Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
9 Maret 2026
A A
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang sudah lama tinggal di Jogja, saya menerima banyak keluhan dari teman-teman pendatang atau yang lagi piknik terkait gudeg. Hal ini menjadi sebuah realita yang mengagetkan. Makanan khas Jogja ini mengecewakan banyak pendatang yang terlanjur memasang ekspektasi tinggi.

Saya mencatat beberapa keluhan terkait makanan khas Jogja ini. Misalnya, rasa gudeg yang terlalu manis, terlalu berat, dan kadang terasa asing bagi lidah yang tidak terbiasa dengan dominasi manis. Bagi sebagian orang, gudeg justru menghadirkan kejutan yang kurang menyenangkan.

Lalu, setelah saya tanya, ada makanan khas Jogja lain nggak yang lebih “menyenangkan”, rata-rata menjawab bakmi Jawa dan mangut lele. Bagi para pendatang dan mereka yang sedang main ke sini, duo kuliner itu lebih bersahabat untuk lidah.

Rasa yang lebih bervariasi ketimbang gudeg sebagai makanan khas Jogja

Banyak orang yang bilang kalau rasa gudeg sebagai makanan khas Jogja itu kurang variasi. Banyak yang dominan manis, ada juga yang gurih dan pedas. Masalahnya, kalau sudah “manis”, rasanya jadi manis banget.

Nah, untuk mangut lele, misalnya, banyak yang merasa lebih bisa menghadirkan rasa yang bervariasi. Lele yang diasap atau digoreng dulu, kemudian dimasak dalam kuah santan pedas dengan berbagai rempah. Hasilnya adalah rasa gurih dan sensasi pedas menggigit.

Entah kenapa, para pendatang ini lebih menyukai mangut lele dan bakmi Jawa ketika kali pertama mencicipi makanan khas Jogja. Kesukaan mereka lebih ke arah gurih dan sedikit pedas karena bisa membangkitkan selera makan, ketimbang manis seperti gudeg.

Untuk pendatang dan yang sedang berwisata, bisa mencoba mangut lele legendaris Mbah Marto di Bantul. Ini kalau ingin mendapatkan sensasi rasa pedas menggigit seperti saya maksud tadi. Kalau bakmi Jawa, banyak tempat, bahkan di pinggir jalan, sudah bisa menyediakan rasa otentik.

Rasa bakmi Jawa yang seimbang

Jika mangut lele mewakili “sisi liar dan berani” dari makanan khas Jogja, bakmi Jawa hadir sebagai penyeimbang. Kalau mau yang otentik, coba cari warung bakmi Jawa yang masih menggunakan anglo untuk memasak. 

Baca Juga:

Jogja Dijual (dan Sudah Laku), Warganya Cukup Jadi Penonton Sambil Ngontrak Saja

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

Memang, anglo bikin proses memasak jadi lama karena satu per satu. Namun, rasa yang akan hadir jadi lebih otentik. Apalagi kalau warung tersebut menggunakan telur bebek dan ayam kampung. 

Sangat kontras dengan gudeg, kamu akan mendapatkan rasa gurih dari bakmi Jawa, apalagi yang rebus. Kalau yang goreng, berkat anglo, kamu akan mendapatkan rasa smoky. 

Buat pendatang dan mereka yang sedang berwisata dan saya kenal, pasti akan merasa lebih nyaman makan bakmi Jawa. Kesannya, mereka nggak kaget seperti ketika makan gudeg. Makanya, menurut mereka, bakmi Jawa itu makanan khas Jogja yang menyeimbangkan. 

Kalau bicara falsafah, menurut saya, rasa bakmi Jawa ya otentik kayak orang Jawa itu sendiri. Terlihat minimalis, tapi kompleks. Rasanya sederhana, tapi orang banyak bisa menerimanya. Dan satu hal lagi, makanan khas Jogja satu ini belum menjadi “korban slogan wisata” kayak gudeg. Terlalu diromantisasi, sih.

Soal harga, gudeg bisa bikin kaget

Sudah sering menjadi perdebatan, harga seporsi gudeg itu nggak bisa disebut murah. Rata-rata untuk makan di tempat makan yang sudah punya nama, bisa habis antara Rp30 sampai Rp50 ribu. Semua tergantung tempat dan kamu mengambil lauk apa saja.

Masalahnya, promosi Jogja sebagai “tempat yang semuanya murah”, berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi. Gudeg, sebagai makanan khas Jogja, jadi mengecewakan dua kali bagi pendatang.

Pertama, rasa kaget karena sangat manis. Kedua, oh ternyata Jogja nggak semurah seperti yang digembar-gemborkan itu, ya. Kan susah, ya. Oleh sebab itu, bagi banyak pendatang dan mereka yang sedang wisata, gudeg itu mengecewakan. 

Iya, kecewa, bukan berarti mereka nggak makan dan mengapresiasi, ya. Namun, di samping apresiasi itu, ada keluhan yang normal terjadi.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Gudeg Jogja yang Membuat Wisatawan Kecewa dan Wajib Kamu Hindari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: bakmi jawagudeggudeg mahalgudeg manisJogjamakanan khas jogjamangut lelemangut lele mbah martorekomendasi bakmi jawarekomendasi gudeg Jogja
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat

28 Juli 2024
5 Bakmi Jawa khas Gunungkidul yang Otentik dan Mantap Terminal Mojok

5 Bakmi Jawa khas Gunungkidul yang Autentik dan Mantap

9 April 2022
Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

8 April 2024
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
lotek jogja kuliner inovasi kebablasan mojok

Lotek Jogja, Kuliner yang Terlampau Inovatif

5 Agustus 2021
Sisi Lain Juru Kunci Makam di Kuncen Wirobrajan Jogja yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sisi Lain Juru Kunci Makam di Kuncen Wirobrajan Jogja yang Tak Diketahui Banyak Orang

12 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta Mojok.co

Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta 

6 Maret 2026
Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

4 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja Mojok.co

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja

7 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati
  • Sebagai Warlok Jogja, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja
  • Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran
  • Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial
  • Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang
  • Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.