Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Google Doodle Tempeh atau Tempe: Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang Aneh

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
29 Oktober 2022
A A
Google Doodle Tempeh atau Tempe- Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang Aneh

Google Doodle Tempeh atau Tempe- Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang Aneh

Share on FacebookShare on Twitter

Menantikan munculnya Google Doodle yang baru itu bisa jadi momen yang mendebarkan. Kita menantikan kapan ya, salah satu produk budaya Indonesia muncul lagi di sana. Dan, hari ini, Sabtu 29 Oktober 2022, muncul soal tempe. Sayang, terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris terasa aneh: tempeh.

Tempe dan tempeh. Aneh. Tentu buat saya pribadi, ya. Mungkin terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris menurut si pembuat itu biasa saja. Saya malah jadi penasaran kenapa harus menambahkan kata “h” di belakang tempe, ya?

Terjemahan yang terdengar aneh

Kalau terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris cuma nambah satu kata, ya mending nggak usah diubah sekalian. Tempe. Terdengar lebih seksi dan sintal. Terasa pas saja di telinga. Tempeh. Ada bunyi -peh yang aneh banget. Kayak bunyi kentut. Mana Google Doodle selalu merujuk ke Bahasa Inggris pula.

Ada lagi, mendengar bunyi -peh ketika mengucapkan tempeh itu malah membuat saya jadi kepingin malas. Coba bunyikan seperti ini: temmm… pehhhhh. Dengan suara agak mendesah dan manja. Rasa-rasanya malah pengin rebahan dan tidak memikirkan keanehan terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.

Beda kalau mengucapkan tempe. Meskipun mengucapkannya dengan nada manja dan sedikit mendesah, hasilnya tetap terdengar bulat: temmm… pe! Ya kan? Memang orang Barat itu suka aneh-aneh ketika memikirkan sesuatu.

Yang nikmat, yang dibungkus daun pisang

Selain itu, kalau pembaca mengetik di kolom pencarian Google Doodle yang baru, yang muncul adalah foto-foto tempe yang “organik”. Gimana, ya, sebagai hooligan berbagai macam olahan tempe, bagi saya, tempe yang paling pas itu yang dibungkus pakai daun pisang. Tapi yang potongannya kotak kecil ya, bukan yang persegi panjang itu.

Sementara itu, Google Doodle menyajikan foto-foto tempe atau tempeh yang dibungkus plastik. Salah satu jenama bungkus plastik yang terkenal adalah tempe Muchlar.

Kenapa saya lebih suka yang bungkus daun pisang?

Baca Juga:

Rujak Buah Jawa Timur Pakai Tahu Tempe: Nggak Masuk Akal, tapi Enak

3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah

Bagi saya, tentu ini menurut petunjuk dari lidah ya, yang bungkus daun pisang itu lebih enak kalau digoreng. Kedelai-nya tuh lebih terasa saja. Apalagi tempe bungkus daun pisang yang belum sepenuhnya jadi. Kalau digoreng agak garing itu jadi kemropol alias bisa rontok sedikit-sedikit. Itu pas banget kalau diolah menjadi sambal tempe untuk teman makan sayur bening. Gokil.

Namun, melihat Google Doodle hari ini, dengan foto-foto produk tempeh yang bungkus plastik, ditambah anehnya terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, saya jadi agak sedih. Untuk soal bahasa saya memang agak perasa.

Rasa aneh dari tempeh itu sama ketika saya menemukan terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris untuk “Bahasa Indonesia”. Orang Barat menyebutnya dengan “bahasa”. Apa sih ini? Aneh banget. Bukankah identitas kebanggsaan itu harus lengkap, ya? Apalagi sudah disepakati lewat sebuah musyawarah mulia bernama Sumpah Pemuda.

Alih bahasa yang sulit saya terima

Bukankah menyebut Bahasa Inggris itu “english”? Bahasa Jerman? Ya menyebutnya german. Prancis? Ya france. Enak gitu lho. Nggak ada yang menyebut “language” untuk merujuk Bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis, bukan? Pernah merasa aneh dengan hal ini, nggak?

“Can you speak bahasa?”

“Ope se! Mayak arek iki!”

Bukankah lebih enak kalau bilang, “Can you speak Indonesian?” atau “Can you speak Bahasa Indonesia? Bukankah itu terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris yang lebih enak di telinga?

Tempeh? Aneh, cok!

Tempe? Nah, ini baru enak untuk digoreng agak kering, lalu diolah jadi sambal tempe, untuk teman makan sayur bening.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Tempe Bacem: Makanan Underrated dengan Cita Rasa Paripurna

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2022 oleh

Tags: Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggrisgoogle doodletempeterjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

comfort food orang desa

6 Menu Comfort Food Orang Desa, Sederhana tapi Menggugah Selera  

1 Agustus 2023
Tempe Bacem Makanan Underrated dengan Cita Rasa Paripurna Terminal Mojok

Tempe Bacem: Makanan Underrated dengan Cita Rasa Paripurna

29 Agustus 2022
Tempe, Makanan Mewah bagi Perantau di Jepang Terminal Mojok

Perjuangan Perantau Indonesia Menikmati Tempe di Jepang

31 Maret 2022
Sate Ambal Sambal Tempe, Kuliner "Nyeleneh" Kebumen yang Bikin Ketagihan

Sate Ambal Sambal Tempe, Kuliner “Nyeleneh” Kebumen yang Bikin Ketagihan

25 September 2023
Menobatkan Tempe Kacang sebagai Oleh-Oleh Malang yang Paling Khas, Oleh-Oleh Lain Nggak Pantas! Mojok.co

Jangan Salah Pilih, Tempe Kacang Adalah Oleh-oleh Khas Malang yang Paling Autentik. Oleh-oleh Lain Lewat!

5 Juli 2024
Soto kok Lauk Kerupuk, Lauk Tempe Lebih Manusiawi! terminal mojok

Soto kok Lauk Kerupuk, Lauk Tempe Lebih Manusiawi!

10 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Menyiksa Suzuki Swift di Jalanan Pantura yang Tak Pernah Mulus dari Kudus ke Rembang

9 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.