Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Garut Bukan Cuma Dodol, tapi Juga Tempat Pelarian Hati dan Ruang Terbaik untuk Menyendiri

Ayu Lestari Sipayung oleh Ayu Lestari Sipayung
27 Februari 2025
A A
Garut Bukan Cuma Dodol, tapi Juga Tempat Pelarian Hati dan Ruang Terbaik untuk Menyendiri

Garut Bukan Cuma Dodol, tapi Juga Tempat Pelarian Hati dan Ruang Terbaik untuk Menyendiri (Mohammad Reza via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau mendengar kata Garut, banyak orang langsung kepikiran dodol. Wajar, sih. Dodol Garut itu memang sudah seperti identitas daerah ini. Tapi kalau dipikir-pikir, masa iya Garut cuma dikenal karena dodol? Kayak nggak ada hal lain yang lebih menarik. Padahal, kalau kita mau menggali lebih dalam, Garut itu lebih dari sekadar makanan manis yang bikin gigi lengket.

Garut itu tempat yang pas buat pelarian hati—baik buat yang lagi galau, jenuh sama rutinitas, atau cuma butuh udara segar buat menenangkan pikiran. Sebuah tempat di mana kesedihan bisa dicuci dengan udara dingin dan pemandangan yang bikin tenang.

Dingin, tapi nggak sedingin dia

Salah satu hal yang bikin Garut cocok buat pelarian hati adalah udaranya yang sejuk. Beda sama Bandung yang mulai panas, Garut masih punya hawa dingin yang menenangkan. Kalau kamu habis ditinggal gebetan atau baru aja diputusin, datanglah ke sini. Udara di sana bakal lebih menyegarkan dibanding menghabiskan malam sambil scroll Instagram mantan.

Kota ini dikelilingi oleh pegunungan, salah satunya Gunung Papandayan yang sering jadi tempat mendaki favorit. Bayangkan, pagi-pagi naik ke puncak, melihat sunrise, lalu menghirup udara segar tanpa polusi. Rasa-rasanya, beban hidup berkurang setengah. Coba bandingkan dengan pagi-pagi di kota yang harus buru-buru berangkat kerja atau sekolah. Nggak ada healing-healing-nya sama sekali.

Kawah Darajat, lebih panas dari perdebatan mantan

Kalau kamu lebih suka tempat yang eksotis, Kawah Darajat bisa jadi pilihan. Tempat ini punya pemandian air panas alami yang pas buat relaksasi. Airnya yang hangat bisa membantu merilekskan badan dan pikiran yang lagi ruwet. Apalagi kalau kamu datang pas malam hari, uap panas yang naik dari air membuat suasana jadi lebih dramatis. Cocok buat kontemplasi kehidupan sambil merenung kenapa dia lebih memilih orang lain.

Tapi ingat, datang ke pemandian air panas ini sendirian lebih dianjurkan daripada berduaan sama gebetan yang belum jelas arahnya ke mana. Jangan sampai Garut yang adem malah jadi saksi hati yang patah dua kali.

Pantai Santolo, untuk yang butuh menepi

Siapa bilang Garut cuma soal gunung dan udara dingin? Kota ini juga punya pantai yang nggak kalah menarik. Salah satunya adalah Pantai Santolo. Pasir putih, ombak yang tenang, dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota bikin tempat ini cocok buat mereka yang butuh ketenangan.

Datang ke Pantai Santolo itu rasanya seperti menjauh sebentar dari dunia yang penuh drama. Di sini, kamu bisa duduk di tepi pantai, menatap laut lepas, dan membiarkan angin sepoi-sepoi menghapus semua beban pikiran. Kalau beruntung, kamu bisa menyaksikan sunset yang cantiknya bukan main. Katanya, melihat matahari terbenam bisa bikin hati lebih ikhlas. Mungkin ini alasan kenapa banyak orang datang ke pantai buat menenangkan diri.

Baca Juga:

Garut Itu Luas, Malu Sama Julukan Swiss Van Java kalau Hotel Cuma Numpuk di Cipanas

5 Kuliner khas Garut selain Dodol yang Layak Dikenal Masyarakat

Kampung Sampireun, tempat untuk yang ingin menyendiri

Kadang, cara terbaik untuk mengatasi luka hati adalah dengan menyepi. Dan kalau kamu mencari tempat yang tenang, Kampung Sampireun adalah jawabannya. Ini bukan sekadar penginapan biasa, tapi sebuah resort dengan suasana pedesaan yang asri.

