Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gambaran Orang-orang tentang Pulau Batam yang Kadang Tak Sesuai Realita

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
30 Mei 2020
A A
Gambaran Orang-orang tentang Pulau Batam yang Kadang Tak Sesuai Realita
Share on FacebookShare on Twitter

“Batam itu kota industri yang modern dan padat penduduk.”

“Batam itu surganya barang elektronik murah meriah.”

“Di sana kita bisa membeli barang branded dengan harga yang murah sekali.”

“Kalau sudah minum airnya, orang nggak bakalan mau balik lagi ke kampung halamannya.”

“Kalau kamu ke Batam, kamu bakal ketemu Jodoh!”

Saya yakin kebanyakan masyarakat di Indonesia ini sudah mengenal baik Pulau Batam, meskipun pada kenyataannya mereka belum pernah pergi ke sana. Orang-orang ini biasanya mendapatkan info hanya dari cerita satu orang ke orang lainnya. Batam sendiri memang bisa dibilang pulau kecil yang begitu populer karena letaknya yang begitu strategis diapit dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Ia juga punya privilege tersendiri dibanding kota-kota lainnya di Indonesia. Sehingga banyak yang bilang kalau Batam ini luar negerinya Indonesia.

Dari cerita orang-orang, sejak kecil saya menggambarkan Pulau Batam itu seperti kota yang padat penduduk, modern, dan semua berjalan serba cepat. Secara sederhananya saya menggambarkan pulau ini itu yah sebelas dua belas dengan Singapura. Namun, setelah mendapat kesempatan datang langsung ke sana, semua imajinasi yang saya bangun dengan susah-susah itu tumbang begitu saja.

Tak banyak gedung-gedung bertingkat dan yang ada justru bukit-bukit di sepanjang jalan yang tampak tak terurus. Kiri dan kanan jalan ditumbuhi pepohonan. Secara keseluruhan, hanya satu hal yang benar gambaran saya tentang Batam. Di sana udaranya panas sekali. Wajar saja sih sebenarnya, karena ia sendiri merupakan pulau kecil yang dikelilingi laut.

Baca Juga:

Gresik, Daerah yang Nggak Bisa Dibilang Ndeso, tapi Dianggap Kota Juga Kurang Pas

Ironi Purbalingga: Kota Industri, tapi Warganya Lebih Memilih Cari Kerja di Daerah Lain

Lantaran ia dikelilingi oleh lautan, maka tak heran jika wisata pantai di sini sangat populer. Di sini pantainya kebanyakan pantai dengan pasir putih yang indah-indah sekali. Jarak antara satu pantai dengan pantai lainnya pun dekat-dekat. Pantai di Batam juga airnya relatif tenang, sehingga kita bisa berenang di pantai ataupun mencoba beberapa permainan air yang ditawarkan.

Batam itu surganya elektronik murah meriah. Saya setuju dengan pernyataan ini. Di sana memang elektronik dijual lebih murah ketimbang harga pasaran di kota lainnya. Tapi arti murah di sini jangan diartikan bahwa barang elektronik tersebut lantas banting harga seperti harga obralan. Waktu tahu saya akan pergi ke sana dulu, banyak para tetangga, teman, ataupun kerabat berbondong-bondong hendak menitip untuk membeli hape. Bahkan ada teman yang nggak punya akhlak dengan polosnya minta oleh-oleh hape. Dikira harga hape kayak harga permen Davos apa yak!

Murah yang dimaksud itu masih dalam kadar wajar sih menurut saya. Misal di Jawa harga hape 1.600.000, maka di sana kita bisa mendapatkan hape dengan harga 1.300.000 sampai 1.400.000. Itu pun kalau kita pinter dalam menawar. Dengan selisih harga segitu, jika hapenya dikirim maka jatuhnya yah sama saja. Jika mau dibawa via pesawat, dulunya di bandara akan ada pemeriksaan. Tiap orang hanya boleh membawa maksimal 4 hape saja.

