Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hansi Flick, Eksistensi Komunitas, dan Semangat Mia san Mia: Wawancara dengan Ketua FC Bayern Fan Indonesia, Fans Klub Bayern Munchen

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
2 September 2020
A A
Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Bayern Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Wawancara kali ini bagi saya terasa canggung. Sebab, mengenalkan diri sebagai fans Arsenal membikin saya malu sendiri. Namun, karena salah satu klub Spanyol sana punya pengalaman yang sama-sama mengerikannya dengan Arsenal (tapi jauuh lebih mengerikan ketimbang Arsenal) saya kemudian berani mewawancarainya.

Sosok yang saya wawancarai yaitu Muhammad Rinaldi (28) ketua umum FC Bayern Fan Indonesia (FCBFI). Rinaldi menginformasikan kepada saya bahwa FCBFI merupakan satu-satunya fans klub yang diresmikan secara langsung oleh pemain, pejabat, dan kru FC Bayern Munchen pada tanggal 20 Mei, 2008.

Rinaldi, secara ringkas menyatakan kalau pembentukan FC Bayern Fan Indonesia terjadi saat Bayern Munchen datang ke Indonesia untuk bertanding melawan Timnas. Sekaligus juga pada musim itu merupakan pertandingan terakhir Oliver Khan.

Selengkapnya, simak wawancara saya dengan Rinaldi di bawah ini.

Mas Rinaldi, sebelum ke pertanyaan yang agak abot, barangkali ada saran terhadap fans klub Liga Inggris yang pernah dibantai oleh Bayern Munchen?

Hmmm. Agar tidak dibantai lagi, saran saya jangan main di London aja, ya. Karena London udah jadi kandang Munchen.

Mas, akun Twitter @fcbayernfanid setiap muncul di timeline saya, adminnya lucu banget. Saya curiga, jangan-jangan sampeyan sendiri yang ngadmin?

Sesekali, sih. Namun ada dua admin juga.

Sejak FCBFI diresmikan, kegiatan apa saja yang sering dilakukan?

Kalau tingkat regional paling futsal dan nobar. Lalu kegiatan sosial seperti bagi-bagi sembako ketika bulan puasa juga sering kami lakukan. Kalau tingkat nasional, kami bikin turnamen futsal antar regional, lalu gathering nasional setiap tahunnya dan kemarin kami baru saja bikin Liga Ramadhan.

Sudah berapa banyak member yang terdaftar di FCBFI?

Sampai saat ini ada sekitar 2,400-an karena kami baru buka membership sejak 2013.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Eksistensi fans Bayern Munchen di Indonesia bagaimana, sih?

Sebenarnya kami sama saja seperti komunitas sepak bola pada umumnya, cuma yang membedakan adalah jumlah member. Soal eksistensi dengan klub, mungkin kami bisa lebih dekat ketimbang komunitas lain. Karena komunikasi kami dengan FC Bayern Munchen sangat intens. Misal, di beberapa hal, FC Bayern suka memberi kado natal untuk FCBFI, juga mereka sering memberi pernak-pernik untuk kami pakai saat nobar dan klassiker.

Yang terakhir, kami diberi kesempatan untuk memasang banner di Allianz Arena sampai Bundesliga berakhir. Begitu pun saat final DFB Pokal, banner kami juga dipasang bersama dengan banner komunitas lain di seluruh dunia.

Latar belakang fans Bayern Munchen di Indonesia sendiri kebanyakan karena apa?

Kebanyakan sih suka Bayern Munchen melalui Timnas Jerman. Atau, yang sebelumnya tertarik dengan segala hal yang berkaitan dengan Jerman. Lalu, semenjak Munchen ke final pada tahun 2015 lalu, antusiasme fans Munchen di Indonesia “meledak”.

Menurut Anda sendiri, apa yang menjadi kunci kesuksesan Bayern Munchen dapat merengkuh trofi Liga Champions musim ini?

Yakni dari segi persiapan dan komitmen tim. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Komposisi tim, dari pelatih hingga para pemain, tahun ini betul-betul harmonis. Tidak ada perselisihan antar pemain dengan pelatih. Kemudian, pemain yang dirumorkan pindah pun tetap memberikan komitmen untuk tim. Meski awal musim sempat goyang dan Niko Kovac dipecat, tetapi Hansi Flick memberikan angin segar dan membuat Bayern Munchen semakin kompak.

Nah, berbicara tentang Hansi Flick, pendapat Mas Rinaldi bagaimana sejak ia ditunjuk menjadi pelatih Bayern Munchen? Secara, Hansi sudah 14 tahun tidak melatih klub usai dipecat Hofffenheim, apakah awalnya tidak merasa khawatir?

