Fiki Naki Menyadarkan Banyak Orang untuk Belajar Speaking lewat OmeTV – Terminal Mojok

Fiki Naki Menyadarkan Banyak Orang untuk Belajar Speaking lewat OmeTV

Artikel

Beberapa minggu yang lalu saya menemukan channel YouTube yang cukup menarik bagi saya yaitu Fiki Naki. Bagi yang belum tahu, channel tersebut memiliki konten OmeTV yang sebenarnya sudah cukup menjamur juga di Indonesia. Tapi, ia membungkus konten tersebut menjadi sangat menarik di mana ia memiliki kemampuan multi bahasa yang digunakan untuk mengobrol dengan orang-orang bule, berbeda dengan konten OmeTV kebanyakan yang sudah sangat mainstream yaitu sekadar menggoda orang-orang tanpa maksud dan tujuan yang jelas.

Satu hal positif yang bisa saya ambil dari channel Fiki Naki adalah keberanian berbicara menggunakan bahasa yang ia pelajari belum lama ini langsung ke orang asli dari negara tersebut. Hal tersebut tentunya patut dicontoh karena kebanyakan orang Indonesia biasanya malu untuk mencoba berbicara langsung menggunakan bahasa yang bukan bahasa utama mereka. Setelah saya mencobanya sendiri, saya merasa bahwa memang platform OmeTV sangat tepat untuk mengasah kemampuan berbahasa kita dengan berbagai alasan.

#1 Berbicara dengan orang nggak dikenal

Alasan utama seseorang nggak mau mencoba berbicara dengan bahasa lain biasanya adalah merasa minder dan takut dicengin sama orang terdekat kita, takut kualitas bahasa kita masih kurang bagus. Nah, di OmeTV sendiri kita berbicara dengan strangers yang sebelumnya nggak pernah kita kenal. Awalnya memang pasti deg degan, tapi setelah melakukan kedua dan seterusnya rasa tersebut sedikit demi sedikit hilang. Mungkin ini juga yang dirasakan Fiki Naki.

Selain itu, walaupun kalian merasa dipermalukan atau nggak cocok sama lawan bicara dari negara lain, kalian bisa langsung skip tanpa pikir panjang. Anggap saja kalian nggak bakal pernah ketemu dia lagi sehingga kalian akan tetap PD untuk mencobanya lagi ke orang lain.

#2 Lebih simpel dan santai

Obrolan yang akan kalian hadapi di sini pun pasti obrolan ringan yang nggak memerlukan kemampuan berbahasa tinggi. Orang-orang di aplikasi ini kebanyakan juga ramah dan mau membantu kita dalam belajar walaupun tetap ada aja orang-orang yang nyebelin. Tapi, overall aplikasi ini cukup santai untuk digunakan. Selain itu, aplikasi ini juga simpel karena kalian hanya perlu memilih negara asal dan mulai mencari teman untuk diajak ngobrol.

Berbeda jika kalian mencobanya bersama guru atau mentor di satu bimbingan yang atmosfernya pasti lebih serius. Di sini, walaupun kalian salah, paling diketawain dikit dan nggak sampai dicengin yang berlebihan. Selain itu, jika kalian bisa menemukan lawan bicara yang cocok untuk diajak berdiskusi yang pastinya lebih membantu apalagi kalau sampai saling bertukar akun media sosial, kayak yang dilakukan Fiki Naki juga. Hitung-hitung nambah teman dari lintas negara. Tentunya pembahasan kalian bisa dilanjutkan nantinya di platform yang berbeda.

#3 Belajar dari sumbernya langsung

Keuntungan selanjutnya adalah kalian bisa berbicara langsung dengan native speaker. Ini merupakan pengalaman yang cukup berharga. Tentunya hal semacam ini sangat sulit untuk terlaksana di dunia nyata. Berbicara dari sumbernya langsung bisa memberikan pelajaran tersendiri yang nggak mungkin didapatkan dari guru sekalipun.

Kalian bisa mengetahui aksen dan pengucapan kata yang tepat sekaligus dilakukan oleh orang asli dari negara asalnya. Tentunya akan lebih sulit dibandingkan belajar secara pelan-pelan dan sistematis, tetapi kalau nggak dicoba secara langsung pun pastinya juga sulit untuk membuat lidah kita menjadi terbiasa. Seperti kata pepatah yang mengatakan “learning by doing”~

#4 Berpikir cepat dan improvisasi

Orang yang nggak terbiasa speaking walaupun jago dalam teori sekalipun pasti tetap kikuk saat nantinya ngobrol dengan orang lain. Oleh karena itu, dengan orang yang berbeda dan topik yang berbeda pula kalian bisa meningkatkan skill speaking kalian. Nggak masalah semisal harus browsing terlebih dahulu, tetapi yang terpenting adalah bisa memahami dan memikirkan jawaban yang tepat saat melakukan conversation.

Secara nggak sadar, kalian akan terbiasa improvisasi dan memikirkan hal-hal baru yang tentunya semakin memperluas kemampuan berbahasa kalian. Kosakata yang kalian miliki pun lama kelamaan bertambah dengan sendirinya tanpa harus menghafalkan. Setidaknya hal itu yang saya pelajari dari beberapa konten Fiki Naki. Beberapa video Fiki Naki dengan orang-orang asing cukup membuat kita semakin percaya diri bahwa saat ini orang-orang lintas negara saling menyapa dan berkenalan.

Itulah beberapa alasan kenapa OmeTV merupakan aplikasi yang paling cocok untuk bisa mempraktikkan speaking, tetapi harus diperhatikan pula bahwa nggak ada aplikasi tanpa kekurangan. Kalian tetap harus berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi agar nggak disalahgunakan oleh orang lain demi kepentingan mereka.

Terlepas dari kekurangannya, aplikasi ini agaknya memang cukup recommended untuk dicoba apalagi di situasi sekarang yang banyak orang bingung mau ngapain. Belajar bahasa bisa menjadi alternatif menarik biar kalian nggak tidur dan nonton Netflix terosss!

BACA JUGA Nggak Perlu Malu Belajar Bahasa Inggris meski Sudah Dewasa dan tulisan Muhammad Iqbal Habiburrohim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.