Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Sisi Kelam Ehsan dalam Serial Upin Ipin yang Tidak Disadari Penonton

Kholilatur Rahmah oleh Kholilatur Rahmah
1 Oktober 2024
A A
Sisi Kelam Ehsan dalam Serial Upin Ipin yang Tidak Disadari Penonton Mojok.co

Sisi Kelam Ehsan dalam Serial Upin Ipin yang Tidak Disadari Penonton (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Acara TV asal Malaysia Upin Ipin menjadi salah satu tayangan yang sangat populer di Indonesia. Meski kartun ini menyajikan banyak nilai positif seperti persahabatan, kerja sama, dan kearifan lokal, ada sisi kelam yang sering kali tidak disadari oleh penonton. Sisi kelam ini tercermin salah satunya pada karakter Ehsan yang digambarkan sebagai sosok anak orang kaya ternyata membawa muatan psikologis yang lebih dalam dan kompleks.

Ehsan adalah karakter yang digambarkan memiliki sifat baik hati dan selalu siap membantu teman-temannya. Namun, di balik sikap baik ini, terdapat keinginan yang kuat untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari orang lain. Hal ini menciptakan dinamika yang menarik, di mana sikapnya sering kali terlihat berlebihan. Kalian tidak percaya? Cobalah tonton serial Upin Ipin secara lebih seksama.

#1 Ehsan suka iri pada anak lain

Ehsan tampak berusaha keras untuk menunjukkan bahwa dia lebih baik atau lebih mampu daripada teman-temannyam, misalnya saat dia berkompetisi dalam berbagai permainan atau aktivitas. Ketergantungan pada pengakuan ini mencerminkan isu yang lebih luas yaitu kebutuhan individu untuk diterima dan diakui dalam masyarakat.

Selanjutnya, karakter Ehsan juga memiliki sisi cemburu yang tak terduga. Meski kartun ini tidak secara eksplisit menampilkan kecemburuan Ehsan, beberapa adegan menunjukkan reaksi emosional yang mungkin berasal dari rasa iri. Contohnya, saat teman-temannya mendapatkan pujian atau penghargaan, Ehsan sering kali terlihat kurang antusias, bahkan bisa menampakkan ekspresi kecewa. 

Ini menunjukkan bahwa di balik senyumnya, ada perasaan kompleks yang menggambarkan ketidakpuasan dan kerinduan untuk diakui. Kecemburuan ini dapat menjadi refleksi dari realitas kehidupan anak-anak yang kadang merasa terpinggirkan atau tidak cukup baik dibandingkan dengan teman-teman mereka.

#2 Ehsan diam-diam manipulatif

Interaksi Ehsan dengan karakter lainnya juga dapat menyoroti sifat manipulatif yang tidak disadari. Dalam beberapa episode, dia menunjukkan perilaku yang cenderung mementingkan diri sendiri. Misalnya, ketika situasi memerlukan pengorbanan atau kerja sama, Ehsan kadang lebih memilih untuk mengutamakan kepentingannya sendiri, meskipun dia tetap berusaha terlihat altruistik. Sikap ini, meski mungkin tidak dimaksudkan untuk disadari oleh penonton muda, dapat mengajarkan norma-norma sosial yang salah mengenai kepemimpinan dan kerja sama.

#3 Persoalan identitas

Dari sudut pandang psikologis, karakter Ehsan juga bisa dipandang sebagai representasi dari anak-anak yang sedang berjuang dengan masalah identitas. Dalam proses pertumbuhan, anak-anak sering kali mengalami kebingungan mengenai siapa diri mereka dan bagaimana mereka diterima oleh teman-teman mereka. 

Ehsan, dengan segala kelebihannya, merupakan gambaran dari anak yang berusaha menemukan jati diri di tengah tekanan sosial. Dalam banyak hal, sikapnya mencerminkan ketidakpastian dan kebingungan yang sering dialami oleh anak-anak seusianya. Ini menjadi sisi kelam yang mungkin tidak disadari oleh penonton, tetapi bisa berpengaruh pada cara mereka melihat hubungan antar teman.

