Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Grup WhatsApp Keluarga dan Alumni Sekolah Sebenernya Nggak Penting-penting Amat, Mending Nggak Usah Join

Rino Andreanto oleh Rino Andreanto
7 November 2023
A A
Grup WhatsApp Keluarga dan Alumni Sekolah Sebenernya Nggak Penting-penting Amat, Mending Nggak Usah Join

Grup WhatsApp Keluarga dan Alumni Sekolah Sebenernya Nggak Penting-penting Amat, Mending Nggak Usah Join (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Paling nyebelinnya dari grup WA ini adalah kemunculan salah satu member yang berusaha keras meramaikan grup. Kadang dengan mengirimkan jokes bapak-bapak, kadang quotes bijak, hingga menyebarkan hoaks yang sumbernya asal comot dari TikTok. Makanya nggak usah heran kalau banyak orang yang nge-mute notifikasi grup WhatsApp keluarga.

Saya yakin, ketidaknyamanan berada di grup ini juga dialami sebagian besar anak muda. Selain nggak nyaman, rasa bimbang pun kadang mampir ke pikiran. Bimbang untuk keluar dari grup, misalnya. Jujur aja, memberanikan diri keluar dari grup WhatsApp keluarga hanya milik orang-orang berjiwa petarung. Gimana nggak, kalau keluar grup nanti disangka ada masalah sama anggota keluarga lain.

Menjalin silaturahmi dengan teman sekolah di masa lalu memang penting, tapi…

Satu lagi grup WhatsApp yang sebenernya nggak penting-penting amat dan sebaiknya nggak perlu join adalah grup alumni sekolah. Iya, saya paham, grup alumni ini memang dibutuhkan agar kita bisa tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman sekolah dulu. Tapi ketimbang manfaatnya, kayaknya lebih banyak hal nggak penting dalam grup ini, deh.

Lantaran nggak akrab-akrab banget atau mungkin karena sudah sibuk dengan kesibukan masing-masing, grup WhatsApp alumni sekolah seringnya sepi. Palingan grup ini baru ramai kalau mau ada acara reunian atau acara bukber di bulan Ramadan. Itupun kadang sebatas wacana doang.

Sama kayak grup WA keluarga, grup WA alumni juga cuma memberi kita kebimbangan. Mau keluar, tapi nggak enak sama teman yang lain. Kalau tetap ada di grup, sepinya udah kayak kuburan. Nggak berhenti sampai di situ, kebimbangan lainnya juga akan muncul ketika salah satu member nge-chat di grup tersebut. Biasanya kalau nggak sempat dijawab, dibilangnya kita sombong, udah berubah, bla bla bla lainnya. Tapi giliran dijawab, eh malah kita dicuekin.

Udah gitu, grup WhatsApp alumni ini juga kerap disalahgunakan oleh kaum “pinjam dulu seratus”. Banyak banget contoh kejadian ini dan hasilnya tentu aja nggak akan dibayar. Kalaupun dibayar, kita yang harus usaha ngasih kode-kode biar si oknum peka.

WhatsApp yang awalnya diproyeksikan memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi, malah bikin emosi pengguna dengan kehadiran dua grup di atas. Memang nggak semua grup WA keluarga dan alumni sekolah kayak yang saya ceritakan di atas. Tapi, mayoritas ya kayak yang saya bilang di atas. Betul apa betul?

Penulis: Rino Andreanto
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

BACA JUGA Skema Kedekatan Pertemanan Berdasarkan Banyaknya Grup WhatsApp Turunan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 November 2023 oleh

Tags: alumnigrup alumnigrup whatsappKeluargaWhatsapp
Rino Andreanto

Rino Andreanto

Alumni pondok pesantren yang lahir di Banyuwangi. Hobi membaca, menulis, dan hal-hal berbau komedi.

ArtikelTerkait

ferdi amira tukang ojek pengkolan keluarga ideal mojok.co

5 Alasan Keluarga Mbak Amira Tukang Ojek Pengkolan Adalah Keluarga Sinetron Idaman

2 Juli 2020
4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar  Mojok.co

4 Siasat Bertahan di Grup WhatsApp Keluarga Besar 

6 November 2024
Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

Kejatuhan Akreditasi Adalah “Vonis Mati” bagi Alumni, di Mana Tanggung Jawab Prodi?

27 Juli 2023
asisten rumah tangga

Asisten Rumah Tangga yang Tak Kunjung Kembali Setelah Idul Fitri

11 Juni 2019
bahagia

Jadilah Bahagia Walau Tidak Terlahir Dari Keluarga Kaya, Nak

29 Juni 2019
Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto Terminal Mojok.co

Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto

29 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
Karyawan Indomaret Pekerja Paling Underrated di Indonesia (Unsplash)

Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

2 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.