Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu

Sri Wanda Aprillia oleh Sri Wanda Aprillia
5 Maret 2025
A A
Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu

Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu (Popo Le Chien via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara deretan kuliner khas Ponorogo yang menggoda, satu yang selalu bikin rindu adalah es dawet. Bukan sekadar es dawet biasa, tapi Es Dawet Bu Yuni, sebuah legenda cair yang sudah mendarah daging di lidah wong Ponorogo. Setiap tegukan membawa kenangan masa kecil, ketika minuman ini kerap menjadi suguhan wajib di acara hajatan dan momen kebersamaan keluarga.

Rasanya yang khas membuat siapa pun yang pernah mencobanya ingin kembali lagi. Tak heran jika es dawet ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal rasa rindu yang tak bisa diabaikan.

Bagi orang Ponorogo, es dawet bukan sekadar pelepas dahaga di siang yang terik. Ia adalah simbol kesederhanaan yang justru mengikat banyak kenangan. Disajikan dalam mangkuk mungil, es dawet ini berisi cendol hijau kenyal yang dibuat dari tepung beras pilihan, dicampur dengan santan segar yang gurih, serta gula merah cair yang legit dan harum. Kombinasi ini menciptakan rasa yang seimbang antara manis, gurih, dan segar.

Kalau bicara soal es dawet, nama Bu Yuni seakan tak tergantikan. Warungnya selalu ramai, penuh dengan pelanggan yang siap berdesakan demi semangkuk kesegaran manis ini. Pelanggannya tak pernah surut, dari pagi hingga sore, selalu ada yang datang untuk menikmati segarnya es dawet legendaris ini.

Bahkan, banyak pelanggan setia es dawet Bu Yuni yang berasal dari luar kota. Mereka sengaja mampir hanya untuk menikmati keistimewaan yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Es dawet Bu Yuni bertahan di tengah tren minuman kekinian

Konon, es dawet Bu Yuni ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Resepnya turun-temurun, tanpa banyak perubahan. Mungkin inilah yang membuatnya tetap eksis di tengah gempuran minuman kekinian yang serba inovatif dan penuh varian rasa. Di era orang-orang sibuk berburu boba, matcha latte, atau kopi susu kekinian, es dawet Bu Yuni tetap bertahan dengan kesederhanaannya yang justru memikat.

Tidak ada topping aneh-aneh, tidak ada tambahan perasa buatan, hanya bahan-bahan tradisional yang berkualitas tinggi. Justru inilah daya tarik utamanya, keaslian yang tetap terjaga. Para pelanggan tahu bahwa yang mereka nikmati bukan sekadar minuman, tetapi juga warisan rasa yang sudah ada sejak dulu.

Es dawet Bu Yuni, titik kumpul orang Ponorogo

Pemandangan di warung es dawet Bu Yuni adalah gambaran kecil dari kehidupan sosial wong Ponorogo. Ada bapak-bapak yang mampir usai pulang dari sawah, menikmati es dawet sebagai pelepas lelah setelah seharian bekerja di bawah terik matahari. Ada ibu-ibu yang sekadar ngobrol sambil menikmati gorengan, membahas harga sembako dan rencana acara keluarga.

Baca Juga:

Jalan Ponorogo-Pacitan Bertahun-tahun Nggak Punya Lampu Jalan, Bikin Pengendara Waswas Saat Melintas

Jalanan di Kecamatan Jenangan Ponorogo Rusak Karena Truk ODOL, Membahayakan tapi (Seakan) Diabaikan

Anak-anak yang baru pulang sekolah juga tak ketinggalan, berlarian riang sebelum akhirnya duduk menikmati es dawet favorit mereka. Semua berkumpul di meja panjang yang sederhana, berbagi cerita sambil menyeruput es dawet dengan penuh kepuasan. Tak jarang juga, mahasiswa dan pekerja kantoran ikut meramaikan suasana, mencari ketenangan dari segelas minuman yang mengingatkan mereka pada rumah.

