Multifungsi!

17 Januari 2020
5 Film Lawas yang Berulang Tahun ke-100 di Tahun Ini

5 Film Lawas yang Berulang Tahun ke-100 di Tahun Ini

4 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.