Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Gini Amat Rasanya Jadi Editor Naskah

Riski Fidiana oleh Riski Fidiana
26 September 2021
A A
Begini Rasanya Jadi Editor Naskah terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya dulu nggak pernah terlintas sama sekali bahwa saya akan menjadi seorang editor naskah. Lha, saya saja kuliahnya jurusan Pendidikan. Sampai suatu hari saya coba-coba melamar jadi seorang editor dan malah keterima. Hal pertama yang terpikirkan oleh saya sebelum mulai kerja jadi editor adalah kudu ngerti PUEBI, pandai copy paste dari satu naskah ke naskah lain, dan sebagainya. Itu dulu, lho. Dan ternyata memang dunia nggak berputar seindah itu.

Satu hal yang membuat saya kepikiran untuk berbagi sedikit keluh kesah soal profesi sekarang ini adalah pernyataan yang cukup menjengkelkan dari seorang tetangga. Jadi, tetangga pernah bertanya pekerjaan saya sekarang. Tentu saya jelaskan pekerjaan saya bla bla bla. Spontan blio menjawab, “Enak, dong, kerjanya cuma di depan komputer. Tinggal copas, kan? Ruangannya ber-AC, nggak usah panas-panasan juga.” Walah, tetangga saya ini memang minta ditabok.

Oke, akan saya ceritakan suka duka jadi editor naskah biar nggak ada lagi pernyataan menjengkelkan soal pekerjaan satu ini kayak yang dilontarkan tetangga tadi. Disclaimer, nih, saya editor naskah buku anak SD. Mungkin pengalaman yang saya ceritakan ini akan sedikit berbeda dari editor buku-buku fiksi.

Pertama, jadi editor naskah ternyata nggak cukup hanya mengerti PUEBI. Pemahaman soal PUEBI adalah syarat mutlak jadi editor. Nggak cuma itu, kami juga dituntut buat jadi layouter dadakan. Kok gitu? Selain kerjaan mengedit kata, frasa, klausa, kalimat, dan teman-temannya, editor juga harus terampil melayout calon buku. Apalagi yang saya edit adalah buku anak SD, tentu harus menarik dari segi penampilan, bukan?

Kedua, harus siap lembur. Kalau kalian tipe orang yang nggak suka kerja kantoran, jauh-jauh deh sama yang namanya penerbitan. Dijamin kalian bakal bosan berada di depan komputer dan tuntutan lembur. Apalagi kalau deadline naskah sudah dekat. Tapi, kan editor cuma ngedit tulisan? Hadeh, baca lagi sana poin pertama!

Ketiga, jadi editor berarti harus siap jadi penulis dadakan. Kok dadakan lagi? Yap, nggak semua penulis kompeten dalam menyusun sebuah buku pelajaran, Bro. Nggak sedikit penulis yang mengirimkan naskahnya jauh dari ketentuan yang sudah disepakati. Akhirnya mau nggak mau editor harus putar otak untuk menambah atau mengubah isi buku. Kenapa nggak minta penulis untuk revisi? Sudah, Bro, sudah. Hasilnya? Kalau beruntung ya nggak terlalu pusing, tapi kalau nggak beruntung ya mari putar otak lagi, Ketimbang debat sama penulis padahal deadline semakin terlihat hilalnya.

Keempat, siap-siap mata terasa berkunang-kunang setiap hari. Maklum saja, rata-rata dalam sehari seorang editor harus memandangi layar komputer selama 7-8 jam. Semua itu demi memastikan nggak ada typo atau layout yang miring atau merusak tampilan buku. Beda halnya kalau memandangi doi, itu mah enak, bikin adem. Ehehehe. Jadi, buat para editor di luar sana, jaga kesehatan mata, ya!

Kelima, siap sedia 25 jam untuk merevisi naskah. Sebagai editor buku pelajaran, saya harus siap sedia merevisi naskah entah berapa puluh kali. Setiap penulis dan penelaah minta revisi, di situlah editor hanya bisa berkata, “Siap!” Seandainya setelah buku dicetak terdapat kesalahan fatal, siap-siap saja kena semprot atasan karena telah merugikan perusahaan, apalagi kalau sudah dicetak dalam oplah banyak.

Baca Juga:

Membedah Perbedaan Editor Naskah di Luar Negeri dan Indonesia

Tulisan Makin Ngaco, Aplikasi Wattpad Butuh Editor Kebahasaan

Keenam, sehebat apa pun seorang editor, nggak ada tuh yang terkenal. Editor naskah itu semacam ada dan tiada. Dia nggak nampak, tapi perannya sangat besar. Gimana nggak besar, wong naskah mentah dari penulis—yang nggak jarang awut-awutan—bakal disulap jadi sebuah buku yang kece. Tapi, tetap saja yang akan dikenali orang adalah penulisnya. Padahal, kadang nggak sedikit juga lho tulisan yang dirombak oleh editor. Entah itu terkait dengan isi atau susunan kalimatnya. Tapi ya gitu, jarang ada orang yang baca buku terus melihat siapa editornya. Memangnya kalian pernah iseng-iseng kepo sama editor naskahnya ketika baca sebuah buku? Saya sendiri saja nggak pernah.

Eits, tapi jadi editor juga nggak seburuk itu kok. Nggak sedikit juga rasa senang yang didapatkan, selain tanggal muda lho, ya. Kebahagiaan editor itu sederhana, yaitu ketika naskah telah selesai cetak, terlihat rapi dan menarik, serta nggak ada kesalahan penulisan atau tata letak di dalamnya. Kalau seperti itu, anak-anak pasti bakal semangat belajarnya. Secara nggak langsung kami bisa disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa juga nggak, sih?

Jadi, gimana? Masih tertarik menjadi seorang editor? Oh, harus!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2021 oleh

Tags: buku anakeditor
Riski Fidiana

Riski Fidiana

Guru Bahasa Jawa di MTsN 7 Jember. Menaruh perhatian pada pelestarian budaya Jawa, gemar menjelajah alam, dan bermain bulu tangkis.

ArtikelTerkait

Membedah Perbedaan Editor Naskah di Luar Negeri dan Indonesia terminal mojok

Membedah Perbedaan Editor Naskah di Luar Negeri dan Indonesia

1 Oktober 2021
'The Very Hungry Caterpillar' Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik mojok.co

‘The Very Hungry Caterpillar’ Akan Tetap Menjadi Buku Cerita Anak Terbaik

30 Mei 2021

Tulisan Makin Ngaco, Aplikasi Wattpad Butuh Editor Kebahasaan

2 Juni 2021
suka duka menjadi editor di media keluhan mojok.co

5 Macam Duka Menjadi Editor di Media

3 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.