Di sini, kamu bisa menginap di bungalow yang mengapung di atas danau, dikelilingi pepohonan hijau yang bikin hati adem. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin menjauh dari kebisingan kota dan menikmati ketenangan tanpa gangguan. Bahkan, kalau kamu bawa buku favorit dan segelas teh hangat, rasanya dunia ini nggak terlalu buruk lagi.

Kuliner Garut tak hanya dodol

Nah, setelah puas menjelajahi tempat-tempat yang cocok buat healing, waktunya mengisi perut. Garut memang terkenal dengan dodolnya, tapi ada banyak makanan lain yang nggak kalah enak.

Misalnya, bakso aci yang kenyalnya bikin nagih. Kalau kamu suka makanan pedas, cobain sambal cibiuk yang khas dengan rasa pedas segarnya. Atau kalau mau yang lebih unik, ada daging domba Garut yang terkenal empuk dan gurih. Pokoknya, di Garut kamu nggak akan kehabisan pilihan makanan enak.

Dan kalau kamu masih keukeuh menganggap Garut cuma tentang dodol, coba datang ke salah satu warung makan khas di sana. Duduk di pinggir jalan, menikmati makanan dengan latar belakang gunung, dan mendengar percakapan random orang-orang sekitar bisa jadi pengalaman yang lebih menyenangkan daripada scrolling media sosial yang isinya cuma pameran kebahagiaan orang lain.

Garut, tempat yang pas untuk memulai lagi

Kadang, kita butuh tempat baru untuk memulai kembali. Garut mungkin bukan kota besar yang gemerlap, tapi justru itulah yang membuatnya istimewa. Di sini, kamu bisa menemukan ketenangan yang sulit didapat di tempat lain.

Entah itu dengan mendaki gunung, bersantai di pantai, atau sekadar menikmati makanan khasnya, Garut punya sesuatu yang bisa membuat hati lebih ringan. Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat untuk pelarian hati, Garut adalah pilihan yang tepat.

Siapa tahu, di antara udara dingin, pemandangan hijau, dan makanan enak, kamu bisa menemukan sesuatu yang lebih berharga—kedamaian dalam diri sendiri.

Meski Garut cocok buat healing dan menenangkan diri, jangan sampai malah jadi tempat pelarian yang kebablasan. Maksudnya, jangan sampai keasyikan menyendiri di tepi Situ Bagendit atau mendaki Papandayan terus lupa kalau hidup tetap harus dijalani.

Garut bisa memberi waktu dan ruang untuk merenung, tapi pada akhirnya, kamu tetap harus kembali ke realitas. Menyendiri boleh, tapi jangan lupa bahwa dunia masih punya banyak hal menarik untuk dijelajahi.

Setiap perjalanan ke Garut akan memberikan pengalaman berbeda. Mungkin kamu datang dengan hati yang berat, tapi pulang dengan kepala yang lebih ringan. Atau mungkin, kamu datang dengan harapan bisa melupakan seseorang, tapi justru menemukan sesuatu yang lebih penting—versi dirimu yang lebih kuat.

Jadi, kapan mau ke Garut?

Penulis: Ayu Lestari Sipayung
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal-hal yang Harus Kamu Tahu tentang Kota Garut agar Tahunya Nggak Cuma Vina Garut doang!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2025 oleh

Tags: garutgunung papandayankawah darajat
Ayu Lestari Sipayung

Ayu Lestari Sipayung

Sosok tenang yang memilih 'bersuara' lewat tulisan. Gadis muda yang percaya bahwa tinta dan papan ketik adalah teman terbaik untuk menceritakan apa yang tak sanggup diucapkan lisan.

ArtikelTerkait

tanjakan panganten garut mojok

Kisah Mistis Tanjakan Panganten di Garut yang Melegenda

3 November 2020
batu akik garut mojok

Mengenang Kejayaan Batu Akik Garut yang Meredup Ditelan Zaman

16 Juli 2020
Desa Cinunuk, Wisata Religi di Garut yang Sarat Sejarah terminal mojok

Desa Cinunuk, Wisata Religi di Garut yang Sarat Sejarah

11 Desember 2021
apa benar adolf hitler mati di garut mojok

Mengungkap Asal Mula Konspirasi Adolf Hitler Mati di Garut

24 November 2020
bandros sarapan ala sunda mojok

Bandros, Surabi, dan Ulen: Mana yang Paling Lezat buat Sarapan?

15 Desember 2020
Baso Aci: Masterpiece Asal Garut

Baso Aci: Masterpiece Asal Garut

1 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang Mojok.co

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

9 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.