Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Earphone Bluetooth Adalah Inovasi Audio yang Gagal: Kemudahan yang Ditawarkan Tidak Seberapa, Kualitasnya Disunat Ugal-ugalan

Affan Hasby Winurrahman oleh Affan Hasby Winurrahman
7 Maret 2024
A A
Earphone Bluetooth Adalah Inovasi Audio yang Gagal: Kemudahan yang Ditawarkan Tidak Seberapa, Kualitasnya Disunat Ugal-ugalan earphone kabel

Earphone Bluetooth Adalah Inovasi Audio yang Gagal: Kemudahan yang Ditawarkan Tidak Seberapa, Kualitasnya Disunat Ugal-ugalan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Earphone kabel > earphone bluetooth, and no, you can’t change my mind!

Saat ini, banyak smartphone yang mengalami perkembangan pesat. Teknologi layar AMOLED semakin merakyat, start di harga 2 jutaan Anda sudah mendapatkan visual memanjakan mata. Chipset lungsuran smartphone idaman sudah bisa dinikmati untuk main game apa pun di harga kisaran 4 juta. Tapi, ada satu hal yang semakin mahal produk, justru semakin merepotkan, yaitu ketersediaan headphone jack.

Merek HP termasyhur seperti Samsung dan iPhone sudah lama menanggalkan headphone jack sehingga pengguna harus menggunakan bluetooth untuk menyambungkan earphone mereka. Masalahnya, teknologi earphone bluetooth kualitasnya masih kebanting jauh dengan earphone kabel.

Setidaknya ada lima kekurangan fatal earphone bluetooth yang membuat inovasi ini justru berjalan mundur.

Koneksi bluetooth itu menguras baterai

Baterai adalah sumber daya yang sensitif karena harganya yang mahal untuk diganti jika masa baktinya sudah habis dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengecas. Setiap aplikasi yang dibuka saja sudah meminta jatah baterai untuk beroperasi, apalagi ditambahkan dengan aktivasi bluetooth. Berbeda dengan earphone kabel yang hemat daya tidak memakan sama sekali porsi baterai.

Selain itu, semakin tua umur HP, kualitas penyimpanan energi baterai juga semakin tidak efisien. Hal ini akan bikin hape mudah panas, apalagi jika dipertemukan dengan aplikasi game berat. Sebuah kombo menakutkan untuk memangkas umur baterai.

Harga earphone bluetooth cenderung lebih mahal 

Harga earphone kabel sangat ramah di kantong dan sudah komplit dengan mikrofon di pertengahan kabelnya. Nah, harga terendah yang pernah saya temui dengan kondisi baru dengan merek abal-abal adalah Rp20.000. Pilihan tidak hanya terbatas di harga murahan. Di pasaran juga banyak dijual earphone KW yang siap memukau Anda karena kualitasnya yang tidak jauh berbeda dengan yang asli.

Ada juga earphone kabel mahal dengan kualitas ciamik dan sudah terbukti merajai gadget audio. Kontras dengan gemerlap earphone kabel, pilihan earphone bluetooth sangat terbatas dengan harga yang tidak ramah di kantong. Melihat salah satu e-commerce, harga paling murah untuk merek abal-abal earphone bluetooth adalah Rp35.000, itu pun harga diskon aplikasi. Earphone level ini biasanya bermasalah dengan mikrofon yang tidak jernih bahkan tidak berfungsi. Jika Anda pergi ke toko gadget, merek-merek entry level seperti Baseus masih menawarkan harga paling murah kisaran Rp200.000. Sangat tidak worth it karena dengan Rp200.000 Anda sudah bisa mendapatkan earphone kabel dengan kualitas mengagumkan.

Baca Juga:

TWS Memang Kelihatan Canggih dan Kekinian, tapi Nggak Semua Orang Cocok Memakainya

Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan  

Nggak percaya? Noh coba produk dBE. Kualitasnya gila, harganya lebih gila.

Latency, latency, dan latency

Saat ini, rata-rata jeda latensi earphone bluetooth adalah 40-100 milisecond. Sebagai perbandingan, rata-rata waktu reaksi manusia terhadap stimulus visual adalah 250 milisecond. Jadi, apakah earphone bluetooth jedanya tidak terasa?

Tunggu dulu. 40-100 milisecond adalah nilai rata-rata, itu pun dipermak dalam bahasa marketing, alias tepatnya berapa milisecond kita nggak diberi tahu. Saya sendiri sebagai gamer dan audio editor sangat merasakan jedanya.