Transfer Bayern Munchen tersukses musim ini justru terjadi ketika Hansi Flick ditunjuk untuk menjadi asisten pelatih. Dan tatkala ia diangkat menjadi pelatih, ini bukan hanya soal taktik, tetapi pendekatan emosional Hansi juga terasa berbeda dengan pelatih Munchen sebelumnya. Komunikasi Hansi dengan para pemain sangat luar biasa.

Di Timnas Jerman, reputasi Hansi sudah sangat baik. Begitu pun, Bayern Munchen punya catatan positif ketika merekrut Cramer dan Udo Latek yang sebelumnya seorang asisten di timnas.

Oke, banyak fans klub di luar sana yang menyatakan kalau Bundesliga itu adalah Liganya Bayern. Apa-apa dibilang akan Bayern pada waktunya. Hal ini, apa karena klub Jerman lainnya buruk atau emang Bayernnya aja yang jago?

Di beberapa musim terakhir, Bayern Munchen selalu mendapat masalah di awal musim namun bisa juara di akhir musim. Memang, klub Bundesliga lainnya tidak konsisten. Salahnya, mereka juga kerap melepas pemain bintangnya ke Munchen sehingga kewalahan untuk bersaing di papan atas.

Bener juga, Mas. Di Bundesliga, klub mana yang cukup menganggu Bayern Munchen?

Monchengladbach, setiap musim selalu merepotkan. Bukan Borussia Dortmund, ya!

Terkait Thiago Alcantara dan Philippe Coutinho bagaimana nih, Mas? 

Thiago memang pernah bilang kalau dia akan pindah ketika mampu mengantarkan Bayern juara UCL. Sudah waktunya dia mencari tantangan baru. Sebelum Thiago, ada Groetzka-Kimmich di posisi gelandang. Kalau Coutinho, memang terlalu sayang kalau duduk terus di bangku cadangan. Munchen juga sudah punya Sane, jadi sudah waktunya Cou balik ke Barcelona.

Kira-kira Coutinho cocok nggak ya ke Arsenal, Mas?

Cocok, tetapi apa Coutinho-nya mau?

Klub Eropa yang menyusahkan bagi Bayern Munchen?

Dilihat dari beberapa musim terakhir, Real Madrid dan Atletico Madrid cukup menyusahkan.

***

Jika Anda pernah membaca wawancara saya bersama fans Barcelona dan AS Roma, kedua klub tersebut punya masalah intern yang sama yaitu kinerja manajemen klub sangat buruk. Namun Bayern Munchen sendiri, menurut Rinaldi, karena petinggi klub diisi oleh mantan-mantan pemain seperti Franz Beckenbauer, Uli Hoeness sampai Oliver Khan, sehingga Munchen tidak punya masalah dari sisi manajemen klub.

Terlebih, orang-orang Jerman punya pengaruh besar bagi Bayern Munchen, terutama dari segi keuangan yang mampu dijaga dengan sangat baik. Inilah kemudian yang membuat Munchen pintar menjaga pemain-pemain kuncinya, lalu cerdas merekrut pemain bintang hingga mental juaranya sudah mantul. Lebih dari itu, Rinaldi menegaskan, Bayern Munchen selalu dibangun dengan semangat Mia san Mia.

Ya, Mia san Mia, FCBFI!

BACA JUGA Mesut Ozil, Mohon Maaf, Sudah Waktunya Kamu Pergi dan artikel menarik lainnya dari Muhammad Ridwansyah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2020 oleh

Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

Kalau Istilah 'Kampungan' Artinya Udik, Kenapa Nggak Ada Istilah 'Kotaan' yang Artinya Tamak? terminal mojok.co

Menyanyikan Maesaroh: Cara Jitu Untuk Menyuruh Anak Pulang Kampung

15 Mei 2019
5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang  Mojok.co wisata di malang surabaya

Malang Memang “Surga” bagi Warga Surabaya, tapi Jangan Kaget dengan Lalu Lintasnya

2 Desember 2024
3 Persamaan Kozuki Oden dengan Gus Dur yang Bikin Mereka Layak Dikagumi terminal mojok.co

3 Persamaan Kozuki Oden dengan Gus Dur yang Bikin Mereka Layak Dikagumi

18 Februari 2021
Kerja Part Time Pramusaji Catering Paling Pas buat Mahasiswa (Unsplash)

Kerja Part Time Sebagai Pramusaji Catering Adalah Pekerjaan Paling Cocok untuk Mahasiswa

29 September 2023
Ganti Ikon, tapi Jalan Masih Bolong: Kulon Progo Butuh Prioritas, Bukan Sekadar Polesan

Ganti Ikon, tapi Jalan Masih Bolong: Kulon Progo Butuh Prioritas, Bukan Sekadar Polesan

5 Oktober 2025
5 Kebohongan tentang Kota Semarang yang Telanjur Dipercaya

5 Kebohongan tentang Kota Semarang yang Telanjur Dipercaya

18 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan Mojok.co

5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.