Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Rokok Gudang Garam Surya Ketengan, Rokok Ketengan Paling Laris di Indonesia

Nurhadi Mubarok oleh Nurhadi Mubarok
19 Februari 2024
A A
Gudang Garam Surya
Share on FacebookShare on Twitter

Rokok Gudang Garam Surya, tidak bisa tidak, adalah rokok ketengan terlaris di Indonesia. Merek lain, minggir dulu.

Kita mulai tulisan ini dengan cerita terlebih dahulu. Di rumah, ibu saya mempunyai usaha toko kelontong yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga, jajanan, dan barang yang sudah pasti ada di toko kelontong, yakni rokok. Bisa dikatakan rokok menjadi sebuah barang wajib yang harus ada di toko kelontong.

Dari berbagai macam merek rokok yang dijual di toko ibu saya, ada salah satu rokok yang sangat laris bernama rokok Gudang Garam Surya. Rokok ini lebih laris dibandingkan merek rokok lainnya. Bahkan saking larisnya, ibu saya juga menjual rokok ini dalam bentuk ketengan. Jika dihitung-hitung, untung yang didapatkan dari menjual rokok Surya ketengan ini lebih besar daripada menjual satu bungkus rokok surya.

Gini, harga satu bungkus rokok Surya isi 12 sekarang ini berkisar 24 ribu. Sementara rokok Surya ketengan per batangnya seharga 2.500 hingga 3000 rupiah. Jika dibandingkan, rokok ketengan yang terjual 12 batang, hasil yang didapatkan adalah 30 ribu, itu kalau jualnya pake harga eceran terendah lho. Memang jualan rokok ketengan ini cukup menjanjikan. Pun, rokok yang dijual secara ketengan di toko ibu saya ini hanya rokok Surya saja.

Kenapa cuman Surya ya?

Di sinilah mulai timbul pertanyaan di benak saya: mengapa hanya rokok Gudang Garam Surya saja yang dijual ketengan oleh ibu saya?

Pada beberapa kesempatan saat saya sedang jalan-jalan ke luar kota (kota-kota di Jawa Timur maksudnya), saya juga sering membeli rokok ketengan di toko kelontong. Ternyata hampir semua toko kelontong yang saya singgahi, rokok ketengan yang dijual adalah rokok Surya. Tidak hanya toko kelontong, warung kopi pun juga demikian.

Di sini rasa penasaran saya mulai membesar. Mengapa rokok Surya banyak yang dijual secara ketengan? Mengapa tidak rokok merek lain? Apakah Gudang Garam melakukan monopoli perdagangan di dunia perketengan rokok?

Dari hasil pengalaman, pengamatan, dan wawancara, saya memperoleh jawaban sebagai berikut.

Baca Juga:

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Rokok Gudang Garam Surya punya versi kemasan kaleng

Sebetulnya tidak hanya rokok Surya saja yang punya kemasan kaleng. Misalnya Djarum Super (sekarang sudah tidak pernah kelihatan), Esse, dan Dji Sam Soe. Tetapi, dari semua merek tersebut, rokok Gudang Garam Surya kaleng memang lebih familiar. Satu kaleng Gudang Garam Surya memiliki isi 50 batang dengan harga sekitar 75 ribu.

Dengan adanya kemasan kaleng, penjual lebih mudah dan praktis menjualnya daripada membuka satu persatu bungkus rokok yang isi 12.

Pernah suatu ketika saya bertanya ke ibu saya, “Bu, kenapa nggak jualan rokok ketengan yang selain Surya?”

Ibu saya menjawab, “Di sini rokok ketengan yang laku ya hanya Surya, nggak pernah ada orang beli rokok ketengan merek lain.”

Lebih banyak peminatnya

Masih terkait dengan poin sebelumnya bahwa, rokok Surya lebih diminati dari merek lain. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan terhadap teman-teman saya yang perokok. Misalkan di suatu tongkrongan ada tiga anak yang membawa rokok. Satu membawa sebungkus Surya, satu membawa rokok Apache, dan satu lagi membawa rokok Dji Sam Soe.