Memang, jika Anda hanya menggunakan earphone untuk nonton film atau mendengarkan musik semuanya akan normal-normal saja. Mungkin Anda baru merasakan latensi itu saat film action yang peralihan kameranya lumayan cepat. Tapi jika Anda adalah seorang gamer, 100 milisecond itu waktu yang cukup lama.

Saya saja bisa merasakan jeda di koneksi internet yang nyantol di 70 milisecond, tambahkan dengan latensi earphone sudah menjadi 170 milisecond, sangat terasa! Apalagi dalam proses edit audio baik dalam video ataupun musik, pergeseran 100 milisecond saja bisa memporak-porandakan karya. Bagi Anda yang produktif secara audio, mending pertimbangkan matang-matang dulu sebelum beli gadget yang tidak support headphone jack.

Inovasi earphone bluetooth yang angin-anginan

Kelemahan utama earphone bluetooth dibandingkan dengan kabel adalah latensi. Saat ini, saya menggunakan earphone bluetooth JBL TWS 100 yang dibanderol di harga Rp750.000. Ini merupakan salah satu earphone terbaik di kelasnya karena memang kualitas audionya begitu detail dari semua aspek.

Namun, dengan harga segitu cukup konyol saya harus berganti ke earphone kabel seharga Rp150.000 untuk edit audio dan main Dota. Walaupun di-support Bluetooth 5.0 yang digadang-gadang punya latensi 40 millisecond, saya sangat yakin latensinya berada di antara 100-150 milisecond.

Saat ini juga sedang marak earphone gaming yang diklaim memiliki latensi no delay. Merek seperti EPOS mengakali ini dengan dongle, alias USB yang bisa meminimalisir latensi. Jadi Anda harus menancapkan USB dulu untuk mendapatkan feel latensi rendah. Ya tetap ada jeda sedikit sih terutama saat Anda coba tes main Real Drum. Sedangkan harga earphone ini dibanderol 2,8 juta rupiah. Harga yang super fantastis mahal terutama dengan kualitas audio apa adanya karena hanya difokuskan untuk gaming, bukan musik.

Masalah lain juga bisa timbul karena versi bluetooth antara earphone dan device kurang cocok sehingga koneksinya bisa saja bermasalah.

Kenyamanan produk bagi pengguna

Banyak yang pro bluetooth di aspek ini karena kita bisa bergerak bebas tanpa keserimpet kabel. Nyatanya, pengguna tetap direpotkan dengan cara lain seperti kebutuhan untuk mengecas, menyimpan barang pelengkapnya seperti earphone holder. Belum lagi adanya risiko jatuh atau hilang salah satu earphone atau keduanya sekaligus.

Melihat kelima kekurangan di atas, sudah jelas inovasi earphone bluetooth justru memiliki banyak kekurangan dibandingkan earphone kabel. Sebagai calon konsumen Anda harus benar-benar memperhatikan ketersediaan headphone jack sebelum membeli HP atau laptop.

Siapa tahu Anda di kemudian hari akan banting stir ke dunia profesional yang membutuhkan peran audio, mending pikir-pikir dulu deh sebelum beli.

Penulis: Affan Hasby Winurrahman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wireless Earbuds, Sebuah Inovasi yang Justru Meribetkan Diri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2024 oleh

Tags: audioearphone bluetoothearphone kabelinovasi
Affan Hasby Winurrahman

Affan Hasby Winurrahman

Owner Rumah Makan di Mojokerto, lulusan Magister FISIP. Suka mengamati isu sosial-budaya, bisnis, dan perintilannya. Hobi menulis musik dan main game.

ArtikelTerkait

3 Inovasi yang Seharusnya Dilakukan oleh Produsen Pembalut Wanita terminal mojok.co

3 Inovasi yang Seharusnya Dilakukan oleh Produsen Pembalut Wanita

20 Agustus 2021
sumber gambar pixabay

Teh Dandang 2 in 1, Inovasi yang Bikin Ngeteh Nggak Lagi Ribet

10 September 2021
Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

Good Day Duet: Terobosan yang Nyusahin

9 Januari 2023
Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo Meraup Keuntungan (Unsplash)

Es Teh Jumbo, Minuman Kekinian yang (Mulai) Merangkak Menuju Kebangkrutan  

11 September 2024
TWS Memang Kelihatan Canggih dan Kekinian, tapi Nggak Semua Orang Cocok Memakainya

TWS Memang Kelihatan Canggih dan Kekinian, tapi Nggak Semua Orang Cocok Memakainya

17 Februari 2025
PTM sekolah tatap muka mojok

Mengapa sih Kita Tergila-gila Sekali dengan Sekolah Tatap Muka?

21 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.