Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Hal-hal Menyebalkan di iPhone yang Bikin Saya Mikir untuk Kembali ke Android

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
23 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah satu bulan saya menggunakan iPhone beserta operasi sistemnya yang bernama iOS. Hal yang saya rasakan memang iPhone ini enak banget kalau dipakai. Apa-apa serba cepat, ringkas, dan nggak terlalu susah lah bagi saya si newbie ini. Setelah sebelumnya melanglang buana hidup bersama hape semacam Nokia, Sony Ericson, Blackberry, lantas beralih ke hape-hape android, pada akhirnya saya menemukan fase baru hidup bersama hape iPhone. Dan itu menyenangkan.

Walau saya bukan fanboy iPhone atau fanboy Apple, ya karena saya pakai hape iPhone juga baru sebulan, kok, sok-sokan fanboy. Namun, ketika sebelumnya saya sudah mengulik betapa iPhone itu adalah hape yang sungguh sangat menarik dan recommended untuk digunakan. Akhirnya saya juga menemukan sisi lain dari sebuah hape iPhone. Sebuah sisi menyebalkan yang ketika saya pikir-pikir membuat saya jadi kangen pakai hape android.

Harus kalian tahu, saya nggak di-endorse hape android mana pun. Ini sebatas pandangan saya bahwa sesempurna-sempurnanya iPhone di mata penggunanya, tetap saja ada cacat dan menyebalkannya.

#1 Fitur kesehatan baterai yang bikin parno dan baiknya dihapus aja

Saya akhirnya merasakan sendiri desas-desus yang sebelumnya cuma bisa saya dengar dari kawan-kawan saya menyoal betapa bangkenya fitur kesehatan baterai di iPhone. Setelah menggunakannya, hati saya jadi nggak tenang kalau membuka fitur yang namanya battery health. Sungguh melihat angka persen menurun itu rasanya sudah kayak lihat doi jalan sama cowok yang lain. Ada rasa kecewa, bingung, dan merasa marah melihat, kok bisa sih, kesehatan baterai yang tadinya 100% malah turun jadi 98%?

Perasaan parno melihat kesehatan baterai itulah yang membuat saya rindu hape android saya dulu. Waktu pakai hape android, nggak adanya fitur kesehatan baterai benar-benar bikin mental saya sehat, nggak parnoan, dan nggak ada rasa cemas berlebih. Di iPhone, fitur battery health itu tujuannya memang bagus, buat ngasih info ke penggunanya soal kesehatan baterainya.

Hanya saja, menurut saya pengguna nggak usah dikasih tahu kalau baterainya sedang fase kritis. Mending nggak usah dikasih tau biar mental penggunanya itu nggak semakin cemas akut dan malah jadi kena anxiety disorder gara-gara nggak tenang liat kesehatan baterainya ngedrop terus. Dear Apple, please read this article.

#2 Beli iPhone sudah kayak beli mainan lego, dipisah-pisah

Sejak iPhone 12 hadir, iPhone boleh dibilang licik dan pelit. Okelah mereka bilang peniadaan charger dan earphone demi efektivitas gerakan yang sedang mereka lakukan, pengurangan penggunaan karbon. Tapi dengan begitu, Apple juga cerdik banget mengambil ceruk keuntungan di situ. Gimana nggak cerdik, dengan dijual terpisahnya charger, earphone, dan hapenya, sudah pasti kita sebagai konsumen harus menyiapkan bujet ekstra buat beli aksesori macam charger dan earphone.

Sudah hapenya mahal, lah ini disuruh beli terpisah lagi charger dan earphone yang harganya juga nggak ngotak itu. Apple sudah kayak mainan lego, suka misah-misahin produknya buat dijadiin satu. Emang benar ternyata, kalau mau beli iPhone pada akhirnya kamu harus punya aliran keuangan yang bagus. Kalau nggak bagus, jatuhnya kamu cuma sanggup beli yang kw, third party, dan second. Dah lah.

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

#3 Harga iPhone yang masih nggak ngotak

Salah satu yang paling dibenci para pengguna non Apple melihat iPhone adalah menyoal harga. Gimana orang-orang nggak sebel, harganya itu loh yang nggak ngotak. Ketika hape-hape android dengan spek sangar bisa didapat dengan harga 2 sampai 3 jutaan. Ia masih tetap konsisten dengan harga hapenya yang selangit. Sampai sekarang nggak ada hape iPhone baru original yang dijual dengan harga satu sampai dua jutaan. Ada sih yang harga 2 jutaan, cuma ya second dan itu hape lama yang kepastian orisinalitasnya bikin was-was.