Nah, yang nggak bawa rokok, besar kemungkinan akan minta rokok kepada anak yang membawa Surya. Bahkan saya sendiri terkadang juga begitu. Jika ada dua bungkus rokok yang tergeletak di meja tongkrongan, satu Surya dan satu Dji Sam Soe misalnya, saya akan memilih Surya.

Hal ini tidak hanya terjadi di tongkrongan saja, melainkan acara tahlilan juga demikian. Gelas yang isinya rokok Surya akan lebih cepat habis. Kata teman saya, rokok yang paling pas sebagai cuci mulut setelah makan-makan di acara tahlilan memang rokok Surya. Saya juga mengamini hal itu.

Rokok “standar nasional”

Ini menurut pengamatan saya pribadi sejak bertahun-tahun ikut menjaga toko kelontong. Banyak varian rokok yang mencoba meniru rokok Surya, baik dari segi kemasan, nama, bahkan rasa.

Salah satunya adalah Gajah Baru. Gajah Baru ini meniru segala aspek yang saya sebutkan tadi mulai dari kemasan, nama, hingga rasa. Akibatnya, PT. Gudang Garam Tbk. pernah menggugat perusahaan rokok Gudang Baru pada 22 Maret 2021 di Pengadilan Negeri Surabaya.

Selain Gajah Baru, ada lagi rokok lain yang yang mempunyai kesamaan dengan Surya, yakni rokok Aspro. Rokok Aspro juga memiliki kesamaan dengan Surya dari segi kemasan dan rasa. Berbeda dengan Gudang Baru, rokok Aspro tidak pernah mempunyai masalah hukum karena meskipun menyamai Surya, mereka tidak menjiplak seutuhnya. Sebenarnya masih banyak lagi rokok yang meniru Surya. Tapi, itu akan jadi cerita di lain hari.

Dengan banyaknya merek yang meniru rokok Gudang Garam Surya, saya menarik kesimpulan bahwa peminat Surya sangat besar, dan Surya dijadikan standar rokok sigaret kretek mesin (SKM).

Nah, itulah beberapa alasan rokok Gudang Garam Surya jadi rokok yang paling sering dijual secara ketengan. Di tempat kalian mungkin beda sih, tapi saya yakin, pasti ada Surya-nya, meski tidak jadi jualan utama.

Penulis: Nurhadi Mubarok
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gudang Garam Surya, Papua Punya Selera

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2024 oleh

Tags: gudang garam suryaketenganRokok
Nurhadi Mubarok

Nurhadi Mubarok

melepaskan diri dari belenggu overthinking

ArtikelTerkait

merokok cengkeh ingatan tentang nenek MOJOK.CO

Tips Bergaul dengan Perokok walau Tidak Merokok

24 Juli 2020
iklan rokok

Definisi Cowok Versi Iklan Rokok U-Mild

14 Mei 2019
Para Perokok di Dalam Ruangan Tertutup dan Ber-AC, Motivasinya Apa sih?

Kenapa Kebanyakan Perokok Lebih Memilih Membeli Rokok Dibanding Makanan saat Uangnya Pas-pasan?

28 Agustus 2020
Gudang Garam Kalah karena Mahal dan Tingginya Cukai (Rokok Indonesia:Ekosaint)

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

26 Juni 2025
Rokok Juara, Rokok Rasa Teh yang Enaknya Cuma di Dua Batang Pertama terminal mojok

Rokok Juara, Rokok Rasa Teh Manis yang Enaknya Cuma Tiga Batang Pertama

20 September 2021
nutmeg Lionel Messi tarkam sepakbola anak-anak mojok.co

Gara-gara Lionel Messi, Saya Jadi Berhenti Merokok

4 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM
  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.