Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Free Wifi yang Sesungguhnya Nggak Benar-Benar Free

Siti Halwah oleh Siti Halwah
19 September 2019
A A
free wifi

free wifi

Share on FacebookShare on Twitter

Di zaman serba digital seperti ini, hampir setiap hari kita membutuhkan internet. Internet sudah seperti teman karib dalam kehidupan sehari-hari. Ke mana pun dan di mana pun, internet harus selalu ada untuk memudahkan proses transaksi, komunikasi hingga kelancaran mobilitas sehari-hari. Makanya, jika ada tindakan pembatasan ataupun pemutusan akses internet oleh pemerintah seperti kemarin-kemarin itu, tentu sudah sewajarnya banyak masyarakat banyak yang protes.

Yaiyalah. Internet itu penting. Dia menjawab berbagai persoalan masalah kehidupan. Ambil saja sebuah contoh, kalau kita mau baju baru, malas memilih di pasar, tinggal membuka aplikasi online shop, klik, bayar via mBanking, lalu tunggu kiriman. Sangat efisien sekali. Tanpa perlu berdesak-desakan di pasar, ataupun panas-panasan di luar.

Kali lain, jika kita sedang lapar. Malas harus ke luar rumah atau kantor, mengantri di warung, dan hal-hal lainnya. Tinggal pesan antar di abang-abang ojol. Bayar, beres. Menghemat tenaga, waktu dan energi. hehe

Internet juga menjadi teman saat kita sedang boring. Aplikasi game online sangat digemari oleh anak-anak remaja hingga dewasa untuk sekadar piknik pikiran dari kepenatan. Bisa juga dengan menonton berbagai video di laman YouTube atau stalking gebetan di media sosial. Tentunya, semua hanya bisa dilakukan ketika ada internet.

Makanya, melihat begitu pentingnya keberadaan internet ini, kini banyak menjamur rumah makan, restoran, kafe hingga angkringan yang dengan baik hatinya menyediakan akses internet gratis. Biasanya sering ditandai dengan tulisan Free Wifi.

Tanda Free Wifi seringnya jadi acuan bagi anak-anak millenial yang hobinya kongkow atau nongkrong bersama temannya. Juga tempat tujuan bagi pelajar dan mahasiswa yang punya banyak tugas namun memerlukan akses internet. Kesannya, mereka pergi ke kafe atau angkringan bukan untuk makan, tapi untuk meminta sumbangan internet gratis. wqwq

Sayangnya, kalau di cermati dan dipikir-pikir ulang, Free Wifi sesungguhnya nggak benar-benar free. Mekanisme pelaksaannya itu lho yang sebenarnya nggak mencerminkan free.

Ketika saya mencari arti kata free di dalam kamus daring bahasa Inggris-Indonesia, saya menemukan beberapa makna yaitu bebas, cuma-cuma/gratis, bebas sesuka hati, terbuka. Itu adalah beberapa makna yang menurut saya cukup relevan dengan kalimat Free Wifi.

Baca Juga:

Tidak Ada yang Lebih Menggelikan ketimbang Milenial Fosil Wannabe yang Ngejekin Gen Z Tiap Saat, Situ Iri?

7 Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Materi SKD CPNS secara Gratis

Tapi, pelaksanaan Free Wifi kok, sama sekali nggak mencerminkan makna kata free, ya?

Bebas/Bebas Sesuka Hati

Akses free wifi memang bebas, nggak dibatasi sama sekali. Tapi, masalahnya, nggak semua orang bisa bebas mengakses wifi. Dalam pelaksanaannya, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya.

Jika sedang di restoran, maka hanya orang-orang di restoran saja yang bisa mengakses wifi tersebut. Mereka bisa jadi karyawan, pelanggan hingga para pekerja restoran. Bukan semua orang, hiks. Kadang, pelanggan saja masih memerlukan izin pihak restoran. Akses free wifi mereka digembok, makanya harus minta password-nya dulu ke pelayan atau karyawan restoran. Sama sekali nggak mencerminkan kata free.