Makanya kalau ada online shop di sana yang menjual barang elektronik dengan harga tak wajar, ini patut dicurigai. Karena ada beberapa teman saya yang bercerita bahwa mereka tertipu jutaan rupiah saat membeli hape di online shop yang mengatasnamakan toko elektronik Batam.

Kenapa harga barang elektronik dan barang branded di Batam itu lebih murah, ini dikarenakan semua barang luar yang masuk ke sana tidak melalui bea cukai. Makanya, jika suatu hari nanti berkunjung di Batam jangan heran jika ada banyak mobil-mobil mewah harga milyaran yang berseliweran di kota kecil tersebut. Eits, tapi mobil tersebut hanya bisa dipakai di Batam loh ya, kalau dibawa keluar bakalan kena bea cukai juga nantinya.

Tentang air di sana yang katanya magic sehingga membuat siapa pun orang yang meminumnya enggan pulang, memang benar. Beberapa orang yang bekerja di Batam itu kebanyakan enggan untuk pulang kampung. Mereka merasa kerasan tinggal di sana. Bahkan beberapa orang itu merasa tak betah tinggal di rumahnya sendiri ketika sudah pulang dari Batam. Hawanya itu ingin balik ke sana wae katanya.

Bagi saya itu mitos. Saya sendiri sudah menguji coba sendiri dengan meminum air Batam. Namun nyatanya saya yah pulang kampung dan merasa baik-baik saja. Saya juga nggak punya pikiran atau keinginan buat balik lagi ke sana kalau nggak ada perlu. Menurut saya yang bikin nggak pengin pulang itu bukan airnya, tapi duitnya. Wkwkwk… Secara di Batam itu kota Industri, di sana banyak orang bisa mendapatkan gaji tinggi dengan mudah ketimbang di kampung halamannya. Walaupun menurut saya, UMR di Batam itu masih jauh lebih rendah ketimbang Bekasi apalagi Karawang.

Banyak yang bilang kalau pergi ke Batam nanti kita akan ketemu jodoh. Saya nggak tahu dari mana awal mula kalimat tersebut sampai tercetus. Sebenarnya peryataan tersebut cukup ambigu. Nggak salah, tapi yah nggak benar juga. Jodoh yang dimaksud di sini itu merupakan nama sebuah nama daerah di Batam. Jadi yah wajar aja kalau nantinya kita tinggal di batam bakal ketemu sama Jodoh, orang keliling Batam itu sehari juga sudah kelar kok.

Sesekali ketika kita ingin berlibur ke Singapura atau Malaysia, ada baiknya mampir Batam dululah. Di sana tempat wisatanya juga bagus-bagus dan banyak tempat bersejarah juga. Selain itu kalau kita mau ke luar negeri kita cukup nyeberang dengan kapal Ferry selama setengah sampai empat puluh lima menit saja. Jangan lupa belanja cokelat kalau main ke sana nanti, ya.

BACA JUGA Tak Ada Es Teh di Batam? dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2020 oleh

Tags: kota industriPulau Batam
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Karawang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal dan Investasi TKI

Karawang Kota Industri, tapi Warganya Terpaksa Jadi TKI

20 Januari 2024
Ironi Purbalingga: Kota Industri, tapi Warganya Lebih Memilih Cari Kerja di Daerah Lain Mojok.co

Ironi Purbalingga: Kota Industri, tapi Warganya Lebih Memilih Cari Kerja di Daerah Lain

24 April 2024
Karawang Kota Pendatang Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni Mojok.co

Karawang, Kota Pendatang yang Butuh Transportasi Publik Mumpuni

17 Januari 2024
Gresik Kota dan Gresik Selatan, Representasi Ba Sing Se di Kehidupan Nyata: Kesenjangannya bagai Langit dan Bumi

Gresik, Daerah yang Nggak Bisa Dibilang Ndeso, tapi Dianggap Kota Juga Kurang Pas

29 Januari 2025
Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat

23 Februari 2024
Tidak Ada Kebanggaan dari Status Gresik Sebagai Kota Industri (Unsplash)

Tidak Ada Kebanggaan dari Status Gresik Sebagai Kota Industri

14 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.