Sensasi nikmat dalam kesederhanaan

Yang bikin es dawet Bu Yuni unik adalah cara penyajiannya. Es dawet ini disajikan dalam mangkuk kecil, bukan gelas plastik seperti kebanyakan minuman kekinian. Ada kepuasan tersendiri saat menyeruputnya langsung dari mangkuk, seperti ritual kecil yang membawa kembali nuansa tradisional yang semakin jarang ditemukan. Tambahan gorengan panas seperti tahu isi dan tempe mendoan semakin menyempurnakan kenikmatan.

Bayangkan saja, kontras antara dinginnya dawet yang manis dan lembut dengan gorengan yang gurih dan renyah itu seperti simfoni rasa yang menari di lidah. Perpaduan ini bukan sekadar soal makanan dan minuman, tetapi juga soal pengalaman yang tak bisa digantikan dengan menu modern mana pun. Bahkan, ada pelanggan yang sengaja datang hanya untuk menikmati es dawet sambil berbincang santai berjam-jam, seakan tak ingin meninggalkan suasana hangat yang ditawarkan oleh tempat ini.

Senyum hangat dari sang pemilik

Di balik kesuksesannya, Bu Yuni tetap sederhana. Ia tetap menyapa pelanggannya dengan ramah, seolah setiap orang yang datang bukan sekadar pembeli, melainkan keluarga. “Kalau pengin nambah, monggo. Jangan sungkan,” ujarnya dengan senyum yang khas. Sikap inilah yang membuat banyak pelanggan merasa nyaman dan betah berlama-lama di warungnya.

Tak ada batasan antara penjual dan pembeli, yang ada hanya suasana kekeluargaan yang hangat. Bahkan, beberapa pelanggan tetap sudah mengenal Bu Yuni secara personal, saling bertukar kabar setiap kali mampir. Inilah yang membuat warung kecil ini terasa lebih dari sekadar tempat makan, melainkan juga tempat berbagi cerita dan kebahagiaan.

Begitulah Es Dawet Bu Yuni. Lebih dari sekadar minuman, ia adalah bagian dari budaya dan identitas Ponorogo. Setiap tegukan bukan hanya menghadirkan rasa manis di lidah, tetapi juga kenangan, kebersamaan, dan kehangatan. Selama masih ada wong Ponorogo yang doyan es dawet, selama itu pula nama Bu Yuni akan tetap menjadi primadona.

Beliau bukan sekadar penjual es dawet, tetapi penjaga tradisi yang memastikan bahwa rasa asli Ponorogo tetap hidup di tengah arus modernisasi. Dan selama ada orang-orang yang mencari kenangan dalam segelas minuman, es dawet Bu Yuni akan selalu ada, setia menanti siapa pun yang ingin merasakan kesegarannya lagi dan lagi.

Penulis: Sri Wanda Aprillia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pertamina Harus Tahu, Bisnis Pertashop di Ambang Kematian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh

Tags: es dawetes dawet bu yuniponorogo
Sri Wanda Aprillia

Sri Wanda Aprillia

Demen nyanyi, walaupun 13-28 sama Lyodra.

ArtikelTerkait

Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek. Mana yang Lebih Maju?

Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek, Mana yang Lebih Maju?

15 April 2023
Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Seharusnya Ditiru Sekolah Lain

Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Harus Ditiru Sekolah Lain

13 September 2023
IAIN Ponorogo Menyimpan 3 Kebohongan yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

IAIN Ponorogo Menyimpan 3 Kebohongan yang Perlu Diluruskan

15 Agustus 2023
balon udara tanpa awak ponorogo mojok

Balon Udara Ponorogo: Apakah Tradisi Perlu Dipertahankan Jika Penuh Bahaya?

31 Mei 2021
Penerapan Sistem One Way Ponorogo Cenderung Maksa dan Bikin Ruwet

Penerapan Sistem One Way Ponorogo Cenderung Maksa dan Bikin Ruwet

28 Februari 2024
Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek. Mana yang Lebih Maju?

Ponorogo, Kota dengan Sejuta Julukan

26 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.