Cuma-Cuma/Gratis

Apakah benar akses “Free Wifi” itu diberikan secara cuma-cuma dan gratis? Jawabannya: nggak. Kalau mau akses wifi gratis dari sebuah kafe, maka kita harus masuk ke kafe tersebut. Membeli makanan yang harganya lumayan mahal. Kemudian, mintalah password wifi ke karyawan di kafe tersebut. Lalu, apanya yang gratis? Padahal kita harus membayar makanan, camilan dan minuman yang mahal untuk mengaksesnya. Hish

Terbuka

Apanya yang terbuka? Akses wifi-nya? Nggak sama sekali, tuh. Makna terbuka dalam Free Wifi itu hanya terbuka untuk para pelanggan, karyawan dan pekerja di kafe ataupun restoran tersebut, bukan untuk semua orang.

Bahkan, terkadang aksesnya hanya terbatas dalam ruangan dalam kafe saja, mereka yang berada di luar dan berharap dapat mengais sedikit saja akses internetnya, sama sekali nggak bisa. Lalu, apanya yang free wifi?

Pengalaman saya, suatu kali, ketika sedang berada di mall, tiba-tiba saudara saya membutuhkan internet untuk menyelesaikan suatu urusan. Saat itu, kebetulan ia tidak memiliki kuota internet yang cukup untuk dapat menyelesaikan urusannya. Akhirnya, kami memilih untuk berdiri di sekitar kafe yang memiliki tanda Free Wifi.

Kupikir, memang benar-benar free. Ternyata, saudara saya tidak dapat mengakses wifi tersebut karena ada gemboknya alias diberikan password. Akhirnya, karena situasi benar-benar urgent, kami memutuskan untuk masuk ke kafe tersebut. Memesan camilan dan minuman yang jika dikalkulasikan harganya sudah cukup untuk membeli paketan internet. Tapi, karena saat itu sedang gopoh, kami tidak berpikir ke arah sana. Yang penting ada kases internet, urusan selesai dengan cepat.

Ketika makanan sudah datang, kami meminta password wifi ke karyawan kafe. Namun sungguh malang nasib saudara saya, internetnya justru tetap tidak dapat diakses. Kalaupun berhasil, sangat lemooot. Kami komplain ke karyawan kafe, namun malah dijawab, “mohon maaf, sekarang sedang banyak pengunjung, akses wifi kami batasi hanya untuk 20 pelanggan.” Dan kami adalah pengunjung ke 21 dan 22. Hadeuh~

Mungkin, sudah saatnya Free Wifi diganti dengan Free Wifi Only For Limited Person, biar nggak perlu ada yang kena tipu lagi. hehe (*)

BACA JUGA Yang Paling Nyesek Dari “Harusnya Aku yang di Sana” atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 September 2019 oleh

Tags: akses internetfree wifiGame Onlinehemat kuotakongkowMilenialsobat misqueenstalking gebetanYoutube
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja Mojok.co

Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja

15 November 2023
Kritter Klub: Opsi Sarana Edukasi Biar Masyarakat Indonesia Nggak Begundal-Begundal Amat!

Kritter Klub: Opsi Sarana Edukasi Biar Masyarakat Indonesia Nggak Begundal-Begundal Amat!

17 Februari 2020
Mengenal Mugshot, Konsep Foto Thumbnail dalam MV BTS 'Butter' terminal mojok

Mengenal Mugshot, Konsep Foto Thumbnail dalam MV BTS ‘Butter’

22 Mei 2021
Auto Base

Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim

24 Oktober 2019
gaji bulanan

7 Tips Mengatur Gaji Bulanan Biar Nggak Cuma Numpang Lewat

21 Oktober 2019
bucin dan lpiagu galau

Menjadi Bucin dan Penikmat Lagu Galau adalah Passion Kita (Hah, Kita?)

5 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.