Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
18 Februari 2024
A A
Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! lulusan s2 ugm lulusan ugm

Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mindset yang sudah keliru sejak awal

“Mindset-nya udah keliru dari awal, Mor (panggilan saya). Kuliah memang bisa buat cari kerja, tapi bukan senjata satu-satunya. Kalau baru cari arah karier sebelum daftar S2, itu udah telat. Harusnya ya sejak S1. Itu pun yang dicari ijazahnya aja, skill udah perkara lain lagi.”

“Dunia kerja, nyatanya, tidak selalu linier dengan pendidikan. Berapa banyak kawan kita yang akhirnya punya pekerjaan yang nggak nyambung dengan kuliahnya? Banyak. Apakah mereka kesulitan? Ya nggak juga kan? Itu baru contoh kecil.”

“Jadi kalau cari yang salah apanya, ya yang salah orangnya. Kuliah S2 itu harusnya nggak dimaknai cara mencari gaji atau kerja mentereng, terlebih jika nggak paham marketnya.”

Saya minta Nafis berhenti setelah bilang market. Saya minta dia jelasin perkara market ini, sebab bagi saya, ini poin yang jujur saja sama-sama saya pegang kebenarannya. Percuma banggain pendidikan ijazah kita, kalau market nggak butuh. Ya, untuk apa gitu lho?

Nafis lalu menjelaskan. “Ngene, Mor, kamu kuliah Nuklir sampai S2, terus nggak dapat kerja, lalu nyalahin sistem, ini yang aneh siapa? Yo kowe lah. Kan nggak banyak lapangan pekerjaan yang menampung lulusan Nuklir. Ngerti ora akeh, kok nekat?”

“Tapi, Pis, kan orang ambil S2 itu pastinya udah punya pandangan kalau dia kerja di mana kan?”

“Nah, itu maksud dari salah di mindset. Dia harusnya sudah tahu risiko apa yang dia hadapi sebelum kuliah S2. Kalau ujungnya nggak dapet kerjanya, ya dia nggak bisa begitu saja nyalahin sistem. S1, S2, sama saja di dunia kerja, sama-sama menghadapi persaingan. Njuk nek S2 spesial ngono neng ngarepe HR? Yo ora lah.”

“Jadi yang salah orangnya, Pis?”

Baca Juga:

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

“Mosok yo Jokowi?”

Yang ngasih kerja aja nggak tau apa yang dia cari

Giyas akhirnya datang. Ternyata dia harus jadi pemain pengganti turnamen badminton. Agak random juga, pemain pengganti badminton.

Langsunglah saya tembak dia dengan pertanyaan yang mirip dengan Nafis. Sedikit background, dia beda 2 angkatan dengan saya. Cuman, dia lulus duluan dan mengambil jurusan yang linier dengan jurusan S1-nya. Setahu saya, dia ambil American Studies di FIB UGM. Saya nggak tahu tepatnya, pokoknya dia kuliah S2.

Setahu saya, Giyas masih bekerja jadi dosen tidak tetap di salah satu universitas di Jogja. Dia juga buka warung mi Khamie, serta garap orderan musik. Perkara kerja, Giyas jelas bukan pemula. Nyawang tok wae wis kesel aku. Makane aku nek dolan seringe nunut turu.

Pertanyaan yang saya lontarkan ke Giyas sama dengan Nafis. Jawaban dia mirip, tapi ada satu poin yang menurut saya menarik untuk diketahui.

Giyas bercerita bahwa masalah lapangan kerja S2 itu memang bermasalah karena regulator dunia kerja pun nggak punya pemahaman yang sama. Contoh, dia cerita kalau gagal daftar jadi dosen Sastra Inggris di universitas tertentu gara-gara jurusan dia S2 dianggap tidak linier dengan Sastra Inggris.

Tentu saja ini aneh, karena ya gimana ceritanya situ mau belajar American Studies kalau nggak paham Sastra Inggris. Setau saya sih, nggak ada orang jurusan, misal, Kimia Murni lanjut ke American Studies.

Bagi dia, kalau yang linier aja kacau, makin masuk akal jika yang nggak linier bakal kesusahan cari kerja. Jadi ya intinya, dua orang ini menganggap S2 bukan cara mempermudahmu cari kerja. Pada titik tertentu, malah menyulitkan.

Dari ini saja, saya sudah mantap untuk tidak melanjutkan S2.

Kuliah S2 tidak sama dengan gaji tinggi

Rasanya, tak afdal menanyakan pertanyaan sejuta umat pada lulusan S2 yang ada di depan saya. Pertanyaan pertama, apakah lumrah jika lulusan S2 menganggap wajar jika mereka minta gaji tinggi, karena biaya kuliah mereka mahal?

