Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Buat kamu yang belum tau Kabupaten Grobogan aku kasih gambaran. Kabupaten ini terletak di tengah-tengah Kabupaten/Kota Solo, Kudus, Pati, Demak, Sragen, Semarang, Boyolali dan Blora. Secara letak bisa dibilang strategis lah. Tapi Grobogan tidak terlalu familiar di telinga orang, yang sering disebut adalah Purwodadi. Kalo kamu tau Purwodadi, nah itu di dalam Grobogan. 

Sekarang kita kenalan dengan bupatinya. Namanya Setyo Hadi, nama yang cukup menggelitik di telinga masyarakat karena slogannya saat kampanye. Adik kandung dari bupati dua periode sebelumnya yaitu Sri Sumarni ini memiliki slogan yang cukup mudah diingat oleh masyarakat Grobogan,  “Mbangun Deso Noto Kutho” yang berarti bangun desa, menata kota.

Slogan yang cukup mewah, tapi realitasnya sih hanya “meh”.

Gimana tidak, sudah bertahun-tahun Grobogan dijuluki Jeglongan Sewu yang berarti Jalan Berlubang Seribu. Julukan itu sudah ada dari era kakaknya Sri sampai sekarang dipimpin adiknya, dan julukan tersebut ironisnya masih relevan sampai sekarang. Faktanya masih banyak jalan berlubang di Kabupaten ini.

Jangankan kok jalan berlubang, jalan tanah dan batu masih bisa kamu jumpai di daerah pedesaan. Ibarat kata kamu habis makan, tapi lewat jalan Grobogan, langsung kram ringan tuh perut gara-gara Jeglongan Sewu.

BACA JUGA: 3 Sisi Lain Grobogan yang Nggak Banyak Orang Tahu

Grobogan langganan banjir

Sekarang momok masyarakat Grobogan tidak hanya Jeglongan Sewu. Kabupaten ini juga langganan banjir setiap hujan deras melanda. Beberapa tahun belakangan, Kabupaten ini sering sekali dilanda banjir. Mirisnya selain melumpuhkan aktivitas warga, banjir ini biasanya mengakibatkan lumpuhnya jalur kereta api. Ya, bisa dibayangkan lah ya berapa kerugiannya. 

Banjir yang dialami Grobogan selalu sama yaitu karena jebolnya tanggul sungai. Pertanyaannya kok bisa terulang berulang kali? Di mana letak Mbangun Deso Noto Kutho-nya?

Saya sampai terheran-heran setiap musim hujan selalu saja banjir dan ketika saya cek di berita pasti masalahnya sama yaitu jebolnya tanggul sungai. Sekarang nih, sampai tulisan ini saya tulis, ada 9 kecamatan di Grobogan yang terendam banjir. Yaitu Purwodadi, Karangrayung, Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan. 

Sembilan kecamatan terendam banjir itu bukan angka yang sedikit loh. Dengan mayoritas masyarakat Grobogan yang berprofesi sebagai petani, saya tidak bisa membayangkan betapa sedihnya mereka tidak jadi panen gara-gara tanggul sungai jebol dan mengakibatkan banjir. Ada momen yang sebenarnya bisa menjadi tamparan buat Bupati, pembaca bisa mengecek di Instagram @infogrobogan.id sekarang isinya rekaman banjir semua.

Seharusnya dari situ, Bupati sadar Mbangun Deso Noto Kutho yang digembar-gemborkan belum berhasil. Apalagi ada salah satu video yang memperlihatkan masyarakat bergotong-royong berupaya meninggikan tanggul sungai yang seharusnya tugas siapa.

BACA JUGA: 8 Kosakata Bahasa Jawa Orang Grobogan yang Nggak Dimengerti Orang Kudus, padahal Wilayahnya Tetanggaan

Ayolah, satset dikit

Sebagai putra daerah, saya resah dengan kejadian yang ada di Grobogan. Jeglongan Sewu sampai langganan banjir sesungguhnya tidak diinginkan oleh masyarakat Grobogan bahkan Bupatinya sekalipun. Tapi ayolah, Pak, satset, kakak Anda yang menjadi pendahulu Anda bisa dicontoh baiknya jikalau ada baiknya, dan bisa di buang buruknya.

Ya semoga Grobogan bisa segera membaik, Bupatinya bisa Mbangun Deso Noto Kutho. Kalau belum bisa, tugas saya sebagai masyarakatnya cuma bisa mengingatkan, walaupun mungkin beliau juga sudah diingatkan bupati pendahulunya alias kakak kandungnya. Mau bagaimanapun, Grobogan tidak punya laut, masa iya langganan banjir, malu dong sama tetangga.

Penulis: Aqnan Syandi Syahsena
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kabupaten Grobogan, Daerah yang Sama Sekali Nggak Terkenal, padahal Lumbung Pangan Nasional

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version