Baca Juga:

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

#4 Bukan teman yang baik

Dinamika persahabatan antara Ehsan, Upin, dan Ipin mengungkapkan tantangan yang sering dihadapi dalam persahabatan. Ehsan, yang terlihat sebagai teman setia, kadang tidak dapat memenuhi ekspektasi ideal sebagai sahabat. Misalnya, saat terjadi konflik atau perbedaan pendapat, reaksi Ehsan sering kali tidak mencerminkan sifat pengertian dan empati yang seharusnya dimiliki seorang teman. Alih-alih berusaha untuk mendengarkan, Ehsan kadang lebih memilih untuk mengedepankan argumennya sendiri, yang dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan mereka. Hal ini mencerminkan realitas bahwa dalam persahabatan, terkadang ada momen ketika satu pihak tidak dapat atau tidak mau memahami sudut pandang yang lain.

Lebih kritis melihat karakter Ehsan dalam Upin Ipin

Sisi kelam Ehsan dalam Upin & Ipin juga dapat dilihat dari konteks lebih luas dalam representasi karakter anak-anak dalam media. Banyak anak yang mengidolakan karakter-karakter dalam kartun. Tidak terkecuali Ehsan dengan sifat yang terlihat positif, tapi bisa memberi dampak yang tidak selalu baik. Apabila penonton tidak menyadari nuansa kompleks dalam karakter ini, mereka mungkin akan menginternalisasi sifat-sifat yang tidak sehat, seperti kecenderungan untuk bersaing secara berlebihan dan mengabaikan empati.

Penting untuk diingat bahwa meskipun Upin dan Ipin adalah kartun yang dirancang untuk menghibur dan mendidik. Begitupun karakter Ehsan yang menunjukkan bahwa tidak ada karakter yang sepenuhnya baik atau buruk. Setiap karakter memiliki lapisan yang kompleks, mencerminkan realitas kehidupan. 

Menghadapi sisi kelam Ehsan dapat memberikan kesempatan bagi penonton untuk mendiskusikan dan memahami masalah psikologis yang lebih dalam, serta mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antar manusia. Dengan demikian, meskipun kartun ini menyajikan kisah yang ceria, ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari dinamika yang lebih gelap namun realistis yang ditawarkan oleh karakter Ehsan.

Penulis: Kholilatur Rahmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Sisi Kelam Kak Ros dalam Serial Upin dan Ipin. Bikin Sebel, tapi Sebenarnya Kasihan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2024 oleh

Tags: EhsanEhsan Upin Ipinupin-ipin
Kholilatur Rahmah

Kholilatur Rahmah

ArtikelTerkait

10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin dan Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

10 Kuliner Khas Kampung Durian Runtuh dalam Serial Kartun Upin Ipin, Food Vlogger Harus Cobain!

17 Februari 2024
3 Sisi Gelap Susanti dalam Serial Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

3 Sisi Gelap Susanti dalam Serial Upin Ipin yang Nggak Disadari Penonton

5 April 2025
Menebak Zodiak Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra dari Karakternya Mojok.co

Menebak Zodiak Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra dari Karakternya

22 Juni 2024
6 Dark Jokes Fizi dalam Serial Upin Ipin yang Bikin Penonton Mengelus Dada Mojok.co

6 Celetukan Nyelekit Fizi dalam Serial Upin Ipin yang Bikin Penonton Mengelus Dada

25 April 2024
4 Crazy Rich di Kampung Durian Runtuh “Upin Ipin” yang Patut Dicontoh, Tetap Membumi dan Nggak Medit Mojok.co

4 Crazy Rich di Kampung Durian Runtuh “Upin Ipin” yang Patut Dicontoh, Tetap Membumi dan Nggak Medit

27 April 2024
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria
  • Derita Jadi Orang Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental
  • Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros
  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.