Dengan harga nggak ngotak itulah, ia selalu dicibir sebagai hape yang kemahalan dan nggak merakyat. Ya gimana ya, saya pun merasa hape-hape iPhone itu harganya memang sialan. Akan lebih baik jika iPhone sedikit melakukan eksperimen dengan menarget pangsa pasar yang lebih ekonomis. Saya yakin jika iPhone sudah berani merambah level entry level, hape-hape android di luar sana mulai keringat dingin, deh.

#4 Harga aksesorinya yang juga sama nggak ngotaknya

Kepala charger, kabel charger, case-nya, hingga earphone berlogo Apple kalau dibeli semua bisa beli satu hape baru android entry level. Tentu itu bukan sesuatu yang menyenangkan, tapi malah menyebalkan. Lha kok cuma beli aksesori, kok, sudah setara beli hape baru?

Cara marketing ala Apple itulah yang kadang bikin saya merasa diakal-akalin guna terciptanya ekosistem yang Apple banget. Ya paling nggak, hape iPhone dan aksesorisnya juga yang resmi Apple gitu. Tapi ya mbok Pak Tim Cook, tolong dong harga-harga aksesorinya jangan dibikin seharga UMR Jogja gitu, dibikin ngotak dikit coba harganya.

#5 Ekosistem Apple

Ketika saya mendengar kalimat ekosistem Apple dari para fanboynya. Kata mereka, kalau cuma pakai iPhone aja nggak afdal. Kamu harus masuk ke ekosistemnya dengan cara memakai semua merek Apple mulai dari laptop, tablet, sampai jam tangan. Bahkan saya pikir jika ada sempak merk Apple atau alat pencabut bulu ketek merek Apple, saya juga wajib beli supaya kelihatan sudah masuk ekosistem Apple banget.

Namun bagi saya, yang namanya ekosistem Apple ini kayak gengsi-gengsian aja. Emang kenapa kalau saya pakai hape iPhone saja? Anjuran fanboy Apple itu semacam terlalu berlebihan terkait ekosistem. Iya kalau semua orang punya bajet untuk beli semua merek Apple supaya masuk ekosistemnya. Kalau cuma makai iPhone doang terus dianggap remeh karena belum benar-benar join to the club ekosistem Apple yang keren itu, ya kamu fanboy Apple memang orang-orang yang menyebalkan. Sok kelas atas, huh.

#6 Aplikasi yang berbayar dan terbatas

Saya rasa beberapa orang ada yang sebel dengan sistem iPhone yang membatasi aplikasinya dan menarik tagihan kalau mau pakai aplikasi-aplikasi tertentu mereka. Memang hape kita bakal aman dengan terbatasnya aplikasi yang hanya di seputar Appstore.

Hanya saja, bagi mereka yang suka kebebasan kayak Luffy si bajak laut, iPhone semacam penjara yang menyebalkan. Dikit-dikit dibatasin dan dikit-dikit diminta bayar. Bagi mereka pengguna iPhone dengan kantong pas-pasan, sistem berbayar dan aplikasi terbatas itu benar-benar nggak asyik. Jatuhnya saya jadi kangen android dengan seribu kebebasannya dan sejuta gratisnya. Huh.

Itulah hal-hal menyebalkan yang saya rasakan saat menggunakan hape iPhone. Di satu sisi saya juga sering kangen sama hape android, tapi di sisi lain kayaknya saya perlu waktu untuk move on dari android ke iPhone. Lantaran move on itu butuh waktu, nggak bisa cepat kayak bebasnya para pelaku koruptor di Indonesia.

BACA JUGA 10 Fitur Baru iOS 14 yang Perlu Pengguna iPhone Ketahui dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: Androidhandphoneiphone
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

8 Fitur iPhone yang Jarang Diketahui. Pengguna iPhone Jangan Katrok, Maksimalkan Fitur Ini! Mojok.co

8 Fitur iPhone yang Jarang Diketahui. Pengguna iPhone Jangan Katrok, Maksimalkan Fitur Ini!

26 November 2023
smartphone

Ketika Smartphone Menginvasi Ruang Keluarga

11 September 2019
Sulitnya Meyakinkan Istri Saya untuk Membeli Hape iQOO

Sulitnya Meyakinkan Istri Saya untuk Membeli Hape iQOO

2 November 2023
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
iPhone Kini Cuma Jadi Sumber Penderitaan bagi Penggunanya (Pixabay) android

iPhone Kini Bukan Lagi Penentu Status Sosial, tapi Sumber Penderitaan bagi Para Penggunanya

10 September 2024
iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal (Unsplash)

iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal

12 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

25 Januari 2026
Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

25 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.