Giyas langsung dengan cepat menjawab tidak. Tidak lumrah karena ya pendidikan bukan penentu utama kamu dianggap skillful atau tidak. Skill lah yang bikin gajimu bisa meledak.

Nafis menjawab hal yang sama, tapi dengan lebih lengkap. Bagi Nafis, kau tidak bisa dapat kerja bermodalkan satu skill. Karyawan mana pun, sebenarnya punya banyak skill yang mereka kuasai, makanya mereka diterima kerja. Makanya, kalau memang mau dapat kerja, belajar skill yang banyak, sebab memang itulah yang jadi daya tawarmu di depan perusahaan.

Dia juga bilang bahwa pertanyaan saya datang dari mindset yang salah dalam orang memandang S2. Kalau memang mau kerja dari ijazah S2-mu, ya minimal harus melihat market itu butuhnya apa. Kalau pasar tidak butuh jurusan yang kau tuju, ya ngapain kamu nekat ambil?

Jadi, bagi Nafis, menyalahkan dunia kerja, atau sistem, atau apalah itu, tidak tepat karena urusan kerja dan pendidikan tidak selalu beriringan. Skill dan sertifikasi lah yang bikin kamu laku di dunia kerja. Itulah kenapa bootcamp laku, itulah kenapa seminar skill selalu ramai. Ya simply orang butuh skillnya, dan itu laku di dunia kerja.

Mendengar penjelasan tersebut, saya akhirnya paham kenapa nilai Nafis cemerlang. Ya, dia paham apa yang dia lakukan. Dan bagi saya, orang sukses itu selalu berbagi satu hal: mereka tahu apa yang mereka lakukan, dan KENAPA mereka melakukan itu.

“Pis, penutup iki. Berarti, kalau ada orang kuliah S2, lulus, susah dapet kerja, jadi sing salah adalah orangnya sendiri?”

Nafis hanya mengangguk, sembari menyedot Surya Pro. Dari sorot matanya, saya sudah tahu maksudnya.

Kuliah S2 tak menjadikanmu punya kuasa besar

Ketika jam menunjukkan pukul 23:00, kami sepakat mengakhiri obrolan. Wajah letih tampak di muka Nafis dan Giyas, dan tentu saja saya. Saya harus mengarungi jalanan gelap menuju tempat tinggal dan mencatat poin-poin penting yang ada.

Di sepanjang jalan, saya terngiang-ngiang kata-kata kawan saya yang menohok saya. Pendidikan tinggi macam S2, yang kerap dianggap bargaining power, nyatanya benar-benar tak ada tajinya. Pantas jika sudah banyak perusahaan tak peduli pendidikan terakhir, IPK pun tak dianggap penting. Semua, tunduk di depan kemampuan. Dan manusia paling mahal, saya kira, yang punya banyak kemampuan yang membantu perusahaan menyelesaikan masalah.

Saya jadi kasihan dengan banyak mahasiswa S2 yang menganggap bahwa kuliah S2 akan mengangkat mereka ke level yang lebih tinggi. Mungkin status sosial mereka terangkat, tapi rekening, ah, saya tak begitu yakin. Sebab, ya lagi-lagi, di depan perusahaan, mereka belum tentu teruji. Fakta ini, pahit, tapi, inilah dunia. Jauh dari ideal, dan tak akan pernah ideal.

Di saat yang sama, saya juga mengasihani diri saya. Sudah S1 doang, itu pun lulus dengan memalukan, tak punya skill hebat lagi. Jancuk, goblok!

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nyatanya, Ijazah S2 Memang Nggak Ada Artinya di Dunia Kerja. Mau Jadi Peneliti, Nggak Bisa, Mau Kerja, Tambah Nggak Bisa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2024 oleh

Tags: gajiijazah S2kuliah s2lapangan pekerjaanLowongan Kerjamindsetpasar
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Ironi Purbalingga: Kota Industri, tapi Warganya Lebih Memilih Cari Kerja di Daerah Lain Mojok.co

Ironi Purbalingga: Kota Industri, tapi Warganya Lebih Memilih Cari Kerja di Daerah Lain

24 April 2024
7 Cara Mendapatkan Gaji Tambahan dari Shutterstock

7 Tips Mendapatkan Gaji Tambahan Tiap Bulan dari Shutterstock

2 Agustus 2023
Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

11 Oktober 2024
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

30 Januari 2024
Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja Mojok.co

Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.