Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dosen yang Minta Mahasiswa untuk Kuliah Mandiri Lebih Pemalas dari Mahasiswa Itu Sendiri

Abd. Muhaimin oleh Abd. Muhaimin
5 Desember 2025
A A
Nggak Ada Gunanya Dosen Ngasih Tugas Artikel Akademik dan Wajib Terbit, Cuma Bikin Mahasiswa Stres!

Nggak Ada Gunanya Dosen Ngasih Tugas Artikel Akademik dan Wajib Terbit, Cuma Bikin Mahasiswa Stres!

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu pas awal-awal semester di S1, dosen izin nggak masuk itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Bisa pulang cepat ke kos atau belok ke warkop-warkop favorit bareng teman-teman. Tapi, makin ke sini malah sadar, bahwa itu hanya buang-buang waktu belajar dan bikin ribet di akhir semester, karena pasti dosen akan menggantinya di lain waktu.

Mahasiswa yang nggak sadar akan hal tersebut, berarti dia termasuk pemalas. Berharap selama kuliah banyak dosen malas ngajar dan pengin senang-senang saja. Bisa nongkrong sana sini tanpa harus masuk kelas yang membosankan.

Sialnya, yang lebih pemalas dari mahasiswa itu sendiri adalah dosen yang berharap bisa santai-santai saja tanpa harus ketemu mahasiswa yang membosankan, tapi tetap dapat gaji dan tunjangan.

Sibuk bukan jadi alasan dosen untuk malas ngajar

Salah satu yang sering jadi alasan dosen tak masuk kelas adalah sibuk. Entah sibuk pergi ke luar kota, menghadiri acara-acara, atau lainnya. Akhirnya, materi kuliah jadi tak maksimal dan mahasiswa cuma dapat tugas-tugas yang bejibun jumlahnya.

Kesibukan dosen memang tak dapat dimungkiri. Karena di negeri ini, dosen memang super sibuk dengan segala keribetan administrasi. Apalagi ia bukan hanya hidup sebagai dosen tok, tapi juga sebagai anggota masyarakat yang punya tanggungjawab sosial layaknya masyarakat biasa.

Namun, terkadang, kesibukan itu sering dijadikan alasan untuk absen mengajar di kelas. Saya tidak punya masalah dengan dosen yang sering milih masuk daring. Selama beliau maksimal, ya, silakan saja. Yang jadi masalah adalah ketika dosen cuma masuk kelas beberapa menit, lalu menyuruh mahasiswanya untuk “kuliah mandiri”. Kita diminta untuk diskusi sendiri lalu beliau keluar entah ke mana dan tetap tercatat mengajar kelas.

Bagi saya itu kemalasan yang tak boleh dinormalisasikan. Beberapa teman malah merasa senang karena si dosen tidak ada di kelas. Tapi, bagi saya itu adalah kecurangan.

Kuliah itu mahal, wajar ekspektasi tinggi

Kenapa itu termasuk tindakan curang? Mari saya jelaskan dengan mudah. Kita kuliah itu bayar. Kecuali yang beasiswa, ya. Nah, karena kita bayar, seharusnya kita bisa menikmati fasilitas kampus yang salah satunya adalah bimbingan dosen.

Baca Juga:

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

Tugas dosen bukan cuma mendengarkan mahasiswa ngoceh di depan kelas menjelaskan ini-itu. Ia juga harus memantik diskusi, mendampingi, memberi arahan, mengoreksi, dan memberi solusi. Karena ia memang digaji untuk itu.

Jika ia sering menyuruh mahasiswa untuk diskusi sendiri di kelas, berarti secara tidak langsung ia mencuri jam kuliah yang dibayar mahasiswa. Dan saya, yang kuliah dengan ekonomi orang tua yang tak seberapa, adalah orang yang paling merasa dirugikan akan hal itu. Ilmu yang seharusnya saya dapat, dan sudah saya bayar di awal semester, terbuang sia-sia akibat dosen pemalas yang alergi masuk kelas.

Saya tidak mau dibilang sok idealis. Tapi, logika sederhananya memang begitu. Kuliah itu mahal, wajar kita punya ekspektasi tinggi.

Mending diskusi di warkop daripada masuk kelas

Biasanya, ketika ada dosen yang cuma masuk untuk beri instruksi “kuliah mandiri”, mahasiswa tidak akan begitu serius karena sudah tak diawasi. Paling cuma diskusi sebentar, habis itu cepat-cepat beranjak pulang.

Kalau begitu, kenapa nggak diskusi di warkop saja. Suasana jadi lebih fun dan bebas. Hanya bermodal uang Rp10.000 buat beli kopi, kita bisa diskusikan beberapa topik berjam-jam. Daripada masuk kelas, di mana teman-teman berangkat kuliah dengan mood yang berantakan dan ketemu dengan dosen yang pemalas. Ya, kan?

Itu sih menurut saya. Tapi, kalau ada yang tak setuju, mungkin mereka punya tujuan lain daftar kampus. Cari jodoh, misalnya.

Penulis: Abd. Muhaimin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Berambisi Jadi Dosen biar Terpandang dan Gaji Sejahtera, Pas Keturutan Malah Hidup Nelangsa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2025 oleh

Tags: Dosenjam kosongkuliah kosongtugas administrasi dosen
Abd. Muhaimin

Abd. Muhaimin

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bekerja di Penerbit Erlangga. Asli Sumenep, pemerhati isu sosial dan mahasiswa.

ArtikelTerkait

Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau (Unsplash.com)

Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau

3 Oktober 2022
5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini Mojok.co

5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini

8 Mei 2024
Dosen yang Mewajibkan Mahasiswa Beli Bukunya Sendiri Itu Kenapa, Sih?

Dosen yang Mewajibkan Mahasiswa Beli Bukunya Sendiri Itu Kenapa, Sih?

7 Desember 2025
menyikapi dosen yang tak pernah praktik kerja berdebat dengan dosen

Panduan untuk Berdebat dengan Dosen yang Konservatif dan Moderat

9 April 2020
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Dosen Pelit Nilai kok Bangga, Maksud?

17 Desember 2022
Dosen yang Jarang Ngajar, Nggak Pernah Koreksi Tugas, Plus Pelit Nilai Sebenarnya Minta Diapain sih? youtube, UKT

Bayar UKT Mahal, tapi Dosen Nyuruh Mahasiswa Belajar dari YouTube, Logikanya di Mana sih